Home / News

Minggu, 6 November 2022 - 11:16 WIB

Akomodasi Daerah Otonom Baru, Kemendagri Matangkan Rancangan Perppu Pemilu 2024

Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Pol PUM) Kemendagri Bahtiar. ANTARA/HO-Kemendagri/am

Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Pol PUM) Kemendagri Bahtiar. ANTARA/HO-Kemendagri/am

NYATANYA.COM, Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mematangkan rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Pemilihan Umum, yang salah satunya untuk mengakomodasi aturan tentang penyelenggaraan Pemilu 2024 di tiga daerah otonom baru (DOB) Papua, yakni Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

“Semalam kami sudah rapat konsinyering dengan penyelenggara pemilu dan DPR untuk mematangkan Perppu,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Pol PUM) Kemendagri, Bahtiar, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (4/11/2022).

Bahtiar mengatakan, pihaknya telah mendengarkan berbagai aspirasi dari penyelenggara pemilu yang nantinya akan diakomodasi dalam Perppu.

“Kami sudah dengarkan masukan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), termasuk jumlah daerah pemilihan dan seterusnya. Dalam waktu dekat Insyaallah dirampungkan,” kata Bahtiar.

Baca juga   BNPT dan Jepang Bahas Penanggulangan Terorisme di Media Sosial

Menurut Bahtiar, sebagaimana tertuang pada Pasal 20 Undang-undang (UU) Nomor 14, 15, dan 16 Tahun 2022 diamanatkan agar ketentuan mengenai pengisian kursi DPR RI, DPD RI, DPR Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan untuk diatur lebih lanjut dalam UU mengenai pemilu.

Amanat mengenai pengisian kursi DPR RI, DPD RI dan DPRD itu sebagaimana akibat dari dibentuknya tiga daerah otonomi baru tersebut.

Dengan demikian, kata Bahtiar, tiga DOB harus disertakan ke dalam Pemilu Serentak 2024 sesuai dari mandat UU pembentukan daerah otonomi baru itu.

Sebelumnya, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) John Wempi Wetipo, secara resmi telah menyerahkan data agregat kependudukan per kecamatan (DAK2) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 14 Oktober 2022.

Baca juga   Ini Lima Instruksi Presiden Terkait Pemilu 2024

Wamendagri Johm Wempi menegaskan, DAK2 berdasarkan data kependudukan semester I 2022 berjumlah 275.961.267 jiwa.

Jumlah tersebut terdiri dari laki-laki sebanyak 138.999.996 jiwa dan perempuan sebanyak 136.361.271 jiwa tersebar di 37 provinsi, termasuk 3 (Tiga) DOB di Papua, dan 514 kabupaten/kota serta 7.266 kecamatan.

“Jumlah penduduk per kecamatan akan digunakan untuk menentukan daerah pemilihan. Sedangkan daftar penduduk potensial pemilih pemilihan (DP4) yang akan dijadikan sebagai basis data dasar data pemilih akan kami serahkan Desember 2022,” kata Wamendagri John.

(*/N1)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Dedy Permadi. (Foto: InfoPublik)

News

Menkominfo Cabut Izin Pita Frekuensi Radio PT Net Satu Indonesia
Presiden Joko Widodo ketika membuka Kongres Ekonomi Umat ke-2 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tahun 2021 pada Jumat (10/12/2021). (Foto: BPMI Setpres)

News

Indonesia Masuk 20 Besar Negara dengan PDB Terbesar di DUnia
Ilustrasi vaksinasi. Terdapat 29 Provinsi di tanah air yang telah berhasil melakukan vaksinasi Covid-19 dosis pertama kepada lebih dari 70 persen populasi penduduknya. (Foto: InfoPublik)

News

Presiden: Ada 29 Provinsi Capai 70 Persen Vaksinasi Covid-19
Bupati Joko Sutopo, saat Sosialisasi PMK Hewan Ternak kepada Paguyuban Peternak dan Pedagang Hewan Ternak Sapi dan Kambing Kabupaten Wonogiri, Rabu (25/5/2022). Foto: Kominfo Wng

News

Pemkab Wonogiri Tutup Seluruh Pasar Hewan, 13 Sapi Tersuspek PMK Berasal dari Luar Daerah
(Foto: Kemenkumham)

News

Kemenkumham: Regulasi Terpidana Mati Perlu Ditinjau Ulang
Stasiun Yogyakarta dan kawasan Malioboro sebagai kawasan wajib memakai Masker dan wajib vaksin. (Foto: agoes jumianto)

News

PPKM Darurat, 269 Tempat Usaha Non-esensial Ditutup Paksa
Foto: ANTARA

News

Menko Airlangga: Digitalisasi Jadi Salah Satu Kunci Sukses Penanganan Pandemi

News

Cegah Omicron, WNA dari 14 Negara Ini Dilarang Masuk Sementara ke Indonesia