Home / Peristiwa

Selasa, 6 Juli 2021 - 09:39 WIB

Atasi Masalah ODGJ, Pemkab Bantul Launching Inovasi Gelimasjiwo

Gelimasjiwo adalah suatu gerakan kepedulian yang berbasis masyarakat dibidang kesehatan sosial. (Foto:nyatanya.com/Humas Bantul)

Gelimasjiwo adalah suatu gerakan kepedulian yang berbasis masyarakat dibidang kesehatan sosial. (Foto:nyatanya.com/Humas Bantul)

NYATANYA.COM, Bantul – Guna mengatasi masalah dalam penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Kesehatan melaunching Program Inovasi Gelimasjiwo (Gerakan Peduli Masyarakat Sehat Jiwo) di Gedung Induk Komplek Parasamya Bantul, Senin (5/7/2021).

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharja, gerakan ini adalah inovasi untuk mengatasi masalah dalam penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan keluarganya, mulai dari ditemukannya sampai kembali produktif untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bantul.

“Inovasi untuk mengatasi masalah dalam penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan keluarganya, mulai dari ditemukannya sampai kembali produktif untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bantul, “ terang Agus Budi Raharja.

Lebih lanjut Agus Budi mengatakan, Gelimasjiwo ini suatu gerakan kepedulian yang berbasis masyarakat dibidang kesehatan sosial dan digerakkan oleh kader kesehatan jiwa dan didukung lintas stakeholder.

“Kader yang diambil berasal dari sektor medis, fisik, sosial dan spiritual,“ ucapnya.

Baca juga   Perajin Mie Lethek Tetap Eksis di Tengah Gempuran Pandemi

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dalam arahannya mengatakan, program yang dicanangkan oleh Pemkab. Bantul ini berfokus kepada ODGJ, keluarga dan dampak yang timbul darinya. Sedangkan tujuan dari adanya program ini adalah untuk meningkatkan kepedulian masyarakat, memperbaiki capaian SPM bidang kesehatan, memulihkan dan memberdayakan ODGJ agar berguna bagi dirinya sendiri dan masyarakat.

“Saat ini, capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Program Kesehatan Jiwa Kabupaten Bantul setelah adanya program Gelimasjiwo mengalami peningkatan, khususnya di Puskesmas Bantul 2. Kemudian, setelah dilakukan inovasi Gelimasjiwo ini, data produktivitas ODGJ juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2017 ada 0 orang, tahun 2018 sebanyak 20 orang, tahun 2019 sebanyak 48 orang dan di tahun 2020 sebanyak 86 orang,“ jelasnya.

Abdul Halim Muslih menambahkan, di saat ini kita sedang membangun shelter kesejahteraan sosial di Kalurahan Wirokerten, Kapanewon Banguntapan.

“Shelter ini berfungsi untuk untuk menampung sementara ODGJ, pengemis, penggelandang dan penyandang disabilitas yang terlantar,“ tutur Bupati Bantul.

Baca juga   BI Kembali Salurkan Bantuan Tabung Oksigen untuk Surakarta

Sementara itu, Ketua TIM Panel Independen KIPP 2020, JB. Kristiadi mengatakan bahwa Gelimasjiwo ini adalah program yang memanusiakan manusia.

“Saya sangat mengapresiasi adanya program inovasi ini. Ini adalah salah satu program mulia. Menguwongkan uwong,“ ucapnya.

JB. Kristiadi berharap program ini dapat diadopsi di Puskesmas lainnya, karena tidak hanya mengurusi kesehatan fisik masyarakat saja, akan tetapi juga berupaya untuk menangani ODGJ dengan lebih baik dan manusiawi.

Kepala Pelaksana Program Kesehatan Jiwa Puskesmas Kasihan 2 Siti Mulyani memaparkan bahwa, pada tahun 2020, sudah terdapat 18 Puskesmas yang menerapkan program serupa. Sementara itu, Bupati Bantul juga mengatakan bahwa di tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Bantul merencanakan penerapan program serupa di seluruh 27 Puskesmas yang ada di Kabupaten Bantul. Meskipun dengan nama yang berbeda. Namun, sistem dan prosedur yang dilakukan sama seperti inovasi Gelimasjiwo.(*)

Share :

Baca Juga

Suasana praktik siswa kelas XI jurusan Tata Boga SMKN 3 Klaten. (Foto: Diskominfo Klaten)

Peristiwa

Wulandari Lega Bisa Belajar Praktik di Sekolah Lagi
Baznas terus menggencarkan program 'Kita Jaga Kyai' dengan melakukan vaksinasi bagi kyai dan santri. (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

Peristiwa

Baznas Gelar Vaksinasi Bagi Kyai dan Santri
Para penyintas ini menjalani screening dan pengambilan sampel darah di PMI Temanggung, Kamis (12/8/2021). (Foto:Diskominfo Kab.Temanggung)

Peristiwa

PMI dan Relawan Gedor Lakon Jaring Pendonor Plasma Konvalesen
Pencanangan vaksinasi dengan sasaran penderita DM dan HT dilakukan Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM di RSUD Ir Soekarno. (Foto: Humas Pemkab Sukoharjo)

Peristiwa

Penderita Diabetes dan Hipertensi Mulai Disasar Vaksinasi
Mahasiswa bergandengan tangan dengan Polres bagikan sembako untuk warga terdampak PPKM. (Foto: Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Bareng Polres, Mahasiswa Rembang Bagikan Sembako pada Warga Terdampak PPKM
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memantau jalannya vaksinasi. (Foto: Diskominfo Sragen)

Peristiwa

Buruh Pabrik Jadi Sasaran Vaksin Pemkab Sragen
Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Petani Holtikultura Teknik Budidaya Dan Pemasaran Buah Kelengkeng. (Foto: Humas/beritamagelang)

Peristiwa

Komoditas Kelengkeng Akan Dikembangkan di Kawasan Borobudur
Kelenteng Liong Hok Bio Magelang. (Foto:nyatanya.com/Ignatius Anto)

Peristiwa

Tempat Ibadah di Magelang Dibuka, Tapi Tidak untuk Berjemaah