Home / News

Sabtu, 18 September 2021 - 11:51 WIB

Angin Ribut Memporak-porandakan 70 Rumah di Semarang

Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat menyambangi warga yang menjadi korban bencana angin ribut di Kecamatan Bancak. (Foto: Diskominfo Kabupaten Semarang)

Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat menyambangi warga yang menjadi korban bencana angin ribut di Kecamatan Bancak. (Foto: Diskominfo Kabupaten Semarang)

NYATANYA.COM, Semarang – Sedikitnya 70 unit rumah warga rusak akibat angin ribut yang melanda tiga desa di Kecamatan Bancak Kabupaten Semarang, yakni Desa Jlumpang, Plumutan, dan Boto, Kamis (16/9/2021).

Kades Jlumpang Muhammad Jamil menjelaskan, angin ribut terjadi pada Kamis (16/9/2021) selepas Maghrib. Angin kencang menerpa lima dusun yang mengakibatkan 50 unit rumah rusak. Kerusakaan bervariasi, dari ringan, sedang, dan berat.

“Warga langsung bergotong royong membantu dan menyingkirkan puluhan pohon yang tumbang dibantu TNI, Polri, dan relawan,” terangnya disela-sela mendampingi bupati, Jumat (17/9/2021).

Camat Bancak Febru Suryanto menerangkan, bencana angin ribut di tiga desa di wilayahnya mengakibatkan kerugian sekitar Rp500 juta lebih. Terinci, ada 20 unit rumah di Desa Plumutan dan 50 unit rumah di Jlumpang yang rusak.

Baca juga   Penuhi Permintaan, PMI Yogya Tambah 5 Mesin Plasma Konvalesen

Selain itu, lanjutnya, ada satu kandang ayam, masjid, dan perpustakaan sekolah dasar yang rusak. Sedangkan di Desa Boto satu unit rumah roboh dan satu unit rumah rusak tertimpa pohon.

“Tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Semarang bergerak cepat dalam menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga terdampak angin ribut. Bahkan, penyaluran bantuan dilakukan kurang dari 24 jam.

Baca juga   Bulan Dana PMI Terapkan Pembayaran Digital

Bantuan diserahkan Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat menyambangi warga yang menjadi korban bencana angin ribut di tiga desa di Kecamatan Bancak, yakni Desa Jlumpang, Plumutan, dan Boto, Jumat (17/9/2021).

Pada kesempatan itu, bupati berpesan, agar warga waspada terhadap bencana alam, terlebih saat memasuki musim hujan.

“Warga diimbau waspada jika terjadi hujan mendadak. Sebab bisa terjadi bencana angin puting beliung ataupun tanah longsor,” tegas bupati.

Setelah disalurkan bantuan sembako, akan dilakukan pendataan kerusakan tempat tinggal warga untuk menentukan besaran dana bantuan perbaikan. (*)

Share :

Baca Juga

Mendagri M. Tito Karnavian. (Foto: kemendagri.go.id)

News

Mendagri Terbitkan Dua Instruksi Perpanjangan PPKM
Penampakan aktivitas Gunung Merapi Rabu (23/6/2021) pukul 21.40 WIB.(Foto:nyatanya.com/BPPTKG)

News

Baru Saja, Gunung Merapi 2 Kali Luncurkan Awan Panas
Walikota Gibran Saat meninjau booth informasi Indosat Ooredoo didampingi Direktur and Chief operating Officer Indosat Ooredoo, Vikram Sinha pada kegiatan peresmian Sistem Informasi Pintar sebagai platform kampung Digital. (Foto: Humas Pemkot Surakarta)

News

Solo Kembangkan Kampung Digital untuk Recovery Ekonomi
Konferensi pers tentang PON dan Pertumbuhan Ekonomi Papua di Media Center Kominfo Klaster Kabupaten Jayapura. (Foto:MCKominfo)

News

PDRB Papua Meningkat 1,10 Persen, PON XX Gerakkan Ekonomi Papua
Ganjar Pranowo saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Karimunjawa, Kabupaten Jepara. (Foto:Diskominfo Jateng)

News

Vaksinasi di Karimunjawa Ditargetkan Selesai Tiga Hari
Haryadi Suyuti dan Heroe Poerwadi turun langsung ke lapangan melihat pelaksanaan PPKM Darurat di Kota Yogyakarta. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

News

Selama PPKM Darurat, Malioboro Gelap Mulai Pukul 20.00 WIB
Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo dan jajarannya saat jumpa pers. (Foto: Diskominfo Pemalang)

News

Pemalang Level 2, Bupati Imbau Masyarakat Tetap Patuhi 3M
Gerhana Bulan total. Foto: nyatanya.com/istimewa

News

Catat, 26 Mei 2021 Terjadi Super Blood Moon