Home / Panggung

Jumat, 25 Agustus 2023 - 22:26 WIB

Alunan Slendro Pelog Siswa SD hingga Kolaborasi Seniman Indonesia-Mexico Meriahkan Konser YGF28

Konser Gamelan hari pertama Yogyakarta Gamelan Festival ke-28 di Plaza Ngasem berlangsung meriah. (Foto: Dok.YGF)

Konser Gamelan hari pertama Yogyakarta Gamelan Festival ke-28 di Plaza Ngasem berlangsung meriah. (Foto: Dok.YGF)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Penampilan 43 siswa dari SD Tumbuh Yogyakarta membuka perhelatan konser gamelan dalam Yogyakarta Gamelan Festival ke-28 (YGF28) di Plaza Pasar Ngasem, Kamis (24/8/2023) malam.

Mereka membawakan sejumlah komposisi karya, seperti Cublak-Cublak Suweng dan Gundul-Gundul Pacul dengan gamelan slendro pelog.

Gambaran komposisi ini mengambil latar di suatu desa terdapat beberapa anak sedang bermain Cublak-Cublak Suweng.

Permainan yang sudah hampir punah ini mereka mainkan dengan riang gembira sampai mereka lupa waktu, sehingga orang tua mengingatkan mereka untuk pulang.

Penampilan siswa SD Tumbuh Yogyakarta membuka perhelatan konser gamelan dalam YGF28 di Plaza Pasar Ngasem, Kamis (24/8/2023) malam. (Foto: Dok.YGF28)

Kemudian para orang tua melanjutkan kegiatan mereka di ladang. Karena sudah lelah mereka pun menghibur diri dengan menyanyikan tembang Gundul-Gundul Pacul sebagai pengingat agar mereka tetap menjadi manusia yang bersahaja.

Kolaborasi seniman Indonesia dan Mexico hadir dalam SriMara yang menjadi penampil kedua pada hari pertama YGF28.

Grup yang dipimpin komposer Victor Hugo Hidalgo ini mempersembahkan permainan gamelan yang dibalut dengan musik elektronik.

Komposisi yang bernama Upaṭṭhāna merupakan sebuah karya seni pertunjukan untuk alat musik gamelan, suara dan musik elektronik yang mendeskripsikan perjalanan antara lingkungan yang kacau, terutama dalam kota dan introspeksi diri dalam lingkungan tersebut.

Melalui karya ini penonton diajak untuk bermeditasi, bersantai dan istirahat dalam segala peristiwa yang manusia mengalami setiap hari.

Penampilan Sanggar Seni Terune Jaye Lombok di panggung konser YGF28. (Foto: Dok.YGF)

Paguyuban Karawitan Putri Yogyakarta (Pawitra) menjadi penampil ketiga YGF28 hari pertama.

Baca juga   KUBE Kota Yogya Terima Bantuan Pengembangan Usaha RP23 Juta

Komunitas ini merupakan wadah kreatif para perempuan, baik pelaku, pelajar, maupun peminat seni karawitan secara umum.

Pawitra memulai kegiatan perdananya dengan dukungan dari komunitas karawitan putri dalam lingkup kabupaten dan juga komunitas Gayam 16.

Dalam YGF28 kali ini, 28 pengrawit dari Pawitra membawakan dua komposisi Ladrang Kenya Wibawa Laras Slendro Pathet Sanga dan Layung Laras Pelog Pathet Barang.

Komposisi pertama mengusung tema perempuan. Empu dari segenap kecerdasan, darinya terjaga, selalu terwariskan.

Komunitas Musik Gambang Semarang. (Foto: Dok.YGF)

Ia sendiri adalah ilmu, kerut dahinya adalah doa, air matanya lautan iba. Itulah alasan bumi acapkali disebut ibu, samuderanya pun dijaga ratu.

Sementara sinopsis repertoar kedua mengangkat senja yang identik dengan suka dan duka dalam kehidupan manusia.

Sanggar Seni Terune Jaye Lombok menjadi penampil keempat yang membawakan tiga komposisi berjudul Gendang Beleq – Manuk Belage, Klentang – Lalo Nyongkol, dan Dua Warna – Sesengak Sasak.

Sanggar Seni Terune Jaye menghadirkan repertoar-repertoar musik yang biasanya menjadi pengiring dalam setiap gawe di Suku Sasak.

Komposisi ini bercerita tentang setiap suku di Indonesia memiliki pergelaran tradisi sebagai bagian dari ekspresi budayanya. Demikian pula dengan Suku Sasak di Nusa Tenggara Barat.

Gawe (Begawe) memiliki arti acara – kegiatan masyarakat yang dilakukan secara bergotong royong untuk sebuah perayaan.

Baca juga   Jadwal Bioskop Cinepolis Lippo Plaza Jogja Minggu 24 Maret 2024, Kukejar Mimpi

Bagi masyarakat Sasak, setiap gawe selalu memiliki makna nilai dan kearifan tertentu yang terkait dengan spiritual, integrasi sosial serta hubungan masyarakat dengan alam.

Penonton menikmati Konser Gamelan hari pertama YGF28 di Plaza Pasar Ngasem. (Foto: Dok.YGF)

Konser gamelan hari pertama YGF28 ditutup dengan penampilan Komunitas Musik Gambang Semarang (KMGS) yang membawakan komposisi dengan instrumen gambang semarang bertemakan Kota Semarang.

Ada lima judul komposisi yang dibawakan, yakni, Dugderan Semarang, Gambang Semarang, Semarangan, Jangkring Genggong, dan Lenggang Kangkung.

Menurut Project Director YGF28 Ishari Sahida atau Ari Wulu, Keberadaan perhelatan kali ini tidak lepas dari para pendahulu yang sudah menggunakan waktunya untuk memperkenalkan gamelan.

YGF merupakan sebuah perayaan atas gamelan, yang menjadi tempat berkumpul para pemain dan pecinta gamelan seluruh dunia, dan sudah diselenggarakan sejak tahun 1994 oleh Sapto Raharjo (alm).

“Peristiwa ini penting untuk dilakukan sebagai salah satu langkah strategis dalam memajukan kebudayaan Indonesia untuk memberikan kontribusi kepada peradaban dunia,” ujarnya.

Konser gamelan yang diadakan di Plaza Pasar Ngasem pada 24 sampai 26 Agustus 2023 merupakan rangkaian acara YGF28.

Perhelatan YGF28 yang mengusung tema Gamelan: Beyond Sound digelar selama satu minggu sejak 20 sampai 26 Agustus 2023.

Konser gamelan akan menghadirkan seniman dari dalam dan luar negeri, seperti Yogyakarta, Jepara, Cirebon, Pamekasan, Padang, India, Semarang, Lombok Barat, Meksiko, dan Malaysia. (N1)

Share :

Baca Juga

The Dance Company. (nyatanya.com/nagaswara)

Panggung

The Dance Company Rilis Single ‘Ayo Kawin!’
Penampilan Yogyakarta Royal Orchestra di Taman Budaya Gunungkidul, Senin (20/12/2021) pukul 19.00 WIB. (Foto: Humas Pemda DIY)

Panggung

Yogyakarta Royal Orchestra Sukses Gelar Konser Akhir Tahun 2021
Furiosa A Mad Max Saga dijadwalkan tayang di bioskop pada 24 Mei 2024 mendatang. (Istimewa)

Panggung

Film Furiosa A Mad Max Saga Rilis Trailer Kedua yang Menakjubkan
Titiek Puspa. (Foto: Musica Studio's)

Panggung

Ultah ke-84, Titiek Puspa Dapat Kado Spesial dari Musica Studio’s
Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih melepas rombongan #MyTourSuwun Album Cidro Asmoro Ndarboy. (Foto: Humas Pemkab Bantul)

Panggung

Dilepas Bupati Bantul, Ini Kota-kota yang Disambangi #MyTourSuwun Album Cidro Asmoro Ndarboy
Haryadi Suyuti. Foto: Humas Pemkot Yogya

Panggung

Bangun Jejaring Pelaku Budaya, Pemkot Yogya Launching Aplikasi Sapa Budaya
Ilustrasi jadwal bioskop CGV Jwalk Mall Yogyakarta. (Istimewa)

Panggung

Jadwal Bioskop CGV Jwalk Mall Yogyakarta Senin 25 Maret 2024, Inshallah A Boy
Anas Syahrul Alimi, pendiri Prambanan Jazz. Foto: Prambanan Jazz

Panggung

Prambanan Jazz 2023, dari Dewa 19 sampai Gipsy Kings by Andre Reyes, Ini Line Up Lengkapnya