Home / Peristiwa

Selasa, 21 September 2021 - 16:24 WIB

Atikoh Ganjar Pranowo: Perajin Harus Peka Selera Pasar

Selvi Ananda Gibran dan Atikoh Ganjar Pranowo melihat salah satu produk yang dipamerkan di UKM Virtual Ekspo yang digelar di Bank Jateng Cabang Surakarta. (Foto:Diskominfo Jateng)

Selvi Ananda Gibran dan Atikoh Ganjar Pranowo melihat salah satu produk yang dipamerkan di UKM Virtual Ekspo yang digelar di Bank Jateng Cabang Surakarta. (Foto:Diskominfo Jateng)

NYATANYA.COM, Surakarta – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah Atikoh Ganjar Pranowo, mengimbau para perajin peka terhadap selera pasar. Selain itu, perajin diharapkan memiliki respon cepat terhadap keinginan dan perubahan teknologi.

Hal tersebut dikatakan Atikoh, seusai Obrolan Perempuan Terkini (Opini), pada rangkaian UKM Virtual Ekspo (UVO), di Bank Jateng Cabang Surakarta, Selasa (21/9/2021).

Menurutnya, kreativitas dan kualitas kerajinan asal Jawa Tengah, sangat mumpuni menembus pasar lokal dan mancanegara.

“Harapannya UMKM banyak belajar dengan cara mendengar apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Karena (pameran) virtual kalau ada calon customer banyak bertanya mohon UMKM tak resisten,” imbaunya.

Baca juga   Targetkan Transaksi Rp800 Miliar, Solo Great Sale 2021 Resmi Dibuka

Ia menyebut, pola komunikasi konsumen dan perajin harus dibangun secara intens. Selain memenuhi ekspektasi pembeli, hal itu dimaksudkan untuk melakukan survei terhadap apa yang sedang tren di pasaran.

Terlebih, di era pandemi Covid-19 di mana pameran dan jualan secara offline jarang tergelar. Atikoh menyebut, perajin harus berani beralih ke media promosi digital.

“Kami dari Dekranasda selama pandemi kan kesulitan memfasilitasi UMKM terkait pameran konvensional. Lalu kami jembatani dengan pameran virtual. Sebelumnya fesyen, kini furnitur dan home decor. Ini potensinya luar biasa, baik di pasar lokal maupun internasional,” imbuhnya.

Baca juga   Bantuan 100 Konsentrator Oksigen Pemkot Surakarta Diterima Pemkab Boyolali

Atikoh menyebut pemberdayaan perajin oleh Dekranasda, dilakukan juga dengan menggandeng pihak ketiga. Seperti Bank Indonesia, ataupun kedutaan Indonesia di luar negeri, untuk promosi.

“Mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita harus memanfaatkan e-commerce,” jelas Atikoh.

Senada, Ketua Dekrasnada Surakarta Selvi Ananda Gibran menyebut hal serupa. Menurutnya, perajin khususnya furnitur, harus berani berubah.

“Di Solo ada sekitar 150 IKM furnitur dan kayu. Di masa pandemi, karena tidak bisa menggelar pameran konvensional, kita ubah jadi pameran visual Techno Link. Di sana akan ada bussiness matching, yang mempertemukan perajin dan buyer’s,” pungkas Selvi. (*)

Share :

Baca Juga

Gedung Olahraga Gelarsena Klaten kini disiapkan sebagai tempat isolasi terpusat. (Foto:nyatanya.com/Humas Klaten)

Peristiwa

Klaten Tambah Tempat Isolasi Terpusat Covid-19
Personil gabungan bersihkan abu vulkanik Merapi di Pos Pengamatan Babadan Kabupaten Magelang. (Foto:Humas/beritamagelang)

Peristiwa

Damkar Magelang Semprot Abu Vulkanik Merapi di Pos Babadan
Bupati Klaten Sri Mulyani melakukan penyemprotan disinfektan di area publik. (Foto:nyatanya.com/Kominfo Klaten)

Peristiwa

Bupati Klaten Sri Mulyani Turun Langsung Lakukan Penyemprotan Disinfektan
Komandan Kodim (Dandim) 0735/Surakarta, Letkol Inf Wiyata Sempana Aji dan Wakil Walikota Surakarta Teguh Prakosa. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Surakarta)

Peristiwa

TMMD Reguler ke-111 Selesai, Teguh Prakosa Berpesan Agar Dirawat dan Dipelihara dengan Baik
Foto: Ilustrasi/Kominfo

Peristiwa

Ribuan Pedagang Pasar Ditarget Vaksinasi Hingga Akhir Juni
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM kembali memantau pelaksnaaan vaksinasi yang digelar Kodim di Graha PGRI. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Sukoharjo)

Peristiwa

Jangan Abai, Jangan Lalai, Pakai Masker Harga Mati!
(Humas Pemkot Yogyakarta)

Peristiwa

Dinas Kebudayaan Kota Yogya Buka Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 Bagi Pelaku Seni
Petani di Pekalongan yang gagal panen mendapat bantuan beras dari Dinperpa. (Foto: Dinkominfo Kota Pekalongan)

Peristiwa

“Tamba Gela”, Petani Gagal Panen Dapat Bantuan Beras