Home / Panggung

Senin, 4 Desember 2023 - 17:39 WIB

38 Perupa Gelar Pameran Lukisan KGPAA Pakualam VIII dalam Visi Seniman Yogyakarta di Galeri Kopi Macan

Djoko Sardjono bersama garwa Gusti Anglingkusumo dalam pameran di Galeri Kopi Macan. (Foto: Istimewa)

Djoko Sardjono bersama garwa Gusti Anglingkusumo dalam pameran di Galeri Kopi Macan. (Foto: Istimewa)

NYATANYA.COM, Bantul – Pameran Lukisan KGPAA Pakualam VIII dalam Visi Seniman Yogyakarta digelar di Galeri Kopi Macan di Jalan Bugisan Selatan, Tegal Senggotan, Tirtonirmolo, Kasihan Bantul pada 2 sampai 17 Desember 2023.

Pameran ini merupakan buah persembahan sejumlah seniman Yogyakarta atas penganugerahan Pahlawan Nasional kepada Sri Paduka KGPAA Paku Alam VIII pada 10 November 2023 lalu.

Hajar Pamadhi dalam tulisannya di eKatalog pameran menyebut, secara emosional, seniman menempatkan radar estetikanya dalam temperamen rasa sehingga menjadi cita dalam berkarya, seperti dalam pameran ini.

Para seniman Yogyakarta, tertarik dengan sosok Paku Alam VIII, tokoh kemerdekaan Indonesia ini mampu menjembatani warga Yogyakarta terhadap negara Repulik Indonesia yang mendapatkan anugerah Pahlawan Nasional pada 7 November 2022 di Istana Negara.

Sosok KGPAA Paku Alam VIII Sang Pahlawan dalam Visi Seniman Yogyakarta penguasa Kadipaten ini dijadikan tajuk Pameran Seni Rupa di Galeri Kopi Macan yang digelar 2 sampai 17 Desember 2023.

Sejarah Paku Alam VIII ini menginspirasi beberapa seniman Yogyakarta untuk menokohkan sebagai objek berkarya Seni Lukis.

Dipilihnya seni lukis seiring dengan harapan mampu menggambarkan kiprah beliau melalui langgam serta media berkarya.

Langgam realis, realisme dan neorealisme bisa dilihat pada karya Aldiya Rakasiwi, Antonius Sambodo, Endang Apriyanto (Bak), Mulyo Gunarso, Raden Raharjo, Damar Sungkowo, Momi Budi Utomo, Muji Chino, Giring Prehatyosono.

Karya Lukis terarah bentuk potret Paku Alam VIII yang diakspresikan dalam berbagai corak. Kekuatan impresi akan mempengaruhi bentuk sehingga menjadikan focus figure Paku Alam VIII.

Sedangkan Realisme diangkat oleh Alfi Ardyanto, Bagaskara, Barlin Srikton, Yaya Maria, I Gus Ngurah Dharma Kusuma SSn, Efrie Irmasari, Ikhman Mudzakir, Harman, Ida Ratnaningrum, Nanang Widjaya, Herlina Tojo, Tales Suparman (TALSU), Chamit Arang, Agus Clowor Purwanto, Daliya, Jumadi, Ocong Suroso, Wasis Subroto yang sengaja menggambarkan objek formalnya figure Pakualam VIII. Beberapa goresan mampu memberi goresan berwacana sosok Paku Alam VIII.

Baca juga   Selamat! Putri Tanjung dan Guinandra Jatikusumo Resmi Menikah

Langgam berikutnya adalah Neorealisme, figure Paku Alam dicapai melalui kekuatan bentuk, figure pendukung, seper lambing Kadipaten Pakualaman maupun pendampingan bentuk.

Seniman Sukriyal Sadin, Jedink Alexander (ekspresionisk), Didit njedit, Yan santana, Heni Susilawa, I Made Arya Dwita (dedok), Mamik Slamet, Djoko Sardjono, Grace Tjondronimpuno, Eko Bendol Purnimo, Ledek Sukadi tak semata mengangkat pas foto, melainkan penerjemahan ‘laku, pendampingan logo’ sehingga menunjukkan figure Pakualam VIII.

Para seniman sengaja mempelajari watak dan karakter melalui studi sejarah atau biografi ini ternyata berhasil memberi gambaran figure, hobi, pekerjaan dan keanggunan sosok penguasa kadipaten Pakualaman.

Salah satu seniman sekaligus pelaksana pameran, Djoko Sardjono mengungkap, pameran ini merupakan tindak lanjut dari hasil On the spot yang diselenggaraan di TVRI Yogyakarta pada saat beliau Sri Paduka KGPAA Paku Alam VIII menerima penganugerahan sebagai pahlawan nasional pada tanggal 10 Nopember 2022.

“Dikarenakan adanya beberapa kendala sehingga hasil dari OTS tersebut baru bisa ditampilkan pada pameran yang diselenggarakan di Galeri Macan kali ini,” ujar Djoko Sardjono.

Djoko Sardjono menambahkan, “Kami Seniman Jogja khususnya lukis sangat bangga dengan penganugerahan beliau sebagai pahlawan nasional sehingga sebagai wujud dari kebanggaan tersebut kami para seniman mengadakan on the spot melukis figur Sri Paduka KGPAA Paku Alam VIII.”

Pameran lukisan KGPAA Pakualam VIII dalam Visi Seniman Yogyakarta dibuka oleh Kepala Stasiun TVRI Yogyakarta, Zainal.

Baca juga   Polisi Masih Olah TKP, Bus Mira Ngeblong di Lampu Merah Ketandan Bantul Tabrak 5 Mobil 1 Motor

Turut hadir Putra Dalem Sri Paduka KGPAA Paku Alam VIII, Kanjeng Wijoyo Kusumo beserta istri, Iriana, Anglingkusumo Gusti Putri Mangku Alam Al Haj beserta keluarga.

Ibu Iriana mengaku bangga dengan para seniman yang ikut menghormati atas penganugerahan Pahlawan Nasional kepada Sri Paduka KGPAA Paku Alam VIII dengan mengekspresikan figur beliau kedalam lukisan.

Demikian juga ibu Mangku Alam Al Haj berharap kesinambungan kekeluargaan yang tercermin pada pameran ini akan berlanjut kedepannya dengan pameran atau kegiatan lainnya.

Yusman, pematung sekaligus pemilik Galeri Kopi Macan sangat menghargai gagasan serta mengapresiasi para seniman yang sudah menghormati dan bangga dengan para pahlawan yang telah berjuang dalam mendirikan negeri ini.

“Semoga pameran ini menginspirasi generasi muda milenial untuk tak melupakan sejarah bangsa dan perjuangan para pahlawannya,” tandasnya.

Sementara itu, pelukis Godod Sutejo turut mengungkap kekagumannya pada pameran yang digelar.

“Temanya sangat luar biasa mangayubagyo atas penganugerahan Pahlawan Nasional kepada Sri paduka Paku Alam VIII. Hanya sayangnya keterlibatan para peminat seni dan juga para kolektor perlu ditumbuhkan lagi dan bahkan turut peduli dengan hal tersebut dengan mengoleksi lukisan-lukisan yang dipamerkan,” ungkap Godod.

Namun demikian, masih menurut Godod Sutejo, lepas dari karya-karya yang dipamerkan yang memang sangat layak karena para senimannya sudah sangat berpengalaman dalam berkarya.

“Misalnya saja Sukriyal Sadin dari Jakarta pun tertarik untuk turut serta dalam pameran ini. Lain halnya Djoko Sardjono walaupun dia tidak lahir sebagai pelukis tetapi mantan PU Sleman ini naluri kepelukisannya sangat kental dan bersemangat,” pungkas Godod. (N1)

Share :

Baca Juga

Panggung di tengah sawah dengan pemandangan alam pegunungan yang elok menjadikan Balkonjazz Festival 2022 bakal memberi sensasi tersendiri bagi penikmat musik jazz. (Foto: Agoes Jumianto)

Panggung

Balkonjazz Festival 2022, Digelar Besok di Gasblock Balkondes PGN Karangrejo Borobudur
Beks Plus. Foto: Ist

Panggung

Malam Ini di Museum Sono Budoyo Yogya, Koesplusan Bersama Beks Plus
Berkah Haizofers Sedunia

Panggung

Haizofers Bangun Mushola di Banten, Aksi Sosial Berlabel BHS
Highlight Alamanda Music Corner. (Foto: Dokumentasi FKY 2021)

Panggung

Pertunjukan Highlight FKY 2021, Mereka Alasan Bertemu
Irjen Pol Prof Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi. Foto: Ist

Panggung

Chryshnanda Dwilaksana Pameran Tunggal ‘Horeg: Gonjang Ganjing Isi Kepala’ di Pendhapa Art Space
Kartun Mikhail Zlatkovsky dari Russia yang memenangi lomba "International Semarang Cartoon Festival 2021". (Foto: Gold Pencil)

Panggung

Di Festival HAM, Ganjar Puji Keterlibatan Penyandang Disabilitas dan Perempuan
Dalang cilik, Sadida saat pentas wayang climen di SDIT Anak Sholeh Sedayu. Foto: Istimewa

Panggung

Dalang Cilik Athaya Jihadin Sadida Unjuk Gigi Pentaskan Wayang Climen dengan Lakon Banyu Suci Perwitosari
Ilustrasi drama kisah sengsara Yesus Kristus. (Foto: Pixabay)

Panggung

Hari Ini, Siswa SMA Stella Duce 2 Yogya Gelar Pementasan Tablo Drama Kisah Sengsara Yesus