Home / News

Kamis, 6 Januari 2022 - 16:50 WIB

Akibatkan Kemacetan, Aksi Demo Tolak Bendungan Bener Dikecam Warga Yogya

Aksi unjukrasa yang digelar Gempadewa Purworejo mendapat kecaman warga Yogya. (Foto: Zainuri Arifin).

Aksi unjukrasa yang digelar Gempadewa Purworejo mendapat kecaman warga Yogya. (Foto: Zainuri Arifin).

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Sejumlah kalangan masyarakat, tokoh dan kelompok organisasi massa (ormas) di Yogyakarta menyampaikan kekesalan, kekecewaan dan rasa prihatinnya sekaligus memberikan kecaman atas  aksi unjukrasa yang dilakukan oleh sekelompok warga dari Desa Wadas, Bener, Purworejo, yang menamakan diri  komunitas Gempadewa.

Kelompok tersebut, Kamis (6/1/2022) menggelar aksi untuk menyampaikan aspirasinya dalam menolak dibangunnya Bendungan Bener yang merupakan program nasional di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu-Opak Yogyakarta, Jalan Laksda Adisucipto Yogyakarta.

Kedatangan rombongan peserta aksi unjukrasa dari Purworejo sejak pukul 12.30 Wib langsung melakukan longmarch dari jembatan layang Janti menuju Kantor BBWS yang berjarak sekitar 200 meter. Peserta berjumlah kuranglebih 100 orang berjalan sembari berorasi. Tak ayal aksi itu menyedot perhatian pengguna jalan hingga mengganggu arus lalulintas.

Sementara, pihak kantor BBWS yang belum menerima tembusan surat pengajuan audensi maupun surat ijin aksi dari kelompok komunitas warga yang menolak proyek nasional pembangunan Bendungan Bener pun tidak dapat menerima kehadiran peserta aksi.

Baca juga   Hari Ini 2500 Pelajar di DIY Terima Vaksinasi Covid-19

Akibatnya, peserta aksi pun menutup akses jalan. Kemacetan panjang tak terhindarkan. Nyaris pengguna jalan terlibat bentrok dengan peserta aksi unjukrasa. 

“Sebenarnya unjuk rasa bertujuan baik yakni menyuarakan aspirasi rakyat. Namun, sayangnya aksi semacam ini dinilai sebagai peluapan emosi yang tidak terkendali. Oleh sebab itu, elemen masyarakat diajak untuk bersikap dewasa mungkin dalam mengatasi permasalahan yang ada. Terlebih, kebebasan dalam menyalurkan aspirasi baik lisan dan tertulis telah diatur di UUD 1945 dan UU RI Nomor 9 Tahun 1998 yang menetapkan bahwa hak warga negara dan penduduk untuk berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan maupun tulisan, dan sebagainya, syarat-syarat akan diatur dalam undang-undang,” kata Haryanto warga Kalasan, Sleman pengguna jalan yang terjebak dalam kemacetan panjang akibat unjukrasa.

Hal senada juga disampaikan sejumlah ketua ormas di Yogyakarta. Ketua Organisasi Massa (Ormas Forum Komunikasi Jogja Rembuk (FKJR) yang akrab disapa Mbah Dal bahkan sangat mengecam dilaksanakan aksi unjukrasa kali ini, yang dilakukan oleh kelompok Gempadewa.

Baca juga   Waspada! Varian Delta Mulai Ditemukan di Beberapa Wilayah Jateng

“Jujur kami warga Yogyakarta mengecam aksi tersebut. Kehadiran mereka telah membuat tidak nyaman masyarakat Yogya. Aksinya terkesan tidak terkendali dan , mengganggu kepentingan umum. Apalagi mereka bukan orang Yogya yang tidak memiliki kepentingan terhadap Kota Yogya,” kata Mbah Dal.

Ia juga menambhakan, bahwa dalam peraturan tersebut sangat jelas bahwasanya masyarakat diberi kebebasan menyampaikan pendapat tetapi harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, kebebasan ini telah dijamin oleh negara tapi tidak boleh dilakukan secara anarkis.

Harus ada kewajiban bagi yang melakukan demonstrasi seperti menghormati hak-hak orang lain dan menjaga keamanan dan ketertiban demi menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.

“Lha ini, peserta aksi dari luar Yogya, aksinya tidak ada kepentingan untuk Yogya. Tidak memiliki izin dari Kepolisian, membuat macet jalan, mengganggu ketertiban umum. Jujur kami sampaikan kami tidak akan tinggal diam, jikalau kegiatan serupa dilakukan kembali. Yogya kota budaya yang memiliki kearifan lokal, budaya santun,” kata Ketua FKJR. 

(N2)

Share :

Baca Juga

Suasana persidangan saat Ketua Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman (kiri) berbincang dengan anggota Majelis Hakim MK Saldi Isra dalam salah satu sidang di MK. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww)

News

MK Batalkan PT Taspen dan PT Asabri Melebur ke BPJS Ketenagakerjaan
Ilustrasi swab PCR. (Foto:Halodoc)

News

Biaya Swab PCR Turun, Kualitas Hasil Dijamin Sama
Gunung Semeru muntahkan awan panas. Guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah. (Foto: Istimewa)

News

Gunung Semeru Semburkan Awan Panas
(Foto: Tangkapan Layar/Putri)

News

Menkes: Varian Omicron Belum Teramati di Indonesia
Presiden Joko Widodo dengan baju adat Suku Baduy Jamang Sangsang. (Foto:agus suparto/twitter@jokowi)

News

Baju Suku Baduy yang Dipakai Jokowi di Sidang Tahunan MPR 2021 Ternyata Harganya Cuma Segini
(Ilustrasi:nyatanya.com)

News

Terus bertambah, Sembuh Covid-19 DIY Hari Ini 2.816 Orang
Ilustrasi vaksin Moderna. (Foto: istimewa)

News

Vaksinasi Dosis Ketiga bagi Nakes Jateng Dimulai Minggu Ini
Ganjar Pranowo. (Foto: Humas Jateng)

News

Ganjar Kecolongan, Brebes Kembali ke PPKM Level 4