Home / Plus

Kamis, 21 Oktober 2021 - 11:19 WIB

Bangkit dari Pandemi, Usaha Sale Pisang Bang Zae Laris Manis

Dengan rasa yang khas dan legit, sale pisang buatan Bang Zae cukup laris di pasaran. Hingga saat ini dia telah menjual 2 kwintal sale pisang dan produknya sudah ada di 10 outlet oleh-oleh khas Batang. (Foto: MC Batang, Jateng)

Dengan rasa yang khas dan legit, sale pisang buatan Bang Zae cukup laris di pasaran. Hingga saat ini dia telah menjual 2 kwintal sale pisang dan produknya sudah ada di 10 outlet oleh-oleh khas Batang. (Foto: MC Batang, Jateng)

NYATANYA.COM, Batang – Masa pandemi Covid-19 yang sudah melanda negeri ini hampir dua tahun membuat para pengusaha kecil dan menengah kewalahan dalam mempertahankan usahanya. Bahkan tidak sedikit pengusaha yang harus gulung tikar atau mencoba beralih usaha lainnya.

Seperti yang dilakukan Zaenal, warga Kelurahan Proyonanggan Tengah, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, juga merasakan dampak dari pandemi Covid-19.

Pensiunan pegawai swasta itu sebelumnya membuka usaha angkringan, namun sejak pandemi ditambah kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat usahanya tidak berjalan mulus.

Sempat berhenti berusaha sejenak, dia pun bangkit dengan harapan baru, bermodal pengetahuannya di bidang olahan pisang yaitu sale pisang. Dengan beberapa kali percobaan cara dan resep akhirnya Zaenal berhasil membuat sale pisang dengan rasa manis alami dan juga legit.

“Setelah pensiun saya berjualan angkringan, situasi pandemi tentu membuat jualan sepi juga ada PPKM, sempat berhenti tidak usaha apapun, kemudian saya kepikiran membuat sale pisang, beberapa kali percobaan agar sale pisang benar-benar enak dan layak dijual, alhamdulillah berhasil dan resep jadi patokan sampai sekarang,” katanya saat ditemui di rumahnya, Kamis (21/10/2021).

Baca juga   Asyiknya Wisata Petik Buah dan Belajar Berkebun di Creative Farm Batang

Dengan rasa yang khas dan legit, sale pisang buatannya cukup laris di pasaran. Hingga saat ini dia telah menjual 2 kwintal sale pisang dan produknya sudah ada di 10 outlet oleh-oleh khas Batang.

Selain itu, dia juga menjualnya melalui media sosial. hasil produksinya telah dikirim ke berbagai daerah seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, Surabaya, Batam, Jambi, Tangerang, Bandung dan Malang.

“Alhamdulillah sudah ada titipan di 10 outlet, dan berjalan lancar kerja samanya, kalau pesanan biasanya dari instansi-instansi menghubungi terlebih dahulu minimal H-1 untuk pemesannya, kemudian untuk pemesanan onlinenya di media sosial Instagram ketik aja sale.bangzae,” jelasnya berpromosi.

Baca juga   Merintis Tanaman Hidroponik, Upaya Kreatif di Masa Pandemi

Ia menambahkan, kemarin juga kita dibantu program dari Bupati Batang Wihaji di sosial medianya yang dodolan online itu, dampaknya lumayan bagus karena produk kita diposting oleh beliau. Jadi ada beberapa pemesan setelah melihat postingan itu.

Pembuatan sale pisang, lanjut dia, membutuhkan waktu 9 hari, mulai dari proses pematangan buah pisang, pemilihan, penjemuran, penyimpanan, hingga penggorengan dan pengemasan. Pisang yang saya pakai itu jenis pisang kapas, saya pilih yang masih hijau dan untuk proses pematangan dengan cara yang alami sehingga rasanya lebih enak.

“Untuk harga, produk yang saya beri nama Sale Pisang Bang Zae dijual dengan harga Rp50.000 per kilo, jika mau seperempat kilo atau setengah kilonan juga bisa. Langsung saja kerumah produksi kita di Jalan Brigjen Katamso Gg. Jalak yang ada plang Toko Rizqi,” ujar dia. (*)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Anggota kelompok Lilin Kecil Club foto bersama ibu-ibu usai pelatihan. (Foto: Agoes Jumianto)

Plus

Begini Cara ‘Lilin Kecil Club’ Berbagi di Tengah Pandemi
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, sekarang sampah dapur tidak hanya sebagai sampah, namun bisa dijadikan bermanfaat yang sangat berguna. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Plus

Manfaatkan Sisa Makanan, Warga Karangwaru Olah Sampah Menjadi Eco Enzym
Danar dan Pipit menjadi Super Hero agar anak-anak senang dan terhibur di tengah pandemi. (Foto: dokumentasi pribadi)

Plus

Super Hero Beri Bantuan dan Hibur Anak-anak yang Isoman
Pemilik Pawone Simbah memberikan pelatihan kepada kaum ibu, agar dapat membantu perekonomian keluarga. (Foto: MC Batang)

Plus

Pawone Simbah Edukasi Kaum Ibu Jadi Marketer Online
Warga Desa Kalirejo antusias ikuti pelatihan membuat blangkon. (Foto: humas/beritamagelang)

Plus

Pemdes Kalirejo Gelar Pelatihan Membuat Blangkon
Dengan menggarap lahan nganggur menjadi kebun sayur, kelompok tani ibu-ibu PKK Srikandi Desa Jetis Wetan ini berharap dapat menginspirasi masyarakat dalam bidang pertanian. (Foto: Diskominfo Klaten)

Plus

PKK Pedan Hijaukan Tanah Kas Desa dengan Sayuran Organik
Indria Aryanto dan kreasinya kain tenun ecoprint 3 dimensi. (Foto: Agoes Jumianto)

Plus

Indria Aryanto, Suskes Padu Padankan Kain Tenun dan Ecoprint 3D dalam Karya Fesyen
Kricak Bersatu (Kiber), berforo bersama dengan Relawan Kricak dan sejumlah mahasiswa ASMI Santa Maria Yogyakarta. (Foto: Agoes Jumianto)

Plus

Santuni Anak Yatim, Sehari Berbagi di HUT ke-3 Kiber