Home / Plus

Minggu, 2 Juli 2023 - 19:15 WIB

Bambu Tutul Miliki Kekhasan, Bahkan Bisa Dibonsai

Tanaman bambu jenis tutul mempunyai kekhasan dan keunggulan tersendiri termasuk dapat dibonsai. (Foto:istimewa)

Tanaman bambu jenis tutul mempunyai kekhasan dan keunggulan tersendiri termasuk dapat dibonsai. (Foto:istimewa)

NYATANYA.COM, Sleman – Pemanfaatan tanaman bambu sudah lama ditemukan di masyarakat, misalnya untuk kandang ternak, pagar pekarangan, dan kayu bakar.

Beberapa jenis tanaman bambu bahkan biasa dimanfaatkan pula sebagai bahan baku pembuatan mebel, peralatan rumah tangga dan produk anyaman.

Bahkan beberapa jenis tanaman bambu dapat dijadikan sebagai tanaman hias termasuk dibonsai. Dengan demikian, sudah selayaknya aneka jenis tanaman bambu dijaga kelestariannya.

Hal tersebut seperti dijelaskan penggemar tanaman hias dan bonsai asal Godean Sleman, Supriyanto. Khususnya tanaman bambu, ia paling senang dengan jenis bambu tutul.

“Jenis bambu tutul ada juga yang biasa menyebut bambu totol, sebab pada batang bambu ini muncul corak totol-totol, tutul-tutul ataupun bintik kehitaman,” jelasnya, baru-baru ini.

Namun ketika tanaman bambu tutul masih muda, warna batangnya masih dominan kehijauan atau tutul-tutulnya belum muncul. Jika sudah muncul, masih kurang jelas.

Baca juga   Yogya Kini Punya Galeri Produk Daur Ulang Sampah, Klinik, dan Website Forum Bank Sampah

“Lain halnya jika tanaman bambu tutul sudah tua, batang akan berwarna kekuningan, tutulnya semakin banyak terlihat dan menyebar di bagian batang bambu,” terang Supri.

Adanya corak tutul-tutul pada bagian batang bambu tutul, sebutnya, termasuk keunggulan ataupun kekhasan jenis bambu tersebut. Wajar jika dijadikan bahan baku pembuatan produk mebel akan memiliki karakter khas.

Jenis mebelnya antara lain meja-kursi, rak, almari hingga tempat tidur (amben). Bisa pula menjadi bahan baku untuk pembuatan peralatan/piranti rumah tangga, misalnya tudung saji, keranjang buah, tempat tisu dan sebagainya.

Jenis bambu tutul pun cocok dijadikan untuk aneka produk anyaman seperti pyan dan gedhek. Bahkan tanaman bambu tutul bagian bonggol dan sedikit batang bawa dapat dijadikan bonsai.

“Menurut saya bonsai tanaman bambu tutul bisa tampil unik dan khas. Sebagai contoh, bagian bawah batang tanaman bambu tutul yang melengkung atau membengkok unik,” paparnya.

Baca juga   Sebanyak 233 Kampung di Kota Yogya Bebas Asap Rokok

Jika sudah dijadikan tanaman bonsai dan ditanam di pot, campuran media tanamnya ia biasa menggunakan campuran sekam bakar, pupuk kandang, pasir dan tanah subur seperti yang banyak mengandung kompos.

Agar media tanam untuk bonsai tanaman bambu tutul terjaga tingkat kesuburannya, setiap enam bulan sekali perlu diganti. Akar-akar yang sudah tua dapat pula sekalian dipotong. Langkah seperti ini pun dapat diterapkan jenis tanaman bonsai lain seperti serut, kemuning, sancang, beringin dan cemara udang. Lain halnya jika tanaman bambu tutul yang hidup di alam bebas, tinggi tanamannya bisa kisaran 20 meter.

“Tapi tanaman bambu jenis tutul saat ini sudah semakin langka ditemukan. Kalau saya pas ke Pacitan masih lumayan mudah ditemukan,” ungkap Supri.(*)

Share :

Baca Juga

Talkshow#1 bertajuk "Kolaborasi Kampus dan Industri Kreatif, Mau Dibawa Kemana?" pada Sabtu (18/12/2021) mewarnai agenda dibukanya Hetero Space Solo. (Foto: Dok DKV ISI Surakarta)

Plus

Hetero Space Gairahkan Insan Kreatif, Undang Dosen DKV ISI Surakarta sebagai Narasumber Diskusi
Peltu Dwiyanto. (Foto: istimewa)

Plus

Peltu Dwiyanto: Akhirnya Keponakan Jadi Penerus Saya Usai Terapi Buta Warna di Banyu Urip
Program Pelatihan Kepemimpinan Pemuda dalam Rumah Tangga digelar Kemenpora di di De Laxston Hotel Yogya, 30 November-1 Desember 2023. (Foto: Istimewa)

Plus

Ratusan Pemuda Ikuti Program Pelatihan Kepemimpinan Pemuda dalam Rumah Tangga Kemenpora
Olimpiade Pancasila kembali diselenggarakan di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantul, Senin (26/9/2022). Foto: Humas Pemkab Bantul

Plus

Olimpiade Pancasila, Tumbuhkan Nasionalisme Berbangsa dan Bernegara
WKRI Magelang dalam kunjungannya ke PT Tarumartani Yogyakarta dalam rangka napak tilas pendiri WKRI, Maria Sulastri. (Foto: Istimewa)

Plus

WKRI Magelang Napak Tilas ke Tarumartani Yogyakarta
Praka Darwanto. (Foto: istimewa)

Plus

Sang Adik Ikuti Jejak Jadi Tentara Usai Jalani Terapi Buta Warna di Klinik Banyu Urip
Workshop Manajemen Pengembangan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan E-Warong, yang digelar oleh Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta di Hotel Tasneem, Rabu (9/11/2022). Foto: Humas Pemkot Yogya

Plus

Kota Yogya Dorong Ekonomi Kerakyatan Melalui E-Warong dan KUBE
Vita menjelaskan produk batik kepada Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poewadi yang mengunjungi Rumah Batik Jinggar saat gowes dodolan kampung di Kelurahan Wirogunan. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Plus

Pandemi Covid-19 Tak Surutkan Semangat Kreativitas Vitalia Pamoengkas Kembangkan Batik