Home / Peristiwa

Rabu, 9 Februari 2022 - 16:37 WIB

Ancam Petugas BPN dengan Sajam Ditangkap Polisi, Pengukuran dan Pembebasan Tanah Warga Wadas Berjalan Lancar

Sejumlah pengunjukrasa yang kedapatan membawa sajam dan pembuat onar dalam pelaksanaan pengukuran tanah oleh petugas BPN di Desa Wadas, Bener, Purworejo berhasil diamankan polisi. (Foto: Zainuri Arifin)

Sejumlah pengunjukrasa yang kedapatan membawa sajam dan pembuat onar dalam pelaksanaan pengukuran tanah oleh petugas BPN di Desa Wadas, Bener, Purworejo berhasil diamankan polisi. (Foto: Zainuri Arifin)

NYATANYA.COM, Purworejo – Aparat kepolisian Polres Purworejo, Selasa (8/2/2022) menangkap serta mengamankan sejumlah orang yang turut bergabung dalam aksi unjukrasa menolak dilakukannya pengukuran tanah di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo karena kedapatan membawa senjata tajam (sajam). Tidak kurang dari 23 warga yang turut dalam aksi itu langsung dicokok dan dibawa ke Polres Purworejo guna dimintai keterangan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dari hasil keterangan yang didapat, bahwa para pengunjukrasa tersebut terbukti bukanlah warga setempat, melainkan warga dari luar Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo. Disinyalir 23 orang yang mayoritas masih berusia muda sengaja disusupkan oleh pihak tidak bertanggungjawab guna mengacaukan serta membuat onar kegiatan pengukuran tanah milik warga yang mendukung dibangunnya proyek Bendungan Bener oleh petugas dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Selain berhasil menangkap  dan mengamankan pengunjukrasa yang terbukti membawa saja, pihak kepolisian Polres Purworejo juga berhasil mengamankan beberapa orang yang diduga sebagai dalang dan provokator dari aksi tersebut.

Penangkapan terhadap para pengunjukrasa tersebut bermula ketika petugas BPN hendak melaksanakan pengukuran tanah milik warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo yang telah sepakat untuk pembebasan tanah guna mendukung proyek nasional pembangunan Bendungan Bener pada Selasa (8/2/2022) pagi.

Baca juga   Tak Cuma Artistik, Ini Filosofi Bangunan Bambu Tempat Santap Siang Pimpinan G20 di Nusa Dua

Namun ketika petugas hendak melakukan pengukuran telah dilakukan penghadangan dengan gelar aksi  unjukrasa penolakan oleh sekelompok orang luar Desa Wadas. Guna menghindari adanya hal yang tidak diinginkan, aparat gabungan dari Polres Purworejo pun segera turun ke lapangan dan berhasil  mengamankan sebanyak 23 orang pengunjukrasa yang kedapatan membawa sajam.

Petugas BPN yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, bahwa sudah berulangkali rencana pengukuran tanah tidak dapat dilakukan disebabkan adanya ancaman, teror, intimidasi hingga penghadangan oleh orang yang menolak proyek pembangunan Bendungan Bener.

“Sudah beberapakali pengukuran tanah guna menyelesaikan pembebasan tanah milik  warga tidak dapat terlaksana akibat kami dihadang, diancam dan diintimidasi. Alhamdulillah, hari ini pengukuran tanah dapat dilaksanakan berkat bantuan pengamanan dari pihak kepolisian. Selain itu juga mereka yang selama ini mengancam dan meneror kami berhasil diamankan beserta barang bukti sajam. Padahal, mereka itu semua bukanlah warga Desa Wadas, melainkan orang luar Wadas yang tidak memiliki tanah di desa ini. Mereka hanya disusupkan oleh orang yang tak bertanggungjawab demi kepentingan pribadi,” terangnya.

Baca juga   Kurir JNE Nyambi Kirim Paket Ganja Dicokok Polda Banten, Mengaku Dibayar Segini

Sementara, warga Desa Wadas para pemilik tanah yang telah dibebaskan tanahnya berulangkali merasa senang dan mengucap syukur dengan berhasil dilakukannya pengukuran tanah miliknya. Lebih dari 2 tahun mereka hidup dalam kecemasan dan ketakutan akibat menerima teror dari sejumlah orang karena telah mendukung proyek pembangunan Bendungan Bener.

“Selama ini kami takut, cemas dan khawatir. Kami diintimidasi, diancam dan diteror karena rela tanah kami dibebaskan pemerintah guna mendukung pembangunan proyek Bendungan Bener. Sekarang kami merasa lega. Pembebasan tanah kami sudah direalisasikan dengan dimulainya pengukuran tanah. Selain itu kami juga merasa tenang karena orang-orang yang selama ini meneror kami telah ditangkap,” kata Sabar (53) warga Wadas yang tanahnya turut dibebaskan dan menunggu proses pembayaran ganti untung dari pemerintah.  (N2)

Share :

Baca Juga

Maskapai TransNusa sukses melakukan proving flight dengan rute Bandara Sokearno-Hatta (CGK) menuju Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) menggunakan pesawat Airbus A320 Neo PK-TLA dengan nomor penerbangan 8B 532. (Foto: TransNusa)

Peristiwa

Sukses Lakukan Uji Operasi, Maskapai TransNusa Siap Beroperasi Kembali
Kerusakan akibat gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022). Foto: ANTARA/Novrian Arbi

Peristiwa

Pemkab Cianjur Siapkan Anggaran Sewa Rumah untuk Korban Gempa, Per KK Dapat Segini
Ganja yang ditanam tersangka YS di rumahnya di Jalan Martadinata Merauke. (Foto: Mc.Mrk)

Peristiwa

Ketahuan Tanam Ganja, Siswa SMAN 1 Merauke Tak Berkutik Saat Ditangkap Polisi
Petugas SAR Kaliurang saat mengevakuasi korban. (Foto: Twitter SAR Kaliurang)

Peristiwa

Kurang Hati-hati, Pria Ini Jatuh dari Tebing Setinggi 5 Meter Saat Tebang Pohon Bambu
Kapolsek Demak Kota Iptu Miftahun Nur, Sh, Mh bersama dengan Kanit Binmas Aiptu Tego LLA dan Kanit Intel Aipda Nur Efendi menyambangi Klenteng Poo An Bio Demak. Kamis (27/1/2022). (Foto: Kominfo Demak)

Peristiwa

Antisipasi Polsek Demak Hadapi Perayaan Tahun Baru Imlek
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK) Migas bersama kontraktor minyak dan gas bumi Premier Oil Tuna BV berhasil menemukan cadangan minyak dan gas bumi di Wilayah Kerja Tuna, lepas pantai Natuna Timur, yang berada di perbatasan Indonesia dengan Vietnam. (Foto: ANTARA)

Peristiwa

SKK Migas dan Kontraktor Temukan Cadangan Migas di Natuna
Hasil dokumentasi visual dari pesawat nirawak/drone pada titik longsoran di hulu Talamau yang terbawa arus sungai ke hilir menuju rumah penduduk. (Foto: BPBD Kabupaten Limapuluh Kota)

Peristiwa

BMKG: Video Lumpur Bergerak Pascagempabumi Pasaman Bukan Likuifaksi
Pelepasan Ekspor Komoditas Kacang Tanah, di Depo Pemeriksaan dan Perlakuan Karantina, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Rabu (1/12/2021). (Foto: Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Jateng Ekspor 60 Ton Kacang Tanah ke Malaysia