Home / News

Minggu, 3 Juli 2022 - 18:34 WIB

4 Ribu Warga Surabaya Antre Masuk ke Rusunawa, Wali Kota: Harus MBR

Rusunawa Gunung Anyar Surabaya. Foto: selalu.id

Rusunawa Gunung Anyar Surabaya. Foto: selalu.id

NYATANYA.COM, Surabaya – Sebanyak 4 ribu Kepala Keluarga (KK) di Surabaya mengantre menunggu giliran tinggal di rumah susun sederhana sewa (Rusunawa).

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan bahwa yang boleh menempati Rusunawa tersebut adalah warga berkategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Untuk itu Pemkot Surabaya harus seleksi terlebih dahulu melalui pendataan warga yang pantas masuk kategori MBR.

“Rusun ini dibangun Pemkot untuk MBR. Pemkot selalu pantau jika ada yang masuk ke rusunawa. Kita pun punya target untuk yang tinggal disitu harus lulus MBR waktu 2 tahun,” kata Eri, Sabtu (2/7/2022) sebagaimana dikutip dari selalu.id

Eri menyampaikan, penghuni Rusunawa yang sudah ada pekerjaan dan penghasilan tetap serta memliki kendaraan pribadi, mereka wajib keluar.

Sehingga, hanya warga MBR yang bisa menempati Rusunawa tersebut. Apabila, tidak keluar, Eri menganggap Pemerintah gagal mencapai target.

Baca juga   Besok, Pasokan Vaksin Covid-19 Sebanyak 4.677.430 Dosis Tiba di Tanah Air

“Jika tidak keluar dan menghuni puluhan tahun, artinya yang gagal kan itu pemerintahnya, tidak bisa mensejahterakan umatnya, makannya kita harus berani punya target itu,” ujarnya.

Lebih lanjut Eri kembali menegaskan, kepada masyarakat Surabaya yang telah lolos MBR, tidak bisa lagi menghuni Rusunawa.

Namun, Pemkot Surabaya punya solusi untuk menyediakan rumah susun sederhana milik sendiri (Rusunami).

Nantinya, kata Eri, Rusunami tersebut itu bisa dibeli dengan cara diangsur dan dimiliki, begitu dengan biaya operasionalnya yang juga ditanggung oleh masing-masing penghuni rusunami.

Saat ini, Pemkot Surabaya telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk membuat rusunami yang bakal digunakan tempat tinggal warga selain MBR.

Eri meminta warganya bersabar dan jangan sampai ada yang mengaku sebagai MBR demi bisa tinggal di rusunawa.

“Kayak tadi ada warga yang minta rusunawa, tapi bukan kategori MBR, ya jangan. Apa lagi ada yang gajinya Rp4 juta lebih, lah yang tinggal di rusunawa itu loh ada yang nggak punya kerjaan,” jelasnya.

Baca juga   Banjir Bandang Terjang 6 Desa di Tuban, Satu Warga Meninggal Dunia

Ia pun ingin masyarakat tidak salah persepsi dan membangun pola pikirnya untuk warga bisa mandiri. Sebab, Pemkot menyediakan lapangan pekerjaan dengan menggunakan aset pemkot dijadikan tempat padat karya.

“Jadi kita harus bangun mental masyarakat terlebih dulu. Kita berikan pekerjaan kepada sekitar 35 ribu KK kategori MBR yang terdata itu, ketika sudah mendapatkan pekerjaan dan punya pendapatan per kapita,”terangnya.

Pemkot juga melakukan pendataan ulang MBR di setiap kecamatan dan kelurahan. Sehingga, selesai ada pembaruan data, pemkot bisa memprioritaskan warga MBR untuk tinggal di rusunawa.

“Kemudian penghasilannya itu bisa digunakan untuk kontrak rumah sendiri atau membeli rusunami, setelah lulus dari MBR,” pungkasnya.

(Ade/SL1/N1)

Share :

Baca Juga

Gubernnur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Wakil Gubernur DIY Paku Alam X saat mengikuti video conference dengan Mendagri, Rabu (21/7/2021) siang. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemda DIY)

News

Ini Implementasi Perpanjangan PPKM Level 4 di DIY
Petugas BNPB sedang mempersiapkan bantuan logistik yang akan dikirimkan menuju lokasi terdampak gempa M5,6 Kabupaten Cianjur, Senin (21/11/2022). Foto: Istimewa

News

Percepat Penanganan Bencana, BNPB Kirimkan Bantuan ke Cianjur
Ketua DPR RI Puan Maharani sangat dekat dengan Organisasi Pemuda Muhammadiyah. (Foto: Istimewa)

News

Berikan Perhatian Khusus ke Pemuda Muhammadiyah, Puan Banjir Pujian
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. (Foto: Dok.BMKG)

News

Gempa Bumi di Sumedang Dipicu Sesar Aktif yang Belum Terpetakan, Begini Penjelasan BMKG
Penyerahan sertifikat tanah SG dari salah satu warga kepada Keraton Yogyakarta yang diterima Gusti Mangku. (Foto: MC Kraton Jogja)

News

Warga Sukarela Kembalikan Sertifikat Tanah SG, Keraton Yogyakarta Hadiahkan Kekancingan
Ilustrasi pembelian BBM di salah satu SPBU. Foto: InfoPublik/HO-MC Prov Kalteng/as/fr

News

Demi Kepentingan Masyarakat, Pembatasan Pembelian BBM Subsidi Belum Diberlakukan di 2022
Tim pencarian dan pertolongan gabungan kembali menemukan dua orang yang menjadi korban awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, dalam kondisi meninggal. Dengan penemuan itu, maka korban jiwa yang tercatat per Senin (13/12/2021), menjadi 48 orang. (Foto: InfoPublik)

News

Update, Total Korban Meninggal Akibat Erupsi Gunung Semeru Capai 48 Jiwa
Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan, pemerintah akan mulai melakukan uji coba PPKM level satu (new normal) di Kota Blitar, Jawa Timur. (Foto: Humas Kemenko Marves/Istimewa)

News

Pemerintah akan Uji Coba PPKM Level Satu di Blitar