Home / Peristiwa

Kamis, 23 September 2021 - 22:50 WIB

Atikoh Dorong Perajin Wastra Adaptif Tren Fesyen

Atikoh Ganjar Pranowo saat menjadi pembicara pada kursus busana daring, yang diselenggarakan Balai Pelatihan Koperasi dan UMKM Dinkop Jateng. (Foto: Diskominfo Jateng)

Atikoh Ganjar Pranowo saat menjadi pembicara pada kursus busana daring, yang diselenggarakan Balai Pelatihan Koperasi dan UMKM Dinkop Jateng. (Foto: Diskominfo Jateng)

NYATANYA.COM, Semarang – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah Atikoh Ganjar Pranowo, meminta perajin wastra (kain batik, tenun) beradaptasi dengan perubahan tren fesyen saat pandemi. Selain itu, perajin diminta responsif terhadap pemasaran digital yang berkembang semakin cepat.

Hal itu dikatakan Atikoh, saat menjadi pembicara inti dalam kursus busana daring, yang diselenggarakan Balai Pelatihan Koperasi dan UMKM Dinkop Jateng, Kamis (23/9/2021).

Menurutnya, pergeseran tren fesyen berpengaruh besar pada pola bisnis perajin dan produk yang dihasilkan.

“Dengan tidak adanya acara kondangan, pesta lebih banyak Work From Home, tentu permintaan pasar juga berubah. Teman-teman UKM harus menangkap peluang itu dengan cara membuat baju yang sopan, casual dan nyaman,” ujarnya.

Baca juga   Bupati Sri Mulyani Tegur Perusahaan yang Terapkan Kerja Malam

Dengan kondisi itu, ia meminta perajin melihat peluang pasar. Caranya, dengan tidak hanya memproduksi kain, tetapi membuat pakaian siap pakai. Langkah itu dinilai Atikoh, sebagai cara adaptif mempertahankan bisnis, di tengah badai pandemi Covid-19.

Ia membeberkan data, pada masa pandemi Covid-19 pembelian daster justru meningkat 300 persen. Selain itu, ekspor kayu dari Indonesia juga naik sekitar 30 persen. Ini disebabkan dengan pola Work From Home yang menyebabkan berkeinginan mendekor rumah.

Tak hanya itu, Atikoh juga meminta para perajin mengakrabi dunia jualan online.

“Saya juga siap endorse produk UKM. Produk apa saja yang akan diproduksi nanti saya endorse. Yang terpenting harus beli ya,” ungkap Atikoh.

Baca juga   BNPB Bantu Peralatan Pasien Covid-19 di Isoter Karanganyar

Kepala Dinkop UKM Jawa Tengah Ema Rachmawati mengatakan, pihaknya menggandeng banyak pihak untuk mengembangkan sektor fesyen. Ini dilakukan satu di antaranya dengan memberi pelatihan pelaku UKM di Kecamatan Lasem, mengubah produk kain batik menjadi ready to wear.

Desainer dari Indonesian Fashion Chamber, Lisa Fitria mengungkapkan, perusahaan fesyen terkenal kini mulai mengembangkan baju berbasis wastra.

“Desainnya tidak perlu macam-macam. Ini saya berikan contoh seperti Dior yang membuat baju dari batik dan tenun endek, menjadi ready to wear,” pungkas Lisa. (*)

Share :

Baca Juga

Bupati Grobogan Sri Sumarni, saat meninjau Mobile Swab PCR bantuan Mabes Polri. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Percepat Pemeriksaan, Grobogan Dapat Bantuan Mobile Swab PCR
Mahasiswa bergandengan tangan dengan Polres bagikan sembako untuk warga terdampak PPKM. (Foto: Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Bareng Polres, Mahasiswa Rembang Bagikan Sembako pada Warga Terdampak PPKM
Sabrina Kharisanti, Chief Marketing Officer PT Sinar Sosro. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

Peristiwa

Locals Unit Angkringan Jogja Citymewah, Berdayakan UMKM Kuliner di Yogya
Alumni 86 SMPN Cicurug dan perwakilan anak yatim dan guru pendidik berfoto bersama usai acara. (Foto: Dokumentasi 86)

Peristiwa

Angkatan 86 SMPN Cicurug Sukabumi Berbagi untuk Guru dan Anak Yatim
Masyarakat dari FAUIB melakukan audensi di Kemenag DIY terkait haji. FOTO: nyatanya.com/Prastyawan

Peristiwa

Soal Pembatalan Haji, Masyarakat dari Forum Aliansi Umat Islam Bersatu Audensi ke Kemenag DIY
Wakil Walikota Yogyakarta meninjau kegiatan vaksinasi yang dikhususkan untuk warga disabilitas Kota Yogyakarta yang digelar di Taman Pintar. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Penyandang Disabilitas Ikuti Vaksinasi di Taman Pintar
Bupati Kudus HM Hartopo melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Sarkies Aisiyah. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Dibangun 10 Lantai, Kudus Bakal Memiliki Rumah Sakit Baru
Heroe Poerwadi meninjau vaksinasi massal di halaman Masjid Al Furqon, Sorosutan, Umbulharjo, Kamis (30/9/2021). Pada kesempatan ini Wawali mengajak masyarakat yang memiliki komorbid agar segera periksa ke puskesmas dan bila memungkinkan lakukan vaksinasi. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Wawali Ajak Warga Komorbid untuk Periksa dan Vaksin