Home / Buku

Selasa, 19 Oktober 2021 - 14:52 WIB

10 Tahun Sastra Bulan Purnama, Dedet Setiadi Launching Antologi Puisi ‘Apokalipsa Kata’

Dedet Setiadi (kanan) dalam launching antologi puisi 'Apokalipsa Kata' dalam peringatan HUT ke-10 Sastra Bulan Purnama. (Foto:istimewa)

Dedet Setiadi (kanan) dalam launching antologi puisi 'Apokalipsa Kata' dalam peringatan HUT ke-10 Sastra Bulan Purnama. (Foto:istimewa)

NYATANYA.COM, Bantul – Penyair asal Magelang, Dedet Setiadi melaunching buku kumpulan puisi berjudul ‘Apokalipsa Kata’ di Rumah Budaya Tembi Sewon Bantul, Sabtu (16/10/2021).

Peluncuran buku tersebut merupakan antologi puisi ketiganya yang memuat 99 karya puisi.

“Antologi puisi ini saya tulis dari tahun 2013 sampai 2019. Puisi ini telah dimuat di berbagai media massa banyak tercecer dan perlu didokumentasikan dalam sebuah buku,” ujar Dedet Setiadi kepada wartawan usai launching.

Selama ini puisi-puisi Dedet mengangkat tema tentang kehidupan yang ditulis dengan sudut pandangnya. Dari karya-karyanya terkadang banyak orang menilai sebagai salah satu ironi.

Baca juga   Diorama Kearsipan, Rangkum Sejarah Yogyakarta Selama 430 Tahun

“Saya melihat sesuatu di sekitar kita banyak kelucuan dan kekonyolan. Seperti contoh saat saya menulis puisi tentang badut yang menggambarkan kelucuan. Mungkin sang badut tengah mengalami kesedihan namun tidak bisa mentertawakan dirinya,” terang Dedet.

Kondisi itu seringkali terjadi dalam kehidupan manusia. Namu banyak orang melihat kehidupan orang lain daripada dirinya sendiri. Dengan puisi itu, Dedet mengajak semua orang untuk bercermin dan mengenal diri sendiri.

Meski sukses menerbitkan antologi puisinya yang ketiga, Dedet mengaku menyesal banyak karya-karya yang ditulis sejak tahun 1980an hilang. Hal ini dikarenakan sebelumnya ia sering berpindah-pindah tempat.

Baca juga   Yossie Riyani Debut Single Langgam "Kenyo Yogya" Ciptaan Kodhe Mondoliko

Sementara Koordinator Sastra Bulan Purnama, Ons Untoro dan Umi Kulsum menyatakan, dalam HUT ke-10 Sastra Bulan Purnama selain launching buku dilakukan diskusi buku karya penyair Dedet Setiadi dengan narasumber Joko Pinurbo dan Joni Ariadinata.

“Sejak adanya Covid-19 tidak ada kegiatan di Rumah Budaya yang skala pada malam hari. Untuk itu peringatan HUT ke-10 Sastra Bulan Purnama dilaksanakan siang hari dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan pengunjung yang hadir dibatasi,” jelas Umi. (*)

Share :

Baca Juga

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi pimpin upacara dalam rangka memperingati Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca secara virtual. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Buku

Heroe Poerwadi: Pentingnya Membaca untuk Kemajuan Bangsa dan Negara
Melaty Anggraini, Nadia Fransiska, dan Jesica Nikita Rachel. (Foto: dokumentasi pribadi)

Buku

Menyiasati Isu Lingkungan Masyarakat Eropa
Christanti Zaenal Arifin menggelar 'Bunda PAUD Mengajar' dengan membacakan dongeng bagi anak-anak. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Magelang)

Buku

Tingkatkan Literasi Anak, Bunda PAUD Bacakan Dongeng Secara Daring
BRIN melalui Pusat Riset Masyarakat dan Budaya (PRMB–BRIN) bekerja sama dengan Penerbit Kompas meluncurkan dua buku hasil penelitian monumental yang ditulis oleh para peneliti senior di PRMB–BRIN. (Foto: BRIN)

Buku

Bangun Nasionalisme Bahasa dan Budaya, BRIN Luncurkan Dua Buku
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat meninjau pembangunan Diorama Kearsipan yang telah sampai pada tahap akhir, Selasa (16/11/2021). (Foto: Humas Pemda DIY)

Buku

Diorama Kearsipan, Rangkum Sejarah Yogyakarta Selama 430 Tahun
Vini Indriasari dan bukunya Citra Digital dengan Remote Sensing. (Ilustrasi grafis: nyatanya.com/Foto: dokumentasi Teknosain)

Buku

Data Satelit Bisa Diperoleh Secara Gratis
Buku Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan penulis Ir. Anizar, M.Kes. (Foto:dokumentasi Graha Ilmu)

Buku

Angka Kecelakaan Kerja Masih Tinggi
(Foto: jakarta-tourism.go.id)

Buku

Kota Jakarta Masuk dalam Jejaring Kota Kreatif UNESCO