Home / Buku

Kamis, 5 Agustus 2021 - 21:23 WIB

Banjir Besar Melanda Dunia

Nyoman Wijana dan buku Pencemaran, Pemulihan, dan Kualitas Lingkungan Hidup. (Foto: dokumentasi Plantaxia)

Nyoman Wijana dan buku Pencemaran, Pemulihan, dan Kualitas Lingkungan Hidup. (Foto: dokumentasi Plantaxia)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Banjir besar melanda China. Duapuluh lima orang tewas di Provinsi Henan, China tengah, akibat banjir tersebut. Banjir besar ini dipicu hujan lebat yang terus turun berhari-hari. Air menggenangi jalan-jalan di seluruh ibu kota provinsi itu, Zhengzhou.

Banyak kendaraan macet, bahkan tenggelam dan hanyut. Mereka terpaksa menempuh banjir setinggi pinggang orang dewasa. Banjir juga menggenangi stasiun kereta bawah tanah.

Provinsi Henan, dengan sekitar 94 juta penduduk, mengalami hujan lebat selama seminggu ini. Para peramal cuaca mengatakan Zhengzhou mendapat curah hujan dalam setahun hanya dalam tiga hari.

Sebelumnya banjir besar juga melanda sejumlah negara di Eropa. Demikian juga Amerika dan Australia. Jakarta tak luput dari banjir pula. Banjir terjadi di mana-mana!

“Dunia tengah dilanda bencana. Semua itu dipicu oleh kerusakan lingkungan yang kemudian menyebabkan terjadinya perubahan iklim,” kata Prof. Dr. Nyoman Wijana, M.Si., Guru Besar pada Pendidikan Biologi di Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas MIPA Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Bali.

Lebih lanjut Ketua Jurusan Biologi Perikanan dan Kelautan FMIPA Undksha ini menjelaskan bahwa berdasarkan data terakhir dari Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia, pada tahun 2012 ada 300 kasus lingkungan hidup di Indonesia, seperti kebakaran hutan, pencemaran lingkungan, kerusakan lingkungan akibat pertambangan. Data lain yang menunjukkan potret lingkungan Indonesia adalah Indeks Kualitas Lingkungan Hidup yang dibuat oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Baca juga   Pembangunan Ekonomi Daerah dan Desa Masih Banyak Kendala

Indonesia memiliki kekayaan ekosistem yang beragam, yang dapat menopang manusia dan makhluk hidup lainnya. Namun demikian Indonesia juga termasuk negara tropis yang sering mengalami dampak negatif perubahan iklim.

Kondisi lingkungan di Indonesia dari tahun ke tahun semakin memprihatinkan. Kerusakan hutan di Indonesia mencapai 19,3%, Tambang 15,5%, Perkebunan 7,9%, Laut dan Pesisir 6,2%, dan Limbah 4,8%. Aktor kerusakan adalah perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.

Sepanjang tahun 2017, BNPB mencatat ada 2.175 kejadian bencana di Indonesia, dengan rincian banjir (737 kejadian), puting beliung (651 kejadian), tanah longsor (577 kejadian), kebakaran hutan dan lahan (96 kejadian), banjir dan tanah longsor (67 kejadian), kekeringan (19 kejadian), gempa bumi (18 kejadian), gelombang pasang/abrasi (8 kejadian), serta letusan gunung api (2 kejadian).

“Indonesia sangat sering mengalami bencana ekologis. Hal itu disebabkan oleh kondisi lingkungan hidup yang semakin menurun. Kerusakan lingkungan diperparah oleh praktik buruk korporasi dan Negara serta masyarakat dalam mengelola sumber daya alam. Kondisi yang demikian tidak boleh terus didiamkan. “ kata Nyoman Wijana.

Baca juga   Heroe Poerwadi: Pentingnya Membaca untuk Kemajuan Bangsa dan Negara

Penulis buku Pencemaran, Pemulihan, dan Kualitas Lingkungan Hidup ini lahir di Desa Sangsit Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng Propinsi Bali. Ia menempuh pendidikan S1 di Jurusan Pendidikan Biologi FKIP Universitas Udayana tahun 1979/1980-1984,  S2 ditempuh di Fakultas Biologi Universitas Gajah Mada Bidang Ilmu Ekologi Tumbuhan tahun 1990-1994, dan S3 di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana konsentrasi Ergonomi tahun 2005-2008.

Pada tahun 2010 dikukuhkan sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3) 2013-2015. Tahun 2016-2019 menjadi Ketua Pusat Pengabdian Masyarakat LPPM Undiksha.

“Kita tidak boleh abai. Kita harus memahami kondisi alam kita, kualitas lingkungan hidup kita, dan kemudian berusaha melakukan retorasi, reklamasi, rehabilitasi. Apa yang kita upayakan sekarang akan sangat menentukan kondisi alam lingkungan kita di masa depan.” Kata Nyoman Wijana menutup perbincangan. (N1)

Share :

Baca Juga

Buku Kisah Lima Sahabat karangan Ratri Gunariyanti yang diterbitkan Pustaka Anak. (Foto:dokumentasi pustaka anak)

Buku

Bening, Gadis Rimba yang Luar Biasa
Buku terbaru karya I Wayan Candra Winetra dan Edhy Sutanta. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

Buku

Ditemukan Cara Mudah Membuat Game
Prof. Ir. Supriharyono. M.S., PhD. dan buku Manajemen Sumberdaya Perairan. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

Buku

Pencemaran Perairan Semakin Parah! Diperlukan Upaya Ekstra Penyelamatan
Buku Indonesia Melawan Corona Ala Kartunis. (Foto:nyatanya.com/Ignatius Anto)

Buku

Indonesia Melawan Corona Ala Kartunis
Buku Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan penulis Ir. Anizar, M.Kes. (Foto:dokumentasi Graha Ilmu)

Buku

Angka Kecelakaan Kerja Masih Tinggi
Vini Indriasari dan bukunya Citra Digital dengan Remote Sensing. (Ilustrasi grafis: nyatanya.com/Foto: dokumentasi Teknosain)

Buku

Data Satelit Bisa Diperoleh Secara Gratis
Perpustakaan Kota Yogyakarta kembali membuka layanan membaca di tempat, dengan kuota terbatas. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Buku

Perpustakaan Kota Yogya Kembali Buka Layanan Baca di Tempat
Desy Nur Aini Fajri dan buku Hubungan Kerjasama Indonesia dan Jepang yang ditulis bersama mahasiswanya. (Foto: dokumentasi graha ilmu)

Buku

RBI Online Tuntun Warga Jepang Mengenal Jakarta