Home / Plus

Jumat, 1 April 2022 - 01:28 WIB

Awalnya Disepelekan, Mbah Teguh Selesaikan Misi Gowes Klaten – Aceh PP dalam 100 Hari

Mbah Teguh dengan sepeda mininya berkeliling Indonesia dan sertifikat pengunjung ke 254.267 kilometer nol Indonesia yang didapat dari Pemerintah Kota Sabang. (Foto: Agoes Jumianto)

Mbah Teguh dengan sepeda mininya berkeliling Indonesia dan sertifikat pengunjung ke 254.267 kilometer nol Indonesia yang didapat dari Pemerintah Kota Sabang. (Foto: Agoes Jumianto)

NYATANYA.COM, Sleman – Usianya sudah diatas kepala enam. Namun siapa sangka jika H. Teguh Mukti Widodo (61) mampu memupus ketidak percayaan orang lain, bersepeda dari Kota Klaten, Jawa Tengah menuju kilometer nol Indonesia di Provinsi Aceh dan kembali lagi ke Klaten dengan selamat dan justru membuatnya makin bersemangat.

Diceritakan Mbah Teguh, demikian ia akrab disapa, mengawali perjalanannya menggunakan sepeda pada 21 Desember 2021, dan tiba di kilometer nol Indonesia pada tanggal 18 Februari 2022.

“Dan hari ini, Rabu 30 Maret 2022, genap 100 hari perjalanan saya. Harusnya saya teruskan finish di Klaten, namun karena permintaan teman-teman komunitas di Yogyakarta akhirnya istirahat di sini,” ujar Mbah Teguh mengawali ceritanya, di base camp Gezeh Touring Community, di Caturtunggal, Depok, Sleman, Rabu (30/3/2022) malam.

Diakui Mbah Teguh, dirinya memang bukan berangkat dari penghobi sepeda atawa penggowes sejati. Lantaran itu pula, ia mengaku dipandang sebelah mata ketika mengungkapkan keinginannya keliling Indonesia dengan bersepeda.

Mbah Teguh di kilometer nol Indonesia. (Foto: tangkapan layar FB Teguh Mukti)

Namun berkat kegigihan, semangat dan tekadnya yang kuat, Mbah Teguh sanggup membuktikan bahwa sesuatu yang mulanya tidak mungkin menjadi mungkin.

Baca juga   Tempe Cegah Pengeroposan Tulang dan Sehatkan Pencernaan

“Saya orangnya punya prinsip. Jadi ketika punya keinginan ya harus dijalankan. Prinsip saya kalau ngomong A nggak mungkin jadi B, dan itu sudah saya buktikan,” ujar MbahTeguh.

Saat ditanya kesulitan dan tantangan terberat selama perjalanannya menuju kilometer nol Indonesia, Mbah Teguh mengaku bukan medan yang berat, tetapi justru harus bisa mengalahkan diri sendiri.

“Kalau saya kalah dengan diri saya sendiri, mungkin saya tidak akan berhasil. Baru separoh jalan kita sudah menyerah, ya kita akan kalah. Saya berusaha melawan diri sendiri untuk tidak mudah menyerah, dan saya bisa,” beber Mbah Teguh bersemangat.

Satu hal yang membuatnya terharu justru campur tangan orang lain yang begitu semangat dan mendukungnya selama perjalanan. Dimana orang lain itu justru adalah orang-orang baru yang ditemuinya di setiap perjalanan.

Foto: FB Teguh Mukti

“Mereka itu adalah saudara-saudara baru yang sungguh luar biasa,” ujar Mbah Teguh kemudian.

Di tempat baru dimana Mbah Teguh berhenti untuk beristirahat, selalu bertemu dengan orang-orang baik yang kemudian menjadi saudara barunya.

Baca juga   Bus Wisata Hadir di Klaten, Layani Rute Rowo Jombor dan Girpasang

Bukan lantaran kebaikan dan bantuan yang sudah diberikan kepadanya, tetapi ada ketulusan dari hati sebagaimana dirasakan warga Perum Prima Barat 11 No.2/ 97 Klaten ini.

Dengan sepeda mininya Mbah Teguh sukses menyelesaikan misinya, Gowes keliling Indonesia. Bahkan bukan selesai sampai di sini, Mhak Teguh masih ingin meneruskan perjalanannya.

“Saya akan meneruskan perjalannya ke timur. Saya di Yogya mungkin dua malam tiga hari, setelah itu kembali ke Klaten. Paling 30 menit di Klaten saya akan melanjutkan gowes,” terang Mbah Teguh.

Rencananya ia akan menuju Mandalika, dilanjutkan ke Toraja menuju IKN (Ibu Kota Negara) dan seterusnya.

“Habis ini saya langsung melanjutkan gowes menuju Mandalika, Labuan Bajo Makasar, Toraja, Pantoloan terus ke IKN,” ungkap Mbah Teguh.

Semangat. Satu kata ini yang menjadi kekuatan seorang Mbah Teguh menjalankan misinya itu, selain tentu saja mengenalkan kota tinggalnya, Klaten ke seluruh Indonesia.

“Secara tidak langsung saya ini kan duta wisata Klaten, mengenalkan Klaten ke seluruh Indonesia,” pungkas Mbah Teguh.

(Aja)

Share :

Baca Juga

Muslih dan porang olahan produksinya. (Foto:Humas/beritamagelang)

Plus

Jauh Sebelum Booming, Muslih Sukses Olah Porang Jadi Bakso dan Rendang
Kelompok Tani Dewasa (KTD) Pelangi menyulap lahan tidur yang tidak terawat menjadi lahan produktif dengan cara budidaya berbagai tanaman sayuran. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Plus

KTD Pelangi Mendungan Sulap Lahan Tidur Jadi Kebun Sayur
Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Airlangga (Unair) weekdays 56 ingin mengenalkan hasil karya itu dengan menggelar acara yang bertema Art Exhibition. (Foto: MC Diskominfo Prov Jatim)

Plus

Peduli Anak Berkebutuhan Khusus, Mahasiswa MM Unair Gelar Art Exibition
Beragam ecara mewarnai event Signal Weekenders mulai dari kontes motor, freeStyle, talkshow, Sunday Morning Ride, hingga bazar UMKM. Foto: Agoes Jumianto

Plus

Sosialisasikan Aplikasi Samsat Digital Nasional lewat Event Signal Weekenders DIY di JEC
Batang Coffee bertahan di tengah pandemi dengan produksi camilan. (Foto: MC Batang)

Plus

Penjualan Kopi Lesu, Batang Coffee Kembangkan Produk Camilan
Pengurus dan anggota keluarga besar Bayonet Merah Putih menggelar peringatan HUT ke-4. (Foto: Zainuri Arifin)

Plus

Peringati HUT ke-4, Bayonet Merah Putih Semakin Solid dan Profesional
Bawang merah selain sebagai bumbu masakan juga berkhasiat obat. (Foto: istimewa)

Plus

Bawang Merah Obati Kembung dan Cegah Kanker
UAD FAIR digelar selama 3 hari (18-20 Juli 2022). Foto: Dok.UAD

Plus

Digelar 3 Hari, UAD FAIR Asah Skill dan Jiwa Enterpreneurship Mahasiswa