Home / Panggung

Selasa, 31 Agustus 2021 - 09:59 WIB

ARTJOG MMXXI Time (to) Wonder Berakhir Hari Ini

Karya Agung Kurniawan di ARTJOG MMXXI berjudul 'Maukah Engkau Menari Denganku Sekali Ini Saja'. (Foto: Agoes Jumianto)

Karya Agung Kurniawan di ARTJOG MMXXI berjudul 'Maukah Engkau Menari Denganku Sekali Ini Saja'. (Foto: Agoes Jumianto)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Festival tahunan seni rupa terbesar di Indonesia ARTJOG yang digelar di Jogja National Museum (JNM) Yogyakarta sejak 8 Juli 2021 lalu akan berakhir hari ini, Selasa (31/8/2021).

Seremonial penutupan ARTJOG MMXXI Time (to) Wonder akan dihelat malam ini, pukul 19.00 WIB di Pendopo Ajiyasa, Jogja National Museum dengan sejumlah pertunjukan yang digelar terbatas.

Menurut rencana siang ini, Menteri BUMN RI Erick Thohir akan menyempatkan hadir menyaksikan karya-karya muthakir 41 seniman (perorangan maupun kelompok) yang ikut ambil bagian dalam ARTJOG MMXXI.

“ARTJOG ingin tetap konsisten memberikan kontribusi dengan menyediakan ruang presentasi untuk eksplorasi artistik para seniman kontemporer. Seri pameran Arts in Common ini telah kami persiapkan sejak lama. Dan para seniman yang terlibat dalam Time (to) Wonder tahun ini adalah mereka yang sudah kami undang sejak Desember 2019,” terang Direktur ARTJOG Heri Pemad mengawali gelaran ARTJOG MMXXI Time (to) Wonder.

Baca juga   Finna Finnul Mulai Kesengsem Dangdut

Selain program pameran, ARTJOG juga menghadirkan program edukasi seperti Young Artist Award (YAA), sebuah program pemberian apresiasi kepada seniman-seniman muda berusia di bawah 33 tahun yang telah berlangsung sejak ARTJOG 2013.

Tiga seniman muda yang akhirnya terpilih menjadi pemenang YAA 2021 adalah Bonggal Jordan Hutagalung dengan karyanya Magnificent Set of Disposable Virtue, Nurrachmat Widyasena dengan karya instalasi PT Besok Jaya Taimket WP 01 dan Suvi Wahyudianto dengan karya Telepresence After 20th.

Selain melalui program Young Artists Award, ARTJOG juga menciptakan ruang presentasi alternatif baru bagi para seniman muda dalam program: JAW Special Project.

Baca juga   Galeri Lorong Gelar Festival Gotong Royong “Self-care for Worldwide Solidarity”

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mutu dan karakter para seniman muda; baik dari segi kekaryaan maupun praktik kerja pengelolaan peristiwa seni. JAW Special Project 2021 yang didukung oleh Dinas Kebudayaan DIY telah memilih 5 proposal yang masuk melalui skema panggilan terbuka. (Aja)

Share :

Baca Juga

Panggung

KJRI Mumbai dan Keraton Yogya Gelar Pertunjukan Kolaborasi Wayang Orang “Gana Kalajaya”
Ndarboy Genk. (Foto: Instagram @ndarboy_genk)

Panggung

“Ambyar Mak Pyar” Ini Lagu Baru Ndarboy Genk
Wakil Walikota Heroe Poerwadi usai membuka silaturahmi nasional budayawan dan seniman Muhammadiyah. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Panggung

Saatnya Budayawan dan Seniman Manfaatkan Medsos untuk Berekspresi
Aksi happening art I Made Arya Dwita Dedok di depan Klenteng Liong Hok Bio Magelang. (Foto:nyatanya.com/Ignatius Anto)

Panggung

I Made Arya Dwita Dedok, Lahirkan Lukisan Magelang in Love di Hari Jadinya
Kebebasan Saipul Jamil disambut meriah penggemarnya. Namun demikian ada juga warganet yang mencibirnya. (Foto: YouTube MOP Channel)

Panggung

Saipul Jamil Bebas, Penyambutannya Dicibir Warganet
(Foto:nyatanya.com/Dokumentasi ARTJOG)

Panggung

ARTJOG MMXXI Digelar Daring di JNM 8 Juli sampai 31 Agustus 2021
Karya Muchid Rahmat berjudul Penganiayaan dan perencanaan pembunuhan terhadap ulama. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

Panggung

Muchid Rahmat, Kartunis Kendal dengan Setumpuk Prestasi
Penampilan FK Metra Boyolali dengan judul "Pacobaning Urip" menutup Pentas Seni Tradisional Virtual selama 13 hari yang digelar di Balai Sidang Mahesa Boyolali. (Foto: Diskominfo Boyolali)

Panggung

FK Metra Boyolali Tutup Gelaran Pentas Seni Tradisional Virtual