Home / Militer

Rabu, 9 Februari 2022 - 23:46 WIB

Bakal Makin Sangar, Alutsista TNI AL akan Dilengkapi Rudal NSM Antikapal

Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Yudo Margono, saat rapat paparan dengan PT Lundin Industries Invest, Kongsberg Deffence & Aerospace AS dan PT Datareka Integrasia tentang rencana memperkuat armada tempur atau alat utama sistem senjata (alutsista), dengan Rudal (Peluru Kendali) Naval Strike Missile (NSM) antikapal. (Foto: Dispenal)

Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Yudo Margono, saat rapat paparan dengan PT Lundin Industries Invest, Kongsberg Deffence & Aerospace AS dan PT Datareka Integrasia tentang rencana memperkuat armada tempur atau alat utama sistem senjata (alutsista), dengan Rudal (Peluru Kendali) Naval Strike Missile (NSM) antikapal. (Foto: Dispenal)

NYATANYA.COM, Jakarta -TNI Angkatan Laut (AL) diyakini akan makin sangar, setelah berencana akan memperkuat armada tempurnya atau alat utama sistem senjata (alutsista), dengan Rudal (Peluru Kendali) Naval Strike Missile (NSM) antikapal.

Rudal itu, dinilai sangat cocok untuk kapal-kapal perang milik TNI AL, karena memiliki daya tembak sejauh 250 kilometer (km).

Hal itu, terungkap saat Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Yudo Margono, mengadakan rapat paparan dengan PT Lundin Industries Invest, Kongsberg Deffence & Aerospace AS dan PT Datareka Integrasia di Wisma Elang Laut (WEL) Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/2/2022).

Rapat yang memaparkan tentang Naval Strike Missile, Upgrade KRI Golok dan pengadaan Fast Missile Boat tersebut dihadiri oleh John Lundin (Presiden Direktur/Presdir PT Lundin), Lizza Lundin (Direktur PT Lundin), Cecilia Siby (Presdir PT Datareka Integrasia), Diny Rosyada (Managing Director PT Datareka Integrasia), Coster Bjorn Verner (Managing Director-Kongsberg) dari Norwegia, dan Skorge Arild (Business Development Manager-Kongsberg) Norwegia.

Di hadapan Kasal, Wakasal, Aslog Kasal, Kadisadal dan Koorsmin Kasal yang hadir dalam rapat tersebut, Mr. Arild menjelaskan bahwa spesifikasi Naval Strike Missile (NSM) sangat cocok untuk TNI AL, karena bisa mencakup daya tembak 250 km, mudah digerakkan ke tempat terkecil yang tidak terlihat dan misilnya dikendalikan dari kapal utama.

Baca juga   Tegas dan Pasti! Marinir Hadir di Saat Rakyat dan Negara Membutuhkan

Misil-misil tersebut akan dibawa dengan Fast Missile Boat yang berukuran kecil, memiliki panjang 19 meter, lebar 4 meter dengan kecepatan 55 Knot sehingga lebih efektif jika digunakan dalam pertempuran karena kecil, taktis, sulit dideteksi musuh dan sulit diserang rudal exocet namun sangat mematikan.

Fast Missile Boat, yang memiliki bobot 33 ton tersebut berkemampuan layar 500 miles dengan 6 awak kapal dan bekal selama 2 minggu. Hebatnya lagi, Fast Missile Boat tidak bersuara, tidak terdeteksi radar dan mampu bergerak cepat

Sedangkan cara mengoperasikan rudal tersebut adalah dengan terlebih dahulu mengambil foto target dan lokasinya menggunakan infra merah, kemudian data infra merah tersebut dimasukan dalam data sistem persenjataan, lalu eksekusi penembakan dilaksanakan dari komando yang berasal dari kapal utama.

Fast Missile Boat tersebut, bisa dimuatkan ke dalam kapal utama sejumlah 6 boat atau dapat berlayar secara mandiri.

Naval Strike Missile itu, sudah digunakan oleh Amerika Serikat di Laut Cina Selatan dan selalu efektif mengenai sasaran tanpa bisa di-counter.

Baca juga   TNI AL Gagalkan Penyelundupan Narkoba dan Pinang Ilegal di Papua

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI sangat tertarik dengan Fast Missile Boat itu, dan berencana akan melakukan pengadaan sebanyak 120 Fast Missile Boat untuk TNI AL. Terkait hal itu, Kasal akan mengikuti arahan Kemenhan dalam pengadaan Fast Missile Boat tersebut.

Untuk menguji kemampuannya, Kasal berkeinginan agar Naval Strike Missile bisa diujicobakan ke KRI Golok di Laut China Selatan dengan jarak sasaran 250 km sesuai spesifikasi misil tersebut.

TNI AL, akan membantu fasilitas pengamanan dan target sasaran penembakan dalam rangka latihan, sementara dari pihak PT Kongsberg menyediakan misil yang akan dites dan sistem penembakannya.

Oleh karena sistem persenjataan Fast Missile Boat itu belum pernah digunakan oleh TNI AL, maka Kasal meminta perwakilan PT Kongsberg dari Norwegia tersebut melaksanakan paparan kembali di hadapan Pangkoarmada RI, Pangkoarmada I, II dan III serta para Komandan Kapal besok (10/02/2022) di tempat yang sama.

Hal tersebut diperlukan, agar para generasi penerus, Pangkoarmada RI, Pangkoarmada I, II dan III serta para Komandan KRI dan perwira staf terkait dapat memberikan kritik dan masukan.

(N1)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, meresmikan Markas Komando (Mako) Pusat Latihan Tempur Marinir(Puslatpurmar) 9 TNI AL Dabo Singkep di Pantai Todak Dabo Singkep Kabupaten Lingga Kepulauan Riau. (Foto: Dispenal)

Militer

Kasal Resmikan Puslatpurmar 9 TNI AL di Dabo Singkep Riau
Foto: Satgas Yonif Raider 142/KJ

Militer

Senyum Bersama Satgas Yonif Raider 142/KJ dan Warga Kanggime Melalui Komsos
Kepala Staf Kodim 0734/Kota Yogyakarta Letkol Arh Tjatur Supriyono, S.Si., M.Sc saat hadiri launching Jogja Merdeka Vaksin'. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

Militer

Dandim Kota Yogya Hadiri Launching ‘Jogja Merdeka Vaksin’
Prajurit Satgas Yonif 403/WP lakukan penggeledahan dan mendapati narkoba jenis ganja sebanyak 6 paket. (Foto : dokumentasi Yonif 403/WP)

Militer

Gagalkan Pesta Narkoba, Satgas Pamtas Yonif 403/WP Sita 6 Paket Ganja
Prajurit Yonmek 403/WP periksa kesehatan warga di perbatasan. (Foto: Penerangan Yonmek 403/WP)

Militer

Satgas Pamtas Yonmek 403/WP Cepat Tanggap Beri Pelayanan Kesehatan di Perbatasan RI-PNG
Menhan RI Prabowo Subianto secara simbolis menyerahkan kunci dan sertifikat Rusus kepada ahli waris Pahlawan KRI Nanggala-402. (Foto: Dispenal)

Militer

53 Ahli Waris Pahlawan KRI Nanggala-402 Resmi Menempati Rusus
Foto: Pen Kodim 1710/Mimika

Militer

Tingkatkan Produksi Pertanian, Babinsa Koramil 1710-07/Mapurujaya Dampingi Petani
Satgas Pamtas Yonif Mekanis 403/Wirasada Pratista Pos Towe Hitam serah terimakan hasil pembenahan Gereja Santo Yohanes secara simbolis kepada pengurus Gereja, Boni Pasius. (Foto:Pen Satgas Yonif Mekanis 403/WP)

Militer

Satgas Pamtas Yonmek 403/WP Serah Terimakan Hasil Bedah Gereja di Wilayah Perbatasan RI-PNG