Home / Panggung

Rabu, 2 Juni 2021 - 10:06 WIB

50 Tahun Radio Geronimo, Optimistis dengan Perubahan Zaman

Penyerahan sembako kepada warga sekitar Radio Geronimo. Foto: nyatanya.com/Dokumentasi Geronimo

Penyerahan sembako kepada warga sekitar Radio Geronimo. Foto: nyatanya.com/Dokumentasi Geronimo

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Radio Geronimo FM 106.1 FM Yogyakarta sudah memasuki setengah abad. Tepat pada 31 Mei 2021, radio yang selalu menjadi ikon anak muda ini memperingati ulang tahun yang ke-50 dengan mengusung tema VIVA Geronimo.

Tema ini diusung untuk mengukuhkan keberadaan Radio Geronimo yang selalu ada untuk semua, berdiri bersama untuk melangkah ke depan, ke arah yang lebih baik, dan tetap solid.

“Dan tentunya selalu menyuarakan yang terbaik dari Yogyakarta sesuai dengan visi misi Geronimo,” ujar Direktur Utama PT. Radio Geronimo, Rafika Duri.

Rafika Duri tidak menampik perjalanan radio di tengah era komunikasi digital saat ini tidak semulus era sebelumnya, terlebih pandemi Covid-19 membuat Geronimo juga terdampak secara langsung dan mengalami tekanan. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik juga mau tidak mau dipatuhi Radio Geronimo sekalipun memberatkan industri radio. Terlebih PP itu dikeluarkan saat pandemi Covid-19.

“Untuk sementara ini kami masih menunggu kesepakatan berapa yang harus kami bayarkan setiap tahunnya ke Lembaga Manajemen Kolektif Nasional,” ucapnya.

Meskipun demikian, memasuki usia 50 tahun membuat Radio Geronimo harus optimistis menghadapi perubahan dan beradaptasi sesuai dengan visi yang diusung. Visi Geronimo FM adalah menggagas kehidupan anak muda yang dinamis, santun dalam bertindak, mempunyai cita-cita tinggi dan berpandangan luas ke depan tanpa kehilangan latar budayanya.

Oleh karena itu, Geronimo FM selalu menemani dan membantu mereka yang sedang mempersiapkan masa depan kehidupan dengan selalu mengingatkan dasar pijakan budaya dan dinamis menghadapi perubahan dalam wujud program media siaran.

Baca juga   Fafa Yolanda, ke Yogya Kembangkan Talenta Menyanyi

Pada peringatan ulang tahun usia emasnya kali ini, Geronimo Records secara khusus meluncurkan sebuah lagu berjudul VIVA Geronimo. Lirik lagu ini berisi optimisme melangkah maju dan bangkit untuk meraih mimpi tanpa keragu-raguan.

“Jingle ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk jangan kalah dengan rasa takut dan tetap optimistis dalam segala situasi,” kata Rafika Duri.

Di ulang tahunke-50 tahun ini, Radio Geronimo mengadakan kunjungan ke panti asuhan dan panti wreda pada Minggu (30/5/2021) serta open house dan tumpengan, tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sebagai bentuk kepeduliaan terhadap warga sekitar Radio Geronimo FM juga membagikan sembako tepat pada 31 Mei 2021 sebagai rangkaian peringatan ulang tahun ke-50.

Selain diwarnai dengan berbagai kegiatan, yang menarik adalah Program Gayam Siaran (Gaya Mantan Siaran) yang digelar 31 Mei sampai 6Juni 2021 dengan menghadirkan eks penyiar Geronimo angkatan 1970 sampai 2000 kembali siaran.

Kehadiran Geronimo diawali sekitar 1970. Saat itu di Yogyakarta mulai bermunculan pemancar-pemancar model broadcasting. Pemancar-pemancar tersebut lahir dari hobi atau kegemaran dibidang elektronika dan senang akan musik atau lagu-lagu mancanegara dan lagu-lagu nusantara, yang dipelopori oleh anak-anak muda. Di antara pemancar-pemancar yang bermunculan di Yogyakarta, ada tempat dikenal dengan Jl. Dr. Sutomo No. 45.

Tempat ini merupakan sebuah rumah yang didiami oleh Bapak Abdul Mustajab (meninggal 1981) beserta keluarga yang sekarang menjadi bengkel mobil Bambang. Di tempat inilah sekelompok anak muda yang suka berkumpul sambil memutar musik piringan hitam lagu-lagu Barat dan mendengarkan tangga lagu-lagu radio luar negeri pada waktu itu.

Baca juga   Kundha Kabudayan Gelar Lomba Penulisan Naskah Drama Sejarah

Dari sekelompok anak muda tersebut lahirlah suatu gagasan, yaitu untuk mendirikan pemancar radio broadcasting yang kemudian mengudara pada gelombang 56 meter, dengan nama Gembel Rapi yang artinya Gemar Belajar Rajin Berpikir. Mereka menamakan Gembel Rapi karena kebanyakan dari mereka masih duduk dibangku SMA dan mahasiswa. Gembel Rapi inilah merupakan cikal bakal adanya radio Geronimo.

Pada saat siaran, penyiar-penyiarnya memberikan gelar pada dirinya sendiri yaitu Senator. Pada waktu itu radio ini dikelola oleh para anak muda, antara lain Sonny Kusuma Yuliarso (Senator Valentino), Gatot Kartiyoso (Senator Bonaparte), Abdul Syukur (Senator Ferdinand), Siswanto S. (Senator Onasis), Antono Widodo (Senator Antonio),PlacidusSudibyo(Senator Bonaventura), Ambar Suryanto (Senator Ambasador), Suharto (Senator Romeo), Bambang Widjatmoko (Senator Bambino), Suprapto Purwijayanto (Senator Edison), Widodo S (Senator Gusti Budha), Alex Hartrisno (Senator Alexander), Sudjono S (Senator John O), Bambang Setiawan (Senator Otto von Bismark), Waspodo (Senator Washington), dr Puranto (Senator Al Capone), Pranowo (Senator Old Shatterhand), dan Santo Sewoyo (Senator Santo Bolivar).

Radio FM pertama di Yogyakarta ini dikelola dengan format Top 40 yang tidak hanya menjadi barometer musik saja, tetapi juga menyuguhkan berbagai informasi mengenai dunia hiburan, seni budaya dan gaya hidup anak muda dengan tidak meninggalkan konten lokal khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta. (N1)

Share :

Baca Juga

Salah satu agenda seni yang pernah digelar di RH. (Foto: nyatanya.com/Istimewa)

Panggung

RH Dukung Pemberdayaan Seni-Budaya
Andika Naliputra Wirahardja. (Foto: dokumentasi pribadi)

Panggung

Kesepianku, Single Solo Perdana Andika eks The Titans
Poster film Paranoia. Foto:nyatanya.com/ istimewa

Panggung

Paranoia, Film Baru Riri Reza dan Mira Lesmana
(Foto: Dokumentasi Prambanan Jazz 2021)

Panggung

Borneo Goes to Prambanan Jazz Virtual Festival 2021
nyatanya.com

Panggung

Diskominfo Jateng Gelar Lomba Film Pendek ‘Kebijakan Protokol Kesehatan’
Prambanan Jazz Virtual Festiva 2021 kembali digelar secara virtual. (Foto: Rajawali Indonesia)

Panggung

Prambanan Jazz Festival 2021, Lagi-lagi Digelar Secara Virtual
Pergelaran wayang bertemakan "Amanat 5 September". (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Panggung

Disbud Kota Yogya Gelar Wayang Sejarah “Amanat 5 September”
Syuting film YK48 produksi Pehagengsi. (Foto: Dokumentasi Pehagengsi)

Panggung

YK48 Film Dokumenter Sejarah Perfilman Yogya Mulai Diproduksi