Home / Wisata

Jumat, 11 Februari 2022 - 11:25 WIB

35 Tahun Pak Mijan Sukses Pertahankan Cita Rasa Kue Leker Buatannya

Meski camilan pesaing sudah banyak, rupanya pamor kue lekker ini tidak pernah tergeser. Adalah pak Mijan yang sudah 35 tahun menjual kue lekler tersebut. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Meski camilan pesaing sudah banyak, rupanya pamor kue lekker ini tidak pernah tergeser. Adalah pak Mijan yang sudah 35 tahun menjual kue lekler tersebut. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Kuliner berupa jajanan khas Kota Yogya sangat beragam, diantaranya bernuansa kuliner tradisional, salah satunya adalah kue leker.

Meski camilan pesaing sudah banyak, rupanya pamor kue lekker ini tidak pernah tergeser. Adalah pak Mijan yang sudah 35 tahun menjual kue leker tersebut.

Sejak 7 Oktober 1987 ia memulai usaha berjualan kue leker. Sampai saat ini ia tidak pernah mengubah ciri khas kue leker buatannya. Demi mempertahankan cita rasanya ia memasak kue leker tersebut menggunakan arang dan anglo.

Karena membuatnya dengan cara tradisional, aroma yang dihasilkanpun sangat harum, aroma tersebut muncul akibat panas yang dihasilkan di dalam adonan matang secara merata.

“Berbeda jika menggunakan kompor gas atau minyak, selain berbau, panas makanan juga tidak bisa merata,” kata pria 62 tahun ini saat ditemui, Kamis (10/2/2022).

Baca juga   Masih Banyak Wisatawan Belum Instal Aplikasi PeduliLindungi

Karena menyangkut cita rasa itulah, maka pak Mijan mengaku tidak terpikir untuk beralih menggunakan bahan lainnya. Baginya, salah satu kunci dalam berjualan kuliner adalah cita rasa.

Pria paruh baya ini biasanya menjajakan dagangannya di Jalan Letjen S Parman, Notoprajan, Ngampilan, atau tepatnya di depan soto Pak Marto. Buka mulai dari pukul 07.00 hingga pukul 13.30 WIB.

“Sebelumnya saya berjualan di seputaran kampung Tamansari, namun karena beberapa waktu lalu kampung Tamansari sempat tutup akibat Pandemi Covid-19, akhirnya saya pindah di depan soto pak Marto,” terangnya.

Satu buah lekker dijualnya dengan harga yang sangat terjangkau, yakni Rp1000. Dalam sehari ia mampu menjualkan hingga 300 buah leker, namun ketika akhir pekan, ia mampu menjual 400 buah leker.

Baca juga   Keren! Nikmati Sunrise dan Sunset di Pantai Bletok Situbondo

“Biasanya satu orang itu bisa beli antara 10 hingga 15 buah leker. Kalau hari biasa saya bisa menjual 300 leker, tapi ketika hari Sabtu dan Minggu, saya bisa menjual sampai 400 leker,” bebernya.

Ia menjelaskan proses pembuatan leker miliknya ini sama seperti cara pembuatan leker pada umumnya yakni adonan leker yang terdiri dari tepung terigu, telur, gula dan air dituangkan ke dalam panci kecil yang panas.

“Setelah itu mulai dimasukan isian pisang raja, alasannya adalah jika menggunakan pisang selain pisang raja, rasanya kurang manis. Ditambah gula pasir agar rasa dan aroma menyatu,” jelasnya.

(N1)

Share :

Baca Juga

Pelaku wisata di Bukit Cinta menerima bantuan sembako dari Pemkab Semarang. (Foto:Diskominfo Kab Semarang)

Wisata

Pelaku Wisata di Bukit Cinta Terima Bantuan Sembako
Ganjar Pranowo dan istri saat berwisata ke Tawangmangu. (Foto: Humas Jateng)

Wisata

Momen Ganjar Pranowo Terpikat Pesona Wisata Tawangmangu
Cafe Atap Langit dengan nuansa alam pedesaan yang nyaman. (Foto:istimewa)

Wisata

Berkonsep Khas Bali,  Cafe Atap Langit Suguhkan Nuansa Alam
Selain memperindah kawasan, jalur itu juga menjadi tanggul pembatas antara Rawa Jombor dengan jalur lalu lintas kendaraan yang menjadi akses ke Rawa Jombor. (Foto: Diskominfo Klaten)

Wisata

Makin Cantik, Rawa Jombor Bakal Miliki Jalur Pedestrian
Bupati Semarang H Ngesti Nugraha menyapa seorang bocah yang ikut tampil pada penampilan tarian perdana Rawa Pening Performing Art 2021. (Foto: MC Kab Semarang)

Wisata

Rawa Pening Performing Art 2021, Momentum Kebangkitan Pariwisata
Kemenparekraf menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 1,8 juta sampai 3,6 juta. Angka itu difokuskan untuk dicapai dengan mengusung konsep pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan di tengah situasi pandemi Covid-19. (Foto: Biro Komunikasi Kemenparekraf)

Wisata

Perbanyak Event, 2021 Kemenparekraf Trargetkan 2,6 Juta Wisman
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Sabtu (12/2/2022) di Pendopo Kemantren Kotagede. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Wisata

Kotagede Akan Kembangkan Spot Wisata Bantaran Sungai
Pesona Sirkuit Mandalika dari atas ketinggian Bukit Seger. (Foto:Isma/InfoPublik)

Wisata

Bukit Seger, Suguhkan Pesona Alam dan Keanggunan Sirkuit Mandalika