Home / News

Selasa, 20 September 2022 - 07:23 WIB

Bank Dunia Apresiasi Penataan Kawasan Kumuh Sungai Gajah Wong

Perwakilan Bank Dunia berkunjung ke lokasi hasil kegiatan penataan permukiman kawasan kumuh bantaran Sungai Gajah Wong di wilayah Muja Muju Kota Yogyakarta. Foto: Humas Pemkot Yogya

Perwakilan Bank Dunia berkunjung ke lokasi hasil kegiatan penataan permukiman kawasan kumuh bantaran Sungai Gajah Wong di wilayah Muja Muju Kota Yogyakarta. Foto: Humas Pemkot Yogya

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Perwakilan Bank Dunia berkunjung ke lokasi hasil kegiatan penataan permukiman kawasan kumuh bantaran Sungai Gajah Wong di wilayah Muja Muju Kota Yogyakarta.

Penataan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) itu berdampak pada kualitas permukiman yang meningkat dan lingkungan bersih.

Direktur Eksekutif Bank Dunia, Mohd Hassan Ahmad mengatakan kedatangan dirinya bersama rombongan ke Kota Yogyakarta untuk melihat langsung hasil penataan program peningkatan kualitas permukiman Kotaku.

Pihaknya mengapresiasi hasil penataan program peningkatan kualitas permukiman di kawasan kumuh bantaran Sungai Gajah Wong karena hasilnya cukup bagus dibandingkan sebelumnya.

Foto: Humas Pemkot Yogya

“Setibanya saya agak terkejut melihat perubahan yang agak kentara sebelum dan sesudah. Saya berharap masyarakat di sini terus menjaga kebersihan,” kata Hassan saat meninjau lokasi hasil penataan program Kotaku di bantaran Sungai Gajah Wong di Muja Muju Kota Yogyakarta, Senin (19/9/2022).

Dia mengaku terkesan dengan masyarakat dalam menjalankan program penataan kawasan kumuh tersebut. Pihaknya juga berterima kasih kepada Pemkot Yogyakarta yang turut mendukung program penataan itu.

Hassan menyampaikan program Kotaku berdampak untuk meningkatkan akses terhadap pembangunan dan kualitas hidup sehingga diharapkan bisa mengurangi kemiskinan.

Baca juga   Kasus Covid-19 Tinggi, Pj Walikota Ingatkan Prokes dan Gencarkan Vaksinasi Booster

Penataan kawasan kumuh di bantaran Sungai Gajah Wong dilakukan bertahap sejak tahun 2017.

Pada segmen 1 Sungai Gajah Wong yang menjadi lokasi kunjungan Bank Dunia, awalnya memiliki luas kawasan kumuh sekitar 38,13 hektare.

Setelah ada penataan, luas kawasan kumuh berkurang menjadi 9,46 hektare. Penataan kawasan kumuh di antaranya berupa pembangunan jalan lingkungan, drainase, pengelolaan limbah dan ruang terbuka publik.

Penataan segmen 1 Sungai Gajah Wong itu menggunakan dana total mencapai sekitar Rp28 miliar.

Dari dana itu sekitar Rp15,6 miliar di antaranya dari Bank Dunia. Selain itu dari sumber dana lain dan swadaya masyarakat.

Sementara itu Penjabat Walikota Yogyakarta, Sumadi menyatakan dalam penanganan kawasan kumuh di Yogyakarta menggunakan prinsip utama yaitu sustainable development goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan yakni universal, integral dan inklusif.

Di samping itu ada modal sosial kekompakan dan jiwa gotong royong serta kolaborasi gerakan Gandeng Gendong.

“Pola penanganan kumuh yang dilakukan dengan konsep M3K. mundur, munggah (naik) dan menghadap ke sungai. Menata permukiman dengan memangkas sebagian rumah-rumah yang ada di bantaran sungai. Mundur dalam rangka penyediaan jalan inspeksi sekaligus untuk ruang terbuka publik, akses mitigasi dan peletakan infrastruktur dasar permukiman serta menaikan menjadi dua lantai dan menghadapkan bangungan ke sungai,” terang Sumadi.

Baca juga   Ini Dia Pemenang Lomba Pemuda Pelopor Tahun 2021 Kota Yogya

Berdasarkan data tahun 2021, total luas kawasan kumuh di Kota Yogyakarta mencapai sekitar 114,7 hektare. Sampai tahun 2021 dari penataan sudah berhasil mengurangi kawasan kumuh seluas 20,54 hektare, sehingga masih tersisa sekitar 94,18 hektare.

Penanganan kawasan kumuh juga dilakukan dengan kolaborasi Pemkot Yogyakarta, Pemda DIY dan pemerintah pusat sesuai kewenangan wilayah yang ditetapkan.

“Sisa kawasan kumuh ini menjadi target kami untuk secara berkelanjutan dan berkesinambungan akan terus kami tata agar kawasan ini menjadi lebih baik,” tegasnya.

Sedangkan mewakili Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), Sulistianing Kusumawati menjelaskan program Kotaku merupakan upaya strategis Kemen PUPR untuk meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di permukiman kumuh perkotaan.

“Pembelajaran yang bisa diambil dari penanganan kawasan di Yogyakarta adalah perubahan perilaku kebersihan dengan pengelolaan persampahan dan tumbuhnya kegiatan ekonomi. Harapannya setelah penataan ini dapat mewujudkan permukiman layak huni yang berkelanjutan,” tandas Sulistianing.

(Tri/N1)

Share :

Baca Juga

Foto: Ist/InfoPublik

News

Menko Airlangga Hartarto: Kopi, Komoditas Penting dan Menjanjikan dalam Perekonomian Indonesia
Presiden Jokowi. Foto: BPMI Setpres

News

Presiden Menargetkan Indonesia Swasembada Gula dalam Lima Tahun ke Depan
Doa dan tasyakuran persemian gedung baru Bawaslu Wonosobo, Rabu (22/6/2022). Foto: Pendim 0707

News

Bawaslu Wonosobo Tempati Kantor Baru, Bupati: Prestasi Harus Ditingkatkan
Tangkapan layar Juru Bicara Kemlu RI Teuku Faizasyah selama konferensi pers secara daring pada Kamis (22/9/2022). Foto: ANTARA/Yashinta Difa

News

Kemlu RI Bantah Berita Kunjungan “Pejabat Senior” ke Israel
Foto: Puspenkum

News

Kejagung Periksa Dua Saksi Kasus Korupsi Ekspor CPO, Ini Temuannya
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Positif Covid-19 di DIY Tambah 850 Kasus, Sembuh 390 Orang
Presiden Jokowi dan Ibu Iriana mengunjungi Pasar Peterongan, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Selasa (5/7/2022). Foto: BPMI Setpres

News

Di Semarang, Presiden Jokowi Beri Tambahan Modal Kerja Masyarakat
Foto: ANTARA

News

Jelang Lebaran, BRI Siapkan Uang Tunai Rp46,85 Triliun