Home / Plus

Kamis, 8 Desember 2022 - 17:47 WIB

Bebas Sampah Anorganik di 2023, Pemkot Yogya Dorong Penambahan Bank Sampah di Wilayah

Sarasehan forum bank sampah Kemantren Pakualaman, Rabu (7/12/2022). Foto: Humas Pemkot Yogya

Sarasehan forum bank sampah Kemantren Pakualaman, Rabu (7/12/2022). Foto: Humas Pemkot Yogya

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta untuk mengurai dan mengelola sampah di Kota Yogyakarta terus dilakukan, hal tersebut untuk mengantisipasi kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan yang hampir penuh.

Salah satu upaya tersebut adalah dengan mendorong penambahan bank sampah di masyarakat, termasuk klinik bank sampah.

Hal tersebut sebagai salah satu upaya untuk memaksimalkan lagi peran bank sampah di Kota Pelajar ini.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Forum Bank Sampah Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya yang juga merupakan Sekda Kota Yogyakarta pada saat sarasehan forum bank sampah Kemantren Pakualaman, Rabu (7/12/2022).

Di Kemantren Pakualaman sendiri hingga saat ini mempunyai 19 bank sampah aktif, bahkan anggotanya terus bertambah.

Baca juga   Mantul! Pipa Paralon Disulap Jadi Lampu Hias oleh Warga Cokrodiningratan

Peningkatan tersebut lantaran mulai giatnya pengelola bank sampah untuk terus menambah nasabahnya.

Penggerak bank sampah di Kemantren Pakualaman menggunakan berbagai cara agar terus meningkat, dari mengajak tokoh-tokoh masyarakat hingga melakukan pelatihan edukasi.

Amanpun sangat mengapresiasi langkah Kemantren Pakualaman dalam mengelola sampah, menurutnya peningkatan nasabah ini penting karena menjadi kunci pengorganisasian pengelolaan sampah.

“Semakin banyak warga ikut semakin mudah mengaturnya,” katanya diktip dari portal resmi Pemkot Yogya.

Pada kesempatan tersebut pihaknya menegaskan di tahun 2023 Pemkot Yogyakarta menargetkan bebas sampah anorganik.

“Pemkot Yogyakarta akan melakukan revolusi sampah dengan tidak lagi membuang sampah anorganik ke TPA Piyungan mulai 2023, sebagai upaya memperpanjang usia teknis tempat pembuangan sampah tersebut,” ungkapnya.

Baca juga   Perajin Jamu ‘Jati Husada Mulya’ Semangat Ikuti Pelatihan Peningkatan Mutu Jamu

Saat ini, rata-rata volume sampah yang dibuang ke TPA Piyungan mencapai 260 ton dengan 43 persen diantaranya adalah sampah anorganik.

“Jika tidak ada lagi sampah anorganik yang dibuang ke TPA Piyungan, rata-rata volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir tersebut berkurang menjadi 150 ton per hari,” bebernya.

Dengan tidak lagi membuang sampah anorganik ke TPA Piyungan, diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA Piyungan, sehingga usia teknis tempat pembuangan sampah tersebut bisa sedikit diperpanjang.

(*/N1)

Share :

Baca Juga

Secara simbolis secara simbolik Romo VIKEP Kevikepan Yogyakarta Barat membuka kegiatan Tarcisius Cup I dengan memukul gong tujuh kali. Foto: Ist

Plus

Tarcisius Cup Jogja Barat: Berbenah, Berubah dan Berbuah dalam Kebersamaan
Toge tingkatkan kualitas sperma. (Foto:Istimewa)

Plus

Toge Tingkatkan Kualitas Sperma dan Cegah Menopause
Foto: Dok.ISI Surakarta

Plus

Mahasiswa DKV ISI Surakarta Dampingi KWT Ngudi Makmur Joglo Berkarya Bikin Poster
Foto: Diskominfo Jateng

Plus

Hati-hati, Jangan Sampai Ibu Hamil Malas Makan karena “Gawan Bayi”
Dua tim Robotika ITS, ITS Champion in Robocup (Ichiro) dan ITS Robotics with Intelligent System (IRIS) juara di Thailand. Foto: Ist

Plus

Tim Robot ITS Juarai Laga Internasional RoboCup 2022 di Thailand, Begini Perjuangannya
Bu Jilah menunjukkan ayam goreng serundeng kelapa hasil masakannya sendiri. (Foto: Istimewa)

Plus

Diolah Ungkep, Ayam Goreng Serundeng Kelapa Kian Nendang
Workshop Manajemen Pengembangan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan E-Warong, yang digelar oleh Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta di Hotel Tasneem, Rabu (9/11/2022). Foto: Humas Pemkot Yogya

Plus

Kota Yogya Dorong Ekonomi Kerakyatan Melalui E-Warong dan KUBE
Kapten Mustofa. (Foto: istimewa)

Plus

Kapten Mustofa: Demi Masa Depan Penderitanya, Terapi Banyu Urip Harus Diapresiasi