Home / Peristiwa

Kamis, 7 Oktober 2021 - 12:23 WIB

Antisipasi Bencana, Kapanewon Gamping Siapkan Kepengurusan FPRB

Pemerintah Kapanewon Gamping menyelenggarakan pertemuan bersama segenap komunitas relawan di Kantor Panewu Gamping, Rabu 6 Oktober 2021. (Foto:MC Kab Sleman)

Pemerintah Kapanewon Gamping menyelenggarakan pertemuan bersama segenap komunitas relawan di Kantor Panewu Gamping, Rabu 6 Oktober 2021. (Foto:MC Kab Sleman)

NYATANYA.COM, Sleman – Guna mempersiapkan pengukuhan kepengurusan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) yang ditujukan untuk memperkuat koordinasi dalam mengurangi risiko bencana, Pemerintah Kapanewon Gamping menyelenggarakan pertemuan bersama segenap komunitas relawan di Kantor Panewu Gamping, Rabu (6/10/2021).

Kegiatan diikuti oleh perwakilan komunitas relawan yang berasal dari Tim Reaksi Cepat, TKD Mitra Babinsa, Dharma Laku, Sigap 1011 Somojoyo, Tagana, RAPI, Srikandi, Merapi, Karbolo, Sahular, Lowo Rescue, Geplakan Siap Siaga, Garda Aksi Sosial Rescue, Senkom Mitra Polri, Rescue 920, Satuan Relawan Trihanggo, Tabah Rescue, Karang Taruna, serta Kelompok Informasi Masyarakat yang ada di wilayah Kapanewon Gamping.

Diskusi yang dipandu oleh Panewu Anom Gamping, Trisno Sunardi ini juga dihadiri oleh Panewu Gamping, Sarjono, Kanit Binmas Polsek Gamping, Iptu Subilal, dan Bati Komsos Koramil 17/GP, Serma Dalijo.

Baca juga   Mardiharto Tak Bersalah, Polda DIY Terbitkan SP3

Sebagai pemantik diskusi terkait kerelawanan, Panewu Gamping Sarjono mengungkapkan bahwa di dalam situasi yang genting dalam menghadapi wabah Covid-19 beberapa bulan silam sangat dibutuhkan peran serta dari para relawan.

Keterlibatan dalam hal kemanusiaan ini juga perlu dilakukan oleh para pengusaha seperti pengadaan armada ambulans yang sangat diperlukan dalam operasional penanganan warga terpapar Covid-19 agar mendapatkan penanganan medis yang cepat.

“Selain Posko untuk relawan sebagai pusat informasi, perlu adanya anggaran yang dapat dipergunakan sebagai fasilitas operasional ketugasan relawan dan pelaksanaan piket harian untuk mempermudah koordinasi pengurangan risiko bencana di wilayah Kapanewon Gamping,” tutur Sarjono.

Baca juga   Produk UMKM Sleman Kini Dijual di Indomaret

Hal senada disampaikan oleh Panewu Anom Gamping, Trisno Sunardi. Menurutnya, FPRB dimaksudkan untuk memberikan informasi, pengawasan, fasilitasi, dan konsultasi yang dimungkinkan dapat meminimalisir risiko bencana, sehingga terbentuk komunitas yang tanggap dan tangguh terhadap penanganan bencana alam maupun non alam yang terjadi.

“Saya harap setelah dikukuhkan nanti kepengurusan FPRB segera menyusun program kerja yang terukur dan terarah terkait pengurangan risiko bencana sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan di lapangan agar fungsinya sebagai wadah yang dapat menyatukan berbagai komunitas relawan yang bergerak dalam mendukung upaya pengurangan resiko bencana,” pungkasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Batang, Tri Bakdo S, mengutarakan, Narkoba bisa disalahgunakan oleh siapa pun. Maka pelaku seni yang dianggap dekat dengan penyalahgunaan Narkoba digandeng BNN untuk bersama-sama melakukan pencegahan. (Foto:MC Kab Batang)

Peristiwa

Rangkul Pelaku Seni, BNNK Batang Sosialisasi Bahaya Narkoba
Bupati Brebes, Idza Priyanti menyerahkan hadiah bagi pemenang lomba. (Foto: Diskominfo Brebes)

Peristiwa

Pandemi Covid-19, Jangan Berhenti untuk Berkreasi
Ilustrasi penyaluran Bantuan bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM). (Foto: HUmas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Pemkot Yogya Kembali Salurkan BPUM Rp1,2 Juta bagi UMKM
Bupati Sleman, Kustini SP meninjau produk-produk kreatif UMKM yang dipamerkan di Sleman Creative Space. (Foto:Humas Sleman/Eyv)

Peristiwa

Sleman Creative Week, Digelar di Taman Kuliner Depok 21-24 Oktober 2021
Logo Pemerintah Kabupaten Sleman. (nyatanya.com)

Peristiwa

PPKM Darurat Dinilai Berhasil Tekan Mobilitas Warga
Manajemen Indomaret area Purwodadi memberikan bantuan paket sembako kepada PKL terdampak PPKM Level 4. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Grobogan)

Peristiwa

Indomaret Bagikan Paket Sembako bagi PKL di Purwodadi
Dalam situasi PPKM ini DPP Kota Yogyakarta mengimbau dan mengarahkan Panitia pemotongan hewan kurban untuk memperketat protokol kesehatan guna mengantisipasi penyebaran virus Covid-19. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

DPP Kota Yogya Perketat Pengawasan Hewan Kurban Selama PPKM Darurat
Walikota Yogyakarta melihat jalannya vaksinasi disela-sela hadiri pencanangan Stasiun Tugu Kawasan Wajib Masker. (Foto: dokumentasi Kodim Yogya)

Peristiwa

Daop VI Yogyakarta Canangkan Stasiun Tugu Wajib Masker dan Vaksin