Home / News

Minggu, 18 Juli 2021 - 08:57 WIB

55 RT di DIY Masih Merah, Sri Sultan: Kepatuhan Prokes Kunci Strategis Perangi Covid-19

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menggelar pertemuan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemda DIY)

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menggelar pertemuan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemda DIY)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap semua pihak bisa saling mendorong untuk membangun tumbuhnya kesadaran menjalani protokol kesehatan. Sri Sultan juga mengajak semua warga DIY untuk bisa disiplin dan taat, serta bekerja sama untuk tetap sehat dan tidak menularkan virus Covid-19 pada orang lain.

Hal ini diungkapkan Sri Sultan usai menggelar pertemuan dengan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto; Kepala Polri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo; Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin; dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Ganip Warsito di Gedhong Gadri, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta pada Sabtu (17/7/2021).

“Pertemuan sore hari ini diharapkan bisa memberikan berita yang baik bagi seluruh warga masyarakat Yogyakarta. Tidak hanya untuk membangun akuntabilitas, tapi juga membangun kredibilitas dan keyakinan bahwa kita semua ingin berbuat yang terbaik untuk Yogyakarta dan semua warga masyarakatnya,” ungkap Sri Sultan.

Terkait isu perpanjangan PPKM Darurat, Sri Sultan mengatakan, sampai saat ini belum ada keputusan pasti dari pemerintah pusat. Namun jika pun diperpanjang, Sri Sultan meyakini tidak akan ada perbedaan signifikan dengan aturan dan apa yang telah dilakukan pada PPKM Darurat saat ini.

Baca juga   Bakesbangpol Kota Yogya Fasilitasi Ormas Perempuan Daftarkan Diri

“Saya kira mungkin kita (DIY) tidak akan banyak perbedaan, hanya mungkin masalah pengetatan saja. Karena itu kan hanya berlanjut sampai akhir bulan,” kata Sri Sultan.

Dalam kesempatan yang sama, Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, telah ada kesepakatan bersama untuk menekan angka kasus aktif harian dan menekan angka kematian akibat Covid-19 dengan berbagai strategi yang saat inipun telah dijalankan. Secara garis besar, strategi yang dijalankan terbagi menjadi dua yakni strategi defensif dan ofensif.

“Strategi defensif mencakup upaya menjalani protokol kesehatan, mulai dari memakai masker, menjalankan hidup bersih dan sehat, serta melakukan vaksinasi. Untuk itu kita perlu melakukan penguatan di lapangan. Penggunaan masker menjadi faktor utama, khususnya di 55 RT di DIY yang masih merah, dan ini menjadi perhatian kita,” paparnya.

Terkait vaksinasi Covid-19, Hadi mengungkapkan, capaian nasional saat ini adalah 140.000 dosis perhari. Angka ini akan terus ditingkatkan dan dalam waktu dekat TNI/Polri yang berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI akan melaksanakan vaksinasi sebanyak 500.000 dosis. Hal ini dilakukan dalam rangka mengejar herd immunity, khususnya di wilayah-wilayah yang masuk zona merah.

Baca juga   299 Nakes di RS Rujukan Covid-19 Yogya Terpapar Corona

“Untuk strategi ofensif dengan melaksanakan testing, tracing, dan treatment, yang akan terus dilaksanakan berbarengan dengan strategi defensif. Kemudian dilaksanakan pula isolasi mandiri yang akan terus kita berikan paket obat gratis, baik untuk yang berstatus OTG maupun dengan gejala ringan.

Mudah-mudahan dengan strategi ini bisa menekan angka kasus aktif setiap hari dan menekan angka kematian,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Polri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menuturkan, pemerintah saat ini telah mengeluarkan aturan terkait PPKM Darurat, di mana sebelumnya telah dilaksanakan PPKM Mikro.

“Langkah ini diambil karena dalam perkembangannya terjadi lonjakan penambahan kasus Covid-19, sehingga mau tidak mau perlu langkah strategis untuk menurunkan laju pertumbuhan Covid-19 yaitu dengan PPKM Darurat,” katanya.

Sigit menambahkan, PPKM Darurat sudah berjalan selama beberapa hari dan hampir memasuki masa akhir. Selama PPKM Darurat ini, menurutnya angka kepatuhan memakai masker pun mulai tinggi. Menurutnya hal ini menjadi sebuah kemajuan karena kunci menekan laju pertumbuhan Covid-19 adalah melaksanakan protokol kesehatan. (*)

Share :

Baca Juga

(ilustrasi: nyatanya.com)

News

Klaten Zona Merah, Nongkrong Berkerumun Siap-siap Swab Antigen
Logo Pemda DIY. (nyatanya.com)

News

Pemerintah Pasang Badan, Prioritaskan Oksigen untuk Kebutuhan Medis
Tindak kejahatan jalanan di Jalan AM Sangaji, Jetis, Yogyakarta (Foto: dokumentasi Kodim 0734/Yogyakarta)

News

Dikejar dan Dipepet Rombongan Klithih, 1 Korban Meninggal dan 1 Luka
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Positif Covid-19 di DIY yang Dinyatakan Sembuh Bertambah 1.553 Kasus
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Pasien Sembuh Covid-19 di Magelang Tambah 119 Orang
Pos Aju dibentuk untukpercepatan penanganan jenazah pasien Covid-19 di Klaten. (Foto: Diskominfo Klaten)

News

Kelompok Pemuda yang Lempari Mobil Jenazah Covid-19 di Klaten, Kini Tobat Jadi Relawan
Ganjar Pranowo. (Foto:nyatanya.com/Humas Jateng)

News

Kudus Akhirnya Keluar dari Zona Merah
Donasi KORPRI Sleman untuk korban bencana alam NTT. Foto: nyatanya.com/Humas Sleman

News

Donasikan Rp 60 Juta, Korpri Sleman Bantu Korban Bencana Alam NTT