Home / Peristiwa

Minggu, 22 Agustus 2021 - 22:16 WIB

Bantu Turunkan ‘Stunting’ dengan Beras Fortivikasi

Penyerahan beras fortivikasi dari Perum Bulog kepada Bupati Purbalingga. (Foto: Humas Purbalingga)

Penyerahan beras fortivikasi dari Perum Bulog kepada Bupati Purbalingga. (Foto: Humas Purbalingga)

NYATANYA.COM, Purbalingga – Pemerintah Kabupaten Purbalingga menerima bantuan beras fortivikasi sebanyak lima ton. Bantuan yang berasal dari program atau Corporate Social Responsibility (CSR) Perum Bulog tersebut akan didistribusikan ke 12 pondok pesantren di wilayah Purbalingga.

Direktur Human Capital Perum Bulog Purnomo, Sinar Hadi, mengatakan, beras hasil fortivikasi memiliki kandungan zat besi, asam folat, vitamin A, B1, B3, B6, B12, dan zinc. Kandungan vitamin ini mampu untuk meningkatkan stamina dan imunitas tubuh.

“Bantuan beras ini sebenarnya diperuntukkan bagi daerah dengan angka stunting tinggi. Kabupaten Purbalingga memiliki angka stunting cukup tinggi pada lima tahun lalu, tepatnya tahun 2016 di mana angka stunting Purbalingga mencapai 23 persen,” kata Purnomo, usai penyerahan beras fortivikasi kepada Bupati Purbalingga, Jumat (20/8/2021).

Baca juga   Tak Henti Imbau Warga Taat Prokes, Bupati Etik Rutin Sambangi Pasar

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, menyatakan, stunting merupakan permasalahan nasional, sehingga menjadi program prioritas pemerintah pusat untuk ditangani oleh seluruh pemerintah kabupaten kota di Indonesia. Di Purbalingga, kasus stunting terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

“Mudah-mudahan angka stunting ini terus menurun dan kita bisa bareng-bareng menyukseskan program prioritas pemerintah pusat terkait stunting.” ungkap Tiwi.

Baca juga   Quattrick, Jateng Kembali Jadi Provinsi Terbaik TLHP Kemendagri

Kepala Dinkes Purbalingga Hanung Wikantono menjelaskan, berdasarkan data dari aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), terhitung sampai dengan 15 Juni 2021, jumlah bayi stunting di Kabupaten Purbalingga sebanyak 14,57 persen. Rinciannya, jumlah bayi kategori pendek 5.074 anak (11,37 persen), dan bayi sangat pendek sejumlah 1.426 anak (3,20 persen).

“Beberapa wilayah kerja Puskesmas yang cukup banyak balita stunting-nya adalah Puskesmas Kutasari sebanyak 720 bayi, Karangmoncol 669 bayi, Kejobong 607 bayi, Karanganyar 464 bayi, dan Purkesmas Serayu Larangan 420 bayi,” jelasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Relawan RAPI melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan Balai Desa Danurejo Mertoyudan Magelang.(Foto:nyatanya.com/Humas Magelang)

Peristiwa

RAPI 51 55 Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Mertoyudan
Jembatan Gantung Girpasang Mulai Dibangun. (Foto: Humas Kab. Klaten)

Peristiwa

Permudah Akses Warga, Jembatan Gantung Girpasang Mulai Dibangun
Harga kebutuhan pokok masyarakat di Pekalongan masih stabil. (Foto:Dinkominfo Kota Pekalongan)

Peristiwa

Harga Kepokmas di Pekalongan Stabil
nyatanya.com

Peristiwa

Di Harganas 2021 Blora Raih 2 Penghargaan
Kegiatan vaksinasi yang difasilitasi Polres Klaten. (Foto: nyatanya.com/Diskominfo Klaten)

Peristiwa

Polres Klaten Gelar Vaksinasi untuk 4.000 Warga
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Pekalongan, Budiyanto. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Pekalongan)

Peristiwa

Di Pemkot Pekalongan, 30 Formasi CASN Ini Masih Nihil Pelamar
Penandatanganan deklarasi bersama pelaksanaan PPKM Darurat di Wonogiri. (Foto:nyatanya.com/Kominfo Wonogiri)

Peristiwa

Tak Ada Toleransi, Pelanggar PPKM Darurat Bakal Ditindak Tegas
Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya (kanan) berharap kegiatan ini dapat menjadi media edukasi bagi para ibu. (Foto:Diskominfo Pekalongan)

Peristiwa

Emak-emak Harus Tahu! Mengolah Bahan Pangan Hewani Gunakan Konsep ASUH