Home / Wisata

Kamis, 31 Maret 2022 - 18:31 WIB

Asyik! Sekarang Wisata ke Girpasang Bisa Naik Bus DAMRI, Segini Tarifnya

Selama uji coba trayek, tarif dipatok Rp30.000 untuk rute Terminal Ir Soekarno—Bandara YIA dan Terminal Ir Soekarno—Kampung Girpasang. Sementara untuk rute Terminal Ir Soekarno-Rowo Jombor Rp15.000 sekali perjalanan. (Foto: Kominfo Klaten)

Selama uji coba trayek, tarif dipatok Rp30.000 untuk rute Terminal Ir Soekarno—Bandara YIA dan Terminal Ir Soekarno—Kampung Girpasang. Sementara untuk rute Terminal Ir Soekarno-Rowo Jombor Rp15.000 sekali perjalanan. (Foto: Kominfo Klaten)

NYATANYA.COM, Klaten – Sekarang masyarakat yang akan berwisata ke Girpasang, Kemalang, Klaten bisa naik bus wisata DAMRI. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten bersama Perum DAMRI secara resmi meluncurkan bus wisata pada Selasa (29/3/2022).

Peluncuran bus wisata tersebut ditandai pemecahan kendi oleh Bupati Klaten Sri Mulyani di depan armada bus wisata DAMRI yang diberangkatkan dari Kantor Bupati Klaten.

Pada perjalanan perdana tersebut diberangkatkan enam armada, yakni empat armada van Mercedes-Benz Sprinter dan dua armada mini-van Toyota HiAce.

Bupati Sri Mulyani turut serta mencoba armada khusus wisata yang melayani rute Terminal Tipe A Ir Soekarno, Klaten—Girpasang tersebut bersama jajaran Pemkab Klaten.

Ia mengaku bersyukur dengan adanya kerja sama dengan Perum DAMRI tersebut, dan berharap wisata Girpasang semakin mudah untuk dikunjungi wisatawan.

Bupati menceritakan betapa sulitnya dulu akses menuju Kampung Girpasang, yang mesti menaiki 1.001 anak tangga. Namun, sekarang ada jembatan gantung yang bisa dinikmati oleh masyarakat Girpasang dan menjadi wisata unggulan di Klaten.

“Alhamdulillah jembatan (Girpasang) itu pembawa dampak rezeki, begitu juga kerja sama dengan Perum DAMRI ataupun yang lainnya. Tentunya menambah fasilitas untuk mempermudah masyarakat yang ingin berwisata ke Girpasang atau jembatan gantung Girpasang,” kata Sri Mulyani.

Baca juga   Banyak yang Belum Tau, Sejarah Malioboro, Sebagai Bagian dari Sangkan Paraning Dumadi

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten Supriyono mengatakan, latar belakang kerja sama tersebut adalah untuk meningkatkan sektor pariwisata di Kabupaten Klaten. Ia juga menilai perlunya sarana transportasi untuk memperlancar akses masyarakat menuju ke lokasi wisata.

“Kami sangat bersyukur terjadi match dan kerja sama yang baik antara Pemerintah Kabupaten Klaten dengan Perum DAMRI, ini dibuktikan dengan adanya beberapa jalur atau rute yang telah kita buat,” ujarnya.

Ia menjelaskan kegiatan ini bertujuan agar terwujud pelayanan transportasi di sektor pariwisata, serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke destinasi wisata yang ada di Klaten. Ia berharap kerja sama dengan DAMRI ini terus berlanjut dan berkembang.

Total ada tiga rute yang dilayani armada khusus tersebut, yakni Terminal Ir Soekarno—Bandara YIA dan Solo, Terminal Ir Soekarno—Rowo Jombor, dan Terminal Ir Soekarno—Kampung Girpasang.

“Mudah-mudahan nanti rute ini akan berkembang tidak hanya di Rowo Jombor dan Girpasang, tetapi tentunya ke wisata yang lain,” pungkasnya.

Uji Coba Berlangsung Dua Pekan

Sementara itu, General Manager DAMRI Cabang Yogyakarta Boy Aryadi mengatakan, Bus wisata yang beroperasi di Kabupaten Klaten menggunakan kendaraan jenis van Mercedes-Benz Sprinter dengan kapasitas 10 tempat duduk penumpang yang bisa digeser dan dilengkapi leg rest dan foot rest sehingga menunjang kenyamanan penumpang. Serta armada jenis mini-van Toyota HiAce dengan 14 kursi penumpang yang relatif lega.

Baca juga   Wamen Parekraf Angela Tanoesoedibjo Kunjungi Kampung Batik Giriloyo

Selama uji coba trayek, pihaknya mematok tarif Rp30.000 untuk rute Terminal Ir Soekarno—Bandara YIA dan Terminal Ir Soekarno—Kampung Girpasang. Sementara untuk rute Terminal Ir Soekarno-Rowo Jombor Rp15.000 sekali perjalanan.

“Untuk sementara dilakukan uji coba selama dua pekan. Pemberangkatan pagi dari Terminal Ir Soekarno setiap harinya,” ungkapnya saat ditemui di Kampung Girpasang, Selasa (29/3/2022).

Ia mengatakan, terlibatnya DAMRI sebagai penyedia jasa transportasi wisata ini tidak terlepas dari peningkatan pariwisata di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur.

Menurutnya Klaten memiliki potensi wisata yang bisa lebih dikembangkan.

“Karena kaitannya peningkatan pariwisata sebagai penggerak ekonomi, kami ingin masuk di sana. Menstimulasi di sana, baik Rowo Jombor maupun Girpasang. Roda ekonomi masyarakat ikut tergerak. Salah satu penggerak yang harus ada adalah transportasi, kami menyediakan itu,” ungkapnya.

(N1)

Share :

Baca Juga

Candi Prambanan. (Foto: nyatanya.com/Instagram @media_twc)

Wisata

Wisata Candi Prambanan Kembali Ditutup Sampai 5 Juli 2021
Gunung Api Purba Ngelanggeran, Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta. (Foto: tangkapan layar instagram @gunungapipurba)

Wisata

Nglanggeran, Desa Tandus di Gunungkidul yang Kini Mendunia
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X usai menerima Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DIY dr. Joko Murdiyanto, Sp.An.MPH. dan rombongan Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta pada Senin (17/1/2022). (Foto: Humas Pemda DIY)

Wisata

Sri Sultan Dukung Pengembangan Pariwisata Kesehatan Berbasis Budaya
Patung Yesus di Buntu Burake, Tana Toraja, Sulawesi Selatan. (Foto: Biro Komunikasi Kemenparekraf)

Wisata

Menparekraf: Patung Yesus di Tana Toraja Bukan Sekadar Wisata Religi
Ganjar Pranowo dan istri menikmati suguhan makanan khas Pulau Parang, Pong Blosok. (Foto: Humas Jateng)

Wisata

Pong Blosok, Makanan Khas Pulau Parang yang Bikin Ganjar Penasaran
Destinasi wisata Praon Cawan Argodadi Sedayu, jadi rintisan wisata budaya yang dikembangkan Pemkab Bantul. (Foto: Humas Bantul)

Wisata

Praon Cawan Sedayu, Jadi Rintisan Wisata Budaya
(Foto: Humas Pemda DIY)

Wisata

Mengenal Tembok Baluwarti Penjaga Keraton Ngayogyakarta
Warung sego kikil Mojosongo Jombang jadi ikon wisata kuliner. (Foto: Zainuri Arifin)

Wisata

Ajib Bangettt! Sego Kikil Mojosongo Jombang yang Bikin Ketagihan