Home / Peristiwa

Selasa, 27 Juli 2021 - 22:59 WIB

Alun-alun Klaten Dibuka untuk PKL, Makan di Tempat 20 Menit

Bupati Klaten Sri Mulyani. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Klaten)

Bupati Klaten Sri Mulyani. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Klaten)

NYATANYA.COM, Klaten – Pemkab Klaten menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 sebagai tindak lanjut penanganan Covid-19. Aturan tersebut melanjutkan aturan yang berlaku selama masa PPKM Darurat.

Dalam PPKM level 4, sebagian besar aturan masih melanjutkan PPKM Darurat dengan tujuan untuk meminimalisasi mobilitas masyarakat. Namun dalam PPKM terbaru ini, pemerintah memberikan beberapa kelonggaran untuk sejumlah usaha, termasuk terkait pedagang kecil.

Dalam Instruksi Bupati Klaten Nomor 10/2021 tetang PPKM level 4, usaha kecil seperti warung makan dan pedagang kaki lima (PKL) diizinkan buka hingga pukul 20.00 WIB. Selain itu, warung makan juga diizinkan untuk melayani makan di tempat atau dine in dengan ketentuan maksimal hanya 20 menit dan dibatasi tiga orang pengunjung.

Baca juga   11 Ribu Vaksin untuk Puskesmas Batang Didistribusikan

Bupati Klaten, Sri Mulyani mengatakan selain memperbolehkan layanan makan di tempat, Pemkab Klaten juga memberikan dispensasi lain yang diterapkan selama PPKM level 4 diterapkan, yaitu dibukanya kembali Alun-alun Klaten untuk aktivitas PKL. Namun operasionalnya tetap dibatasi hingga pukul 20.00 WIB. Sementara, penyekatan arus lalulintas tetap diberlakukan khusus di Jalan Pemuda selama pemberlakukan PPKM level 4.

“Meskipun begitu, saya minta pedagang untuk memperhatikan prokesnya. Tutupnya tidak perlu lagi menunggu petugas, harus tertib dengan kesadaran,” ungkapnya, Selasa (27/7/2021) dikutip dari situr resmi Pemkab Klaten.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Klaten, Joko Hendrawan mengatakan pengawasan aturan makan di tempat akan diawasi bersama. Dalam hal ini, pengawasan juga akan dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa di wilayah kerja masing-masing.

Baca juga   Polres Temanggung Gencarkan ‘Tracking’ OTG

“Pengawasan harus dilaksanakan bersama, mulai dari kabupaten, kecamatan, hingga tingkat desa. Sehingga jangan sampai kelonggaran yang diberikan justru dilanggar dan membawa dampak negatif bagi masyarakat sendiri,” katanya.

Menurutnya pengawasan aturan makan di tempat menjadi perhatian khusus oleh semua pihak. Pasalnya aturan tersebut tidak dapat ditegakkan tanpa adanya kesadaran masyarakat dan pelaku usaha.

“Pedagang dan pemilik warung kami minta untuk ikut mengawasi prokesnya. Yang mengetahui durasi makan pelanggan juga pemilik warung, sehingga diharapkan ikut mengingatkan. Selesai makan tidak perlu ngobrol dan segera pulang,” katanya. (*)

Share :

Baca Juga

Identifikasi varietas padi Sri Mulyo oleh Distan Pangan Kabupaten Magelang. (Foto:nyatanya.com/Humas Magelang)

Peristiwa

Setelah Punya Varitas Padi Mentik Wangi Susu, Kini Magelang Siapkan Varitas Unggulan Kedua
Belum semua pedagang di Pasar Beringharjo membuka dagangannya, meski PPKM Level 4 diperpanjang dengan beberapa kelomnggaran. (Fot: Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Meski Diizinkan Buka Kembali, Belum Semua Pedagang Pasar Berjualan
Pemulasaran jenazah mulai libatkan tim KTB. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

KTB Mulai Dilibatkan dalam Pemulasaran Jenazah
Sri Sultan saat meresmikan Balai Budaya Panggungharjo, Bantul pada Senin 20 September 2021. (Foto: Humas Pemda DIY)

Peristiwa

Dibiayai Danais, Balai Budaya Panggungharjo Diresmikan Sri Sultan
Tim Relawan Kricak Kidul siap menjalankan tugas kemanusiaan. (Foto:nyatanya.com/Agoes Jumianto)

Peristiwa

Siap 24 Jam dan Tak Kenal Lelah! Tim Relawan Kricak Kidul Berharap Pandemi Corona Segera Usai
Pojok hijau dan Muria Farm di Desa Besito menghasilkan sayuran berkualitas. (Foto: Diskominfo Kudus)

Peristiwa

PKK Dorong Geliat UMKM dalam Masa Pemulihan Ekonomi
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam paparannya saat kunjungan kerja di Klaten. (Foto: Humas Pemkab Klaten)

Peristiwa

Kunjungi Klaten, Panglima TNI dan Kapolri Minta 3T Diperketat
Ganjar Pranowo melihat pelaksanaan vaksin untuk penyandang disabilitas mental di Rembang. (Foto:nyatanya.com/Humas Jateng)

Peristiwa

Ratusan Penyandang Disabilitas Mental di Rembang Terima Vaksinasi