Home / Buku

Jumat, 30 Juli 2021 - 22:40 WIB

Angka Kecelakaan Kerja Masih Tinggi

Buku Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan penulis Ir. Anizar, M.Kes. (Foto:dokumentasi Graha Ilmu)

Buku Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan penulis Ir. Anizar, M.Kes. (Foto:dokumentasi Graha Ilmu)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Nasib tragis dialami RBS (29) warga Desa Mojolebak, Kecamatan Jetis, Mojokerto. Pegawai PT PBBP yang berada di Desa Lebaniwaras, Kecamatan Wringinanom, Gresik. Pekerja ini meregang nyawa setelah tersengat listrik.

Kejadian tersebut dialami RBS saat menjalankan tugas melebur besi di tungku masak dengan menggunakan tongcel yang terbuat dari besi berukuran sekitar 2 meter. Tidak disangka, badan korban bersentuhan dengan cerobong samping kanan tungku yang menghantarkan listrik bertegangan tinggi.

Tubuh korban sempat tersengat listrik hingga terpental. Kawan korban di lokasi kejadian sempat menolong dengan membawa korban ke rumah sakit terdekat namun nyawa korban tidak tertolong, dengan luka akibat sengatan listrik pada bagian jari tangan kanan dan dada. (Dikutip dari Kompas.com)

“Secara umum penyebab kecelakaan ada dua, yaitu unsafe action (faktor manusia) dan unsafe condition (faktor lingkungan). Kecelakaan pasti menimbulkan kerugian, baik dari segi biaya maupun waktu yang tersita,” kata Ir. Anizar, M.Kes., staf pengajar Departemen Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sumatera utara.

Baca juga   Bening, Gadis Rimba yang Luar Biasa

Dosen enerjik ini memperoleh gelar sarjana (S-1) Teknik Industri dari Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara tahun 1993 dan magister dari Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara tahun 2001.

Lebih lanjut dia menyatakan bahwa menurut penelitian, 80-85% kecelakaan disebabkan oleh faktor manusia. Padahal kecelakaan kerja hanyalah salah satu dari sekian banyak masalah di bidang kesehatan kerja seperti bahaya api dan kebakaran, pencahayaan, sistem ventilasi, bahaya radioaktif, ketersediaan alat pelindung diri, aneka penyakit akibat kerja, bahaya keracunan, dan kebisingan.

Di zaman modern ini hampir semua pekerjaan manusia telah dibantu oleh berbagai alat yang memudahkan pelaksanaan pekerjaan, yaitu mesin. Penggunaan mesin mendatangkan keuntungan besar, namun dapat juga menimbulkan kerugian. Mesin dapat rusak, meledak, atau terbakar.

Pada saat itulah dapat terjadi kecelakaan kerja. Dampak kecelakaan kerja dirasakan langsung oleh pekerja berupa cedera, mulai dari yang ringan sampai yang berat, bahkan kematian, seperti pada kecelakaan kerja di atas. Dampak tidak langsung dirasakan oleh masyarakat, misalnya dengan hilangnya waktu kerja dan menurunnya produktivitas.

Baca juga   RBI Online Tuntun Warga Jepang Mengenal Jakarta

Karena besarnya kerugian yang harus ditanggung oleh pekerja, industri dan bahkan juga masyarakat, maka kecelakaan kerja harus dicegah. Kesehatan kerja harus diupayakan semaksimal mungkin. Pencegahan kecelakaan kerja harus dilakukan berdasarkan pengetahuan tentang sebab-sebab kecelakaan.

Oleh sebab itu harus dilakukan analisis kecelakaan. Dari hasil analisis ini perusahaan akan dapat mengambil berbagai langkah dan upaya agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi. Sikap pekerja pun memegang peran penting dalam meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja.

“Kecelakaan kerja bukan hanya disebabkan oleh alat-alat kerja, tetapi juga disebabkan oleh sikap pekerja yang memunculkan kecenderungan untuk celaka (accident proneness). Jadi dibutuhkan kesadaran dan komitmen pengusaha dan pekerja untuk dapat bekerja dengan efisien, aman, nyaman, aman dan efektif sehingga kecelakaan kerja dapat diminimalkan,” kata Ir. Anizar, M.Kes., yang telah menulis buku Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja. (N1)

Share :

Baca Juga

Selain penghargaan untuk Sri Sultan, Daerah Istimewa Yogyakarta juga menerima penghargaan sebagai Provinsi Pencapai Nilai Tingkat Kegemaran Membaca Tertinggi se-Indonesia Tahun 2021. (Foto: Humas Pemda DIY)

Buku

Sri Sultan HB X Terima Penghargaan Nugra Jasadharma Pustaloka 2021
Buku Indonesia Melawan Corona Ala Kartunis. (Foto:nyatanya.com/Ignatius Anto)

Buku

Indonesia Melawan Corona Ala Kartunis
Perpustakaan Kota Yogyakarta kembali membuka layanan membaca di tempat, dengan kuota terbatas. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Buku

Perpustakaan Kota Yogya Kembali Buka Layanan Baca di Tempat
Buku Pembangunan Ekonomi Daerah dan Desa. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

Buku

Pembangunan Ekonomi Daerah dan Desa Masih Banyak Kendala
Nyoman Wijana dan buku Pencemaran, Pemulihan, dan Kualitas Lingkungan Hidup. (Foto: dokumentasi Plantaxia)

Buku

Banjir Besar Melanda Dunia
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi pimpin upacara dalam rangka memperingati Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca secara virtual. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Buku

Heroe Poerwadi: Pentingnya Membaca untuk Kemajuan Bangsa dan Negara
Saludin Muis dan penghargaan MURI yang diterimanya. (Foto:nyatanya.com/Istimewa)

Buku

Saludin Muis, Peraih Rekor MURI Pengarang Buku TI Terbanyak 2021
Melaty Anggraini, Nadia Fransiska, dan Jesica Nikita Rachel. (Foto: dokumentasi pribadi)

Buku

Menyiasati Isu Lingkungan Masyarakat Eropa