Home / News

Senin, 16 Mei 2022 - 07:57 WIB

Air Bekah Umbul Jumprit dan Makna bagi Umat Buddha

Prosesi pengambilan air berkah di Umbul Jumprit di lereng gunung Sindoro, Desa Jumprit, Kabupaten Temanggung, Minggu (15/5/2022) Foto: Humas Kemenag

Prosesi pengambilan air berkah di Umbul Jumprit di lereng gunung Sindoro, Desa Jumprit, Kabupaten Temanggung, Minggu (15/5/2022) Foto: Humas Kemenag

NYATANYA.COM, Temanggung – Kabut di lereng gunung Sindoro, Desa Jumprit, Kabupaten Temanggung mulai turun, Minggu (15/5/2022) jelang siang. Hawa dingin pun menusuk tulang.

Senandung ritual terdengar berkumandang di kawasan Umbul Jumprit sebagai tanda dimulainya prosesi pengambilan air berkah oleh ratusan Bikkhu, Bhikuni, dan umat Buddha Indonesia dari berbagai majelis.

Prosesi pengambilan air berkah dari mata air alam Umbul Jumprit itu merupakan rangkaian dalam menyambut perayaan Tri Suci Waisak 2566 Tahun Buddhis.

Prosesi ritual berlangsung dengan khidmat. Perwakilan majelis bergantian melakukan ritual yang diawali dengan penyalaan dupa dan lilin panca warna.

Usai melakukan ritual, para Bikkhu dan Bhikuni kemudian mengambil air bekah yang berjarak sekitar 20 meter dari lokasi ritual.

Para Bikkhu dan Bhikuni secara bergiliran berjalan ke arah Sendang berbentuk gua tempat mata air mengalir.

Di sepanjang jalan menuju Sendang, tampak dupa-dupa kecil menghiasi tebing di bawah pohon beringin dan cemara yang berusia puluhan tahun.

Para Bikkhu kemudian mengambil air berkah dan dimasukkan ke dalam kendil berhias bunga melati dengan gayung dari batok kelapa.

Di bawah Sendang, terdapat makam Eyang Jumprit yang wafat pada 1308. Menurut warga sekitar, Sendang Umbul Jumprit sudah ada sejak zaman kerajaan Majapahit yang menjadi tempat bertapa para rohaniawan Buddha dan Hindu.

Ada delapan majelis Buddha yang mengikuti ritual air berkah, yakni Majelis Theravada Indonesia, Sangha Theravada Dharmayut Indonesia, Sangha Mahayana, Sangha Tantrayana Palpung, Sangha Mahanikaya Indonesia, Majelis Kasogatan dan Madatantri, Majelis Agama Buddha Guangji Indonesia dan Majelis Matresia.

Baca juga   Status Darurat di Kazakhstan, Dubes RI Jaga Komunikasi dengan WNI

Prosesi ritual pengambilan berkah ini mendapat penjagaan dari Satpol PP, Babinsa, dan Brimob Polres Temanggung.

Makna Air Berkah

Tampak hadir membersemai dalam ritual pengambilan air berkah, Kabag Keuangan dan Umum Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama Triroso, para Pembimas Buddha dan tokoh masyarakat setempat.

Mewakili Plt Dirjen Bimas Buddha, Triroso, mengatakan pengambilan air berkah yang digelar setiap menyambut perayaan Waisak memiliki makna mendalam bagi umat Buddha di Indonesia.

“Dalam agama Buddha, tentunya kita menyambut perayaan Waisak dengan menyelaraskan alam dan air yang menjadi sumber kehidupan, kebersihan dan lambang kerendahan hati serta ketenangan dalam kehidupan,” kata Triroso usai prosesi pengambilan air berkah di Umbul Jumprit.

Ditambahkan Triroso, untuk itu tradisi pengambilan air berkah ini akan tetap dilestarikan dan memaknainya bukan sekadar ritual melainkan secara esensial dari air yang perlu dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Buddha lanjutnya Triroso menghimbau kepada segenap umat Buddha Indonesia untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan dalam perayaan Waisak tahun ini.

“Pandemi belum berakhir. Mari kita tetap disipilin dengan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Semoga berkah para Bhanthe dan Bikkhu dapat mengakhiri pandemi di negeri ini,” harap Triroso.

Prosesi pengambilan berkah di Umbul Jumprit merupakan rangkaian ke empat menyambut perayaan Tri Suci Waisak 2566. Sebelumnya, karya bakti, bakti sosial, dan pengambilan api Dharma di Mrapen.

Baca juga   Antisipasi Lonjakan Volume Sampah, Temanggung Siapkan Tambahan Personel Kebersihan

Aktivitas ritual ini sempat terhenti selama dua tahun yakni 2020-2021 akibat pandemi Covid-19.

Air berkah yang diambil dari Umbul Jumprit kemudian diarak menggunakan mobil dengan pengawalan polisi menuju candi Mendut untuk disemayamkan dan disakralkan.

Tiba di Candi Mendut, air berkah disambut dan diterima oleh Plt Dirjen Bimas Buddha Nyoman Suriadarma bersama perwakilan majelis Buddha diantaranya Walubi dan Permabudhi.

Di hadapan umat Buddha yang menyambut kedatangan air berkah, Plt Dirjen Bimas Buddha Kemenag Nyoman Suriadarma menyampaikan ucapan terima kasih atas lancarnya prosesi pengambilan air berkah di Umbul Jumprit.

Nyoman Suriadarma menambahkan api dan air sudah diterima untuk kemudian disemayamkan.

“Air dari sisi nyata adalah sumber energi dalam tubuh. Dari aspek simbolis air ini salah satu bentuk kerendahan hati karena air mengalir selalu mencari tirik rendah,” kata Nyoman Suriadarma.

“Dan air selalu juga tidak membeda-bedakan siapa yang harus diberikan kehidupan. Itulah air yang sesungguhnya sangat universal manfaatnya sehingga kehidupan tetap berjalan sampai hari ini,” sambungnya.

Dijelaskan Nyoman Suriadarma, rangkaian kegiatan akan berlanjut besok pagi di mana air dan api akan di bawa ke candi Agung Borobudur dan malamnya dengan kegiatan detik-detik perayaan Waisak.

“Kami dari Kementerian Agama sangat senang dan berbahagia serta mendukung agar perayaan Waisak dapat berjalan lancar dan umat Buddha merasakan kebahagian dalam mengikuti prosesi perayaan Waisak yang mengusung tema Jalan Kebijaksanaan Menuju Kebahagiaan,” tutupnya.

(Wandi/N1)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Foto: ANTARA

News

OJK Terbitkan POJK bagi Lembaga Jasa Keuangan Nonbank
Desain tempat peristirahatan terakhir Eril yang dirancang sang ayah, Ridwan Kamil. Foto: Instagram @ ridwankamil

News

Siapkan Makam Istimewa untuk Eril, Begini Gambar Desain yang Dirancang Ridwan Kamil
Foto ilustrasi pelaksanaan vaksinasi yang digelar di Kabupaten Batang. (Foto:MC Kab Batang)

News

Kembali Level 3, Batang Genjot Vaksinasi 1 Persen per Hari
Kapolres Temanggung memecat anggotanya yang desersi melalui upacara satuan. (Foto:istimewa)

News

Tinggalkan kedinasan 18 Bulan, Anggota Polres Temanggung Dipecat
Foto: Humas Pemkot Yogya

News

Hadapi Libur Akhir Tahun Pemkot Yogya Siagakan Kembali Satgas Covid-19
(Foto: Kemenkes)

News

Ini Sejumlah Langkah yang Dilakukan Kemenkes Menghadapi Omicron
Menkes Budi Gunadi Sadikin, mengatakan setiap orang berhak mendapatkan vaksin Covid-19 termasuk masyarakat yang tinggal di daerah dengan distribusi serta akses vaksinasi yang sulit. (Foto: Kemenkes)

News

Pemerintah Upayakan Vaksinasi bagi Masyarakat Adat dan Pedalaman
Ketua DPR Republik Indonesia, Puan Maharani hadir secara virtual pada Rapat Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI, Lodewijk F Paulus pada Selasa (15/2/2022). (Foto: Biro Humas DPR)

News

DPR Setujui Delapan UU, Puan Maharani: Pandemi Tetap Produktif