Home / Buku

Kamis, 28 Oktober 2021 - 23:58 WIB

Bangun Nasionalisme Bahasa dan Budaya, BRIN Luncurkan Dua Buku

BRIN melalui Pusat Riset Masyarakat dan Budaya (PRMB–BRIN) bekerja sama dengan Penerbit Kompas meluncurkan dua buku hasil penelitian monumental yang ditulis oleh para peneliti senior di PRMB–BRIN. (Foto: BRIN)

BRIN melalui Pusat Riset Masyarakat dan Budaya (PRMB–BRIN) bekerja sama dengan Penerbit Kompas meluncurkan dua buku hasil penelitian monumental yang ditulis oleh para peneliti senior di PRMB–BRIN. (Foto: BRIN)

NYATANYA.COM, Jakarta – Bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda dan merayakan Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia, BRIN melalui Pusat Riset Masyarakat dan Budaya (PRMB–BRIN) bekerja sama dengan Penerbit Kompas meluncurkan dua buku hasil penelitian monumental yang ditulis oleh para peneliti senior di PRMB–BRIN pada Kamis (28/10) bertempat di Gedung Widya Graha Lt.1, Gatot Soebroto, Jakarta.

Kedua buku tersebut berjudul “Globalisasi dan Transformasi Sosial Budaya” dan “Membangun Nasionalisme Bahasa dan Budaya.

Buku “Globalisasi dan Transformasi Sosial Budaya” merupakan bagian dari hasil penelitian tentang global village, yang mendiskusikan transformasi sosial dan budaya di tengah arus globalisasi, khususnya berkaca pada sejarah dan pengalaman bangsa Indonesia.

Buku kedua “Membangun Nasionalisme Bahasa dan Budaya” merupakan buku penuh data lapangan dan analisa mendalam atas khazanah kekayaan bangsa. Buku ini secara detail menjelaskan karakter bahasa dan budaya pada beberapa kelompok suku bangsa di berbagai wilayah Indonesia.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengungkapkan, globalisasi telah melahirkan kenyataan dunia yang tanpa batas (borderless world), yang juga menuntut kita memikirkan ulang tentang batas-batas negara secara tradisional, identitas, kedaulatan dan otonomi sebagai suatu bangsa.

Baca juga   Saludin Muis, Peraih Rekor MURI Pengarang Buku TI Terbanyak 2021

“Sejalan dengan proses pada level global, proses pada level nasional dan lokal juga berkelindan sebagai sebuah proses silang budaya, yang di satu sisi memperkaya budaya, namun di sisi lain juga menyimpan tantangan sebagai bangsa untuk mendefinisikan nasionalisme bahasa dan budayanya di tengah serbuan budaya dan bahasa global,” ungkap Kepala BRIN, seperti dikutip dalam rilis BRIN di Jakarta, Kamis (28/10/2021).

Handoko melanjutkan, karakter khas yang majemuk dari sisi bahasa dan budaya pada beberapa kelompok suku bangsa di berbagai wilayah Indonesia merupakan sebuah keniscayaan.

Kemajemukan tersebut memperlihatkan aspek otentisitasnya di satu sisi, dan sisi lain tampak memperkuat pengaruh akan adanya silang budaya. Aspek terakhir inilah yang memungkinkan jejaring kebudayaan yang membentuk sebuah ikatan kebangsaan menjadi terwujud.

“Nasionalisme budaya dan bahasa di tengah globalisasi merupakan dua terma yang bisa menjadi paradoks, sekaligus saling memberi tarikan dan tekanan dalam masyarakat yang bertransformasi. Dua buku ini diluncurkan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, 93 tahun yang lalu, para pemuda pejuang bangsa bersumpah untuk bertanah air, berbangsa dan berbahasa satu, yaitu bahasa Indonesia. kita akan terus mengingat sumpah yang mempersatukan bangsa Indonesia yang berbeda itu dalam semangat-semangat untuk berkarya,” tambah Handoko.

Baca juga   Walikota Yogya Raih Nugra Jasa Dharma Pustaloka Tahun 2021

Pada kesempatan yang sama Plt. Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora, Ahmad Najib Burhani, menyampaikan bahwa kedua buku ini memiliki peranan yang sangat penting untuk dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada masyarakat terkait bahasa dan budaya bangsa Indonesia.

“Penerbitan hasil penelitian melalui buku ini bertujuan agar dapat secara lebih luas didiseminasikan kepada masyarakat. Sayang sekali jika hal yang sangat penting ini hanya dibaca dan diakses kalangan terbatas, dan tidak dapat berpengaruh secara luas kepada masyarakat dan bangsa ini mengenai bahasa dan budaya nasional,” jelas Ahmad Najib.

“Sebagai perwakilan dari BRIN, saya ucapkan terima kasih syukur dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para penulis, yang sebagian diantaranya telah wafat dan sudah purna bakti. Semoga nantinya buku ini mendapatkan pembaca yang luas dan tulisan karya ini menjadi amal jariah yang memberi manfaat kepada masyarakat. Terima kasih juga kami haturkan kepada Penerbit Kompas yang telah banyak mendukung,” tutur Ahmad Najib. (*)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi pimpin upacara dalam rangka memperingati Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca secara virtual. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Buku

Heroe Poerwadi: Pentingnya Membaca untuk Kemajuan Bangsa dan Negara
Christanti Zaenal Arifin menggelar 'Bunda PAUD Mengajar' dengan membacakan dongeng bagi anak-anak. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Magelang)

Buku

Tingkatkan Literasi Anak, Bunda PAUD Bacakan Dongeng Secara Daring
Acara Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM) dengan tema ”Penguatan Peran Sisi Hulu Guna Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat” yang digelar Pepustakaan Nasional RI dan Perpustakaan Kabupaten Bantul. (Foto: Humas Pemkab Bantul)

Buku

Literasi, Faktor Esensial dalam Upaya Membangun Masyarakat Inovatif dan Kreatif
Saludin Muis dan penghargaan MURI yang diterimanya. (Foto:nyatanya.com/Istimewa)

Buku

Saludin Muis, Peraih Rekor MURI Pengarang Buku TI Terbanyak 2021
Jambu Carlin, pinjam buku cara online ala Klaten. (Foto: Diskominfo Klaten/nyatanya.com)

Buku

Jambu Carlin, Ini Cara pinjam Buku Gratis di Klaten

Buku

Walikota Yogya Raih Nugra Jasa Dharma Pustaloka Tahun 2021
Bupati Kudus HM Hartopo saat mengunjungi perpustakaan daerah di Desa Tumpangkrasak dan Loram Wetan. (Foto: Diskominfo Kudus)

Buku

Replikasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
Bimbingan Teknis Gerakan Aksi Pojok Baca untuk TP PKK se-Kabupaten Temanggung secara virtual. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Temanggung)

Buku

Tingkatkan Literasi, TP PKK Temanggung Dorong Pojok Baca untuk Masyarakat