Home / Peristiwa

Senin, 11 Oktober 2021 - 16:29 WIB

ASN Pemkot Yogya Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Lewat Posbindu

Kegiatan Posbindu diadakan rutin di masyarakat maupun lingkungan Pemkot Yogyakarta untuk deteksi dini penyakit tidak menular. (Foto: Pemkot Yogya)

Kegiatan Posbindu diadakan rutin di masyarakat maupun lingkungan Pemkot Yogyakarta untuk deteksi dini penyakit tidak menular. (Foto: Pemkot Yogya)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mengadakan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non ASN di Komplek Balai Kota Yogyakarta. Kegiatan Posbindu yang diadakan rutin di masyarakat maupun lingkungan Pemkot Yogyakarta itu untuk deteksi dini penyakit tidak menular.

“Tujuan Posbindu ini untuk deteksi dini penyakit tidak menular. Posbindu diadakan di masyarakat dan di Balai Kota untuk pegawai Pemkot Yogya,” kata Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Iva Kusdyarini, di sela kegiatan Posbindu di Ruang Bima Balai Kota Yogyakarta, Senin (11/10/2021).

Iva menyebut dalam setiap kegiatan Posbindu di Balai Kota ditargetkan menyasar 500 peserta baik ASN dan non ASN di lingkungan Pemkot Yogyakarta. Selama pandemi kegiatan Posbindu di Balai Kota diadakan dua kali dalam setahun.

Baca juga   Geliat UMKM Kota Yogya di Pameran Fashion Show dan Craft 2021

Dalam kegiatan Posbindu dilakukan pemeriksaan indeks massa tubuh, tekanan darah, gula darah dan kolesterol. Peserta juga harus menjawab pertanyaan terkait perilaku hidup melalui google form.

Menurutnya secara umum dari hasil kegiatan Posbindu sejak tahun 2017 trennya banyak pegawai Pemkot Yogyakarta menderita penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes. Ada juga yang belum menderita tapi memiliki faktor risiko penyakit tidak menular, sehingga harus diupayakan pengendalian.

“Hasil pemeriksaan variatif karena ini juga berkaitan dengan perilaku. Ada yang hipertensi dan gula darah tapi tidak banyak. Kolesterol (tinggi) lumayan agak banyak. Yang hipertensi rata-rata 40 tahun ke atas,” terangnya.

Iva menuturkan kegiatan Posbindu sifatnya promotif dan preventif, tidak sampai pada kuratif atau pengobatan. Oleh sebab jika hasil pemeriksaan ditemukan tinggi, akan disarankan atau dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut ke puskesmas atau dokter terdekat. Sedangkan apabila mendekati tinggi tapi belum menderita disarankan untuk mengubah perilaku terkait pola makan dan kerja.

Baca juga   Serunya Panggung Ulang Tahun Komunitas Penggemar The Beatles Yogya

“Dengan pemeriksaan Posbindu ini harapannya yang berisiko tapi hasil pengukuran masih normal bisa menerapkan perilaku hidup sehat sehingga tidak berlanjut menjadi penyakit menular. Dengan kondisi tubuh yang sehat akan mendukung produktivitas kerja pegawai dan pelayanan kepada masyarakat,” jelas Iva.

Ditambahkan, untuk menghindari penyakit tidak menular diharapkan bisa menerapkan tips Cerdik. Rinciannya cek kesehatan secara rutin, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat yang cukup dan kelola stress. Jika sudah memiliki penyakit tidak menular, lanjutnya, harus rajin kontrol pemeriksaan dan minum obat. (*)

Share :

Baca Juga

Serbuan vaksinasi TNI Angkatan Darat di kolam renang. (Foto:nyatanya.com/Humas Magelang)

Peristiwa

Asyiknya Serbuan Vaksinasi di Pinggir Kolam Renang
Bupati Magelang, Zaenal Arifin. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemkab Magelang)

Peristiwa

Doa Bersama ‘PrayFromHome’ Juga Mengumandang dari Magelang
Samto divaksin langsung oleh Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Sragen)

Peristiwa

Antusias Warga Masih Rendah, Kades Jenar Awali Vaksinasi bagi Warganya
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Pekalongan)

Peristiwa

Pekalongan Percepat Penyaluran BLT Dana Desa
Alumni 86 SMPN Cicurug dan perwakilan anak yatim dan guru pendidik berfoto bersama usai acara. (Foto: Dokumentasi 86)

Peristiwa

Angkatan 86 SMPN Cicurug Sukabumi Berbagi untuk Guru dan Anak Yatim
Perwakilan Komnas Ham RI usai pertemuan dengan Bupati dan pejabat setempat menyampaikan bakal mengumpulkan fakta-fakta di lapangan dan akan membantu selesaikan konflik di Wadas. (Foto: BBWS DIY)

Peristiwa

Beragam Pelanggaran HAM Dilakukan Warga Penolak Proyek Nasional, Komnas HAM Akhirnya Turun Tangan
Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto saat meninjau tempat isolasi terpusat Kabupaten Klaten di GOR Gelarsena. (Foto: Humas Pemkab Klaten)

Peristiwa

Airlangga : Masyarakat Wajib Dukung Isolasi Terpusat
Kubis dari tanah Ngablak banyak diminati masyarakat luar daerah. (Foto:nyatanya.com/Humas Magelang)

Peristiwa

Kubis Ngablak Diminati Konsumen Luar Daerah