Home / News

Selasa, 13 Juli 2021 - 12:28 WIB

Bantul Akan Bangun Instalasi Produksi Oksigen

(ilustrasi:nyatanya.com/istimewa)

(ilustrasi:nyatanya.com/istimewa)

NYATANYA.COM, Bantul – Melonjaknya kasus Covid-19 di berbagai daerah berimbas pada meingkatnya kebutuhan oksigen bagi kebutuhan pasien. Pasokan oksigen pun menjadi vital dan butuh pengawasan ekstra agar kelangkaan pasokan bisa segera diatasi.

Mengantisipasi kelangkaan dan menjaga pasokan oksigen di wilayahnya, Pemerintah Kabupaten Bantul punya cara tersendiri. Pemkab Bantul akan membangun instalasi produksi oksigen sendiri agar tidak tergantung pada pihak ketiga supplier oksigen.

Baca juga   Gunung Merapi Kembali 'Muntah-muntah' Dini Hari Tadi

“Kita kan tidak tahu pandemi ini akan berakhir di mana kebutuhan oksigen semakin hari semakin meningkat. Nah, untuk mengantsipasi kelangkaan oksigen, kita putuskan untuk membangun sendiri, untuk kebutuhan di masa jangka panjang, kira-kira 2 bulan akan selesai pembangunan instalasi produksi oksigen ini,“ jelas Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih disela mengunjungi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 Pedagang Pasar Pleret di Pendopo Kapanewon Pleret, Selasa (13/7/2021).

Baca juga   Ganjar Kecolongan, Brebes Kembali ke PPKM Level 4

Pihaknya otimis dengan dibangunnya instalasi produksi oksigen di Bantul, masalah kelangkaan oksigen bisa teratasi bukan saja untuk jangka pendek tetapi juga jangka panjang. (N1)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi: nyatanya.com

News

Meroket Lagi, Hari Ini 638 Positif Covid-19 di DIY
(Ilustrasi/nyatanya.com)

News

Terus Melonjak, Hari Ini DIY Tambah 694 Kasus Positif Covid-19
Salah satu ruas JJLS di Kecamatan Girisubo Kabupaten Gunungkidul dengan pemandangan elok di sepanjang jalan. Foto: nyatanya.com/Anto

News

Pembangunan JJLS Dikebut, Jalur Elok Penghubung Gunungkidul dan Wonogiri
Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

News

Ngebut Vaksinasi, Jateng Ajukan Tambahan 2,4 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Per Minggu
Di Grobogan ditemukan apotek yang menjual obat jenis azithromycin dihydrate 500 miligram diatas HET. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Grobogan)

News

Parah! Apotik Ini Jual Azithromycin Dihydrate Rp100 Ribu Per Strip, Padahal HET Rp17 Ribu
Salah satu kebijakan selama PPKM adalah pembatasan akses jalan di wilayah Kota Yogya. Pembatasan ini dinilai efektif mengurangi mobilitas masyarakat. (Foto: Agoes Jumianto)

News

Jangan Terlena! Meski Kasus Harian Covid-19 di Yogya Turun
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyaksikan secara langsung proses vaksinasi bagi ibu hamil di Auditorium Grha Sabha Pramana. (Foto: Humas Pemda DIY)

News

1.110 Ibu Hamil Ikuti Vaksinasi Covid-19 di UGM
(nyatanya.com/istimewa)

News

Indofarma Siap Produksi Ivermectin, HET Rp7.885 per Tablet