Home / Plus

Rabu, 12 Januari 2022 - 22:41 WIB

Bantu Tingkatkan Penjualan Produk UKM, Pemkot Siapkan Program Jogja Karya

Pemkot Yogya melalui Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah menyiapkan program

Pemkot Yogya melalui Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah menyiapkan program "Jogja Karya" untuk membantu meningkatkan penjualan produk UMKM. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Pemkot Yogya melalui Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (DinPerinKopUKM) terus berupaya dalam meningkatkan penjualan produk para pelaku UKM.

Salah satunya dalam waktu dekat ini DinPerinKopUKM Kota Yogya akan membuat suatu program yang dinamakan ‘Jogja Karya’.

Kepala DinPerinkopUKM Kota Yogya, Tri Karyadi Riyanto menuturkan dalam program tersebut pihaknya juga menggandeng stakeholder dan pelaku-pelaku UKM di Kota Yogyakarta.

“Kami sengaja menggandeng berbagai pihak agar semua juga ikut serta dalam meningkatkan penjualan produk-produk UKM di Kota Yogyakarta, nanti akan kami buat tim,” ujarnya di Balaikota, Rabu (12/01/2022).

Baca juga   Transformasi Prangko Digital dan Prangko Crypto

Tim tersebut, lanjutnya, akan bertugas mengkurasi dan memberikan pelatihan kepada para pelaku UKM yang akan mengikuti program tersebut.

Didalam program ini, para pelaku UKM dapat melakukan pemasaran baik secara online dan ofline.

“Untuk pemasaran melalui online, nanti para pelaku UKM diberikan pelatihan bagaimana mengemas produk dan membuat caption semenarik mungkin sehingga menarik para pembeli,” bebernya.

Baca juga   Dukung Penataan Hulu Sungai Progo, Temanggung Siap Fasilitasi Lahan

Sementara untuk penjualan secara offline, dapat memanfaatkan both yang ada di griya UMKM dan dapat dihias semenarik mungkin.

“Selain itu, kami akan meletakkan food truck di depan Griya UMKM agar suasana lebih ramai dan berwarna sehingga menarik pembeli,” katanya.

Tri Karyadi membeberkan produk-produk yang akan di tawarkan di dalam program ini adalah produk-produk kebanggan Kota Yogya yang memiliki kekhasan dan keunikan.

(*/N1)

Share :

Baca Juga

Perajin blangkon Subranto kembali berproduksi, setelah setahun berhenti total. Ia berharap pandemi Covid-19 segera usai dan ekonomi keluarga kembali pulih. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Plus

Setahun Berhenti Total, Kini Subranto Kembali Bangkit Produksi Blangkon
Santripreneur Award 2021 yang diselenggarakan oleh Santripreneur Indonesia ini melombakan para santripreneur dalam tiga kategori yakni Kuliner, Industri, Perdagangan dan Jasa, serta Kreatif. (Foto: Biro Komunikasi Kemenparekraf)

Plus

Menparekraf Berharap “Santripreneur Award” Jadi Pioner Pengembangan Kewirausahaan Indonesia
Kampung panca tertib Notoprajan Kelurahan Notoprajan Kemantren Ngampilan melakukan panen sayur hasil pemanfaatan lahan kosong, Selasa (11/1/2022). (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Plus

Panen Sayur Kampung Notoprajan Penuhi Kebutuhan Gizi Warga
Krenova digelar untuk mendorong terbentuknya budaya kreativitas di masyarakat. (Foto: Diskominfo Jateng)

Plus

Jamu Asam Urat Karya Siswa MAN Raih Juara Krenova 2021
Contoh prangko crypto. (Foto: InfoPublik.id)

Plus

Transformasi Prangko Digital dan Prangko Crypto
Jamu Ginggang yang dirintis pada 1930-an oleh Mbah Joyo Tan Ginggang, hingga kini masih lestari hingga generasi kelima. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Plus

Jamu Ginggang yang Melegenda Itu Kini Juga Merambah Jualan Online
Dengan rasa yang khas dan legit, sale pisang buatan Bang Zae cukup laris di pasaran. Hingga saat ini dia telah menjual 2 kwintal sale pisang dan produknya sudah ada di 10 outlet oleh-oleh khas Batang. (Foto: MC Batang, Jateng)

Plus

Bangkit dari Pandemi, Usaha Sale Pisang Bang Zae Laris Manis
Ilustrasi frozen food. (Foto:istimewa/productnation)

Plus

Anda Punya Rencana Bisnis Frozen Food? Ini Izin yang Harus Dipenuhi