Home / Plus

Kamis, 17 November 2022 - 17:18 WIB

Berdiri Megah 5 Lantai, Gedung Medik Sentral RS Panti Rahayu Gunungkidul Siap Diresmikan Gubernur

Foto: Dok.RS Panti Rahayu

Foto: Dok.RS Panti Rahayu

NYATANYA.COM, Gunungkidul – Guna menunjang pelayan dan memenuhi kebutuhan pasien yang terus meningkat, Rumah Sakit Panti Rahayu Gunungkidul terus mengembangkan diri baik dari aspek pelayanan dan sarana/prasarananya.

Yang terbaru adalah selesainya pembangunan gedung medik sentral yang diberi nama Gedung Stella Maris. Gedung megah lima lantai ini menurut rencana akan diresmikan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X pada Minggu (20/11/2022).

Gedung Stella Maris melengkapi fasilitas pelayanan dan sarana/prasarana RS Panti Rahayu yang sudah ditetapkan sebagai Rumah Sakit Umum Kelas C di Kabupaten Gunungkidul.

Mengulik sejarah rumah sakit yang bernaung di bawah Yayasan Panti Rapih, pembangunan Rumah Sakit Panti Rahayu bermula dari harapan yang disampaikan oleh Uskup Agung Semarang, Mgr Ignatius Suharyo dalam kesempatan audiensi Pengurus Yayasan Panti Rapih pada 11 Januari 1998, serta ungkapan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X saat peresmian Gedung Carolus Rumah Sakit Panti Rapih pada 20 Agustus 2005 silam.

Rumah Sakit Panti Rahayu, pada awalnya adalah Klinik Rawat Inap yang berlokasi di Dusun Sudimoro, Kelurahan Kelor, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul dan dibangun dalam beberapa tahap.

Tahap pertama dibangun Gedung Rawat Jalan, IGD, Penunjang Medis, Ruang Operasi, Ruang Bersalin dan Ruang Manajemen.

Peletakan batu pertama dilakukan oleh Ir Sumpeno Putro selaku Bupati Gunungkidul saat itu.

Pembangunan tahap pertama selesai pada 15 September 2011 dan diresmikan pada 1 November 2011 oleh Bupati Gunungkidul Ibu Hj Badingah.

Tahap kedua adalah pembangunan Gedung Rawat Inap, dan pembangunan tahap ketiga adalah pembangunan Gedung Penunjang Non Medis yang selesai dibangun pada 17 September 2013.

Pada 3 September 2014, Klinik Rawat Inap Panti Rahayu, Kelor ditetapkan sebagai Rumah Sakit Umum Kelas D sehingga berubah nama menjadi Rumah Sakit Panti Rahayu.

Baca juga   Gelapkan Motor, ASN Gunungkidul Dilaporkan Warga Kulon Progo ke Polisi

Selanjutnya dilakukan pemberkatan gedung oleh Uskup Agung Semarang, Mgr Johannes Pujasumarta dan diresmikan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X pada 20 November 2013 sehingga tanggal tersebut ditetapkan menjadi Hari Ulang Tahun Rumah Sakit Panti Rahayu.

Rumah Sakit Panti Rahayu berkembang dengan pesat dari aspek pelayanan dan sarana/prasarananya.

Melalui proses pengajuan permohonan dan visitasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul pada 12 Maret 2018, RS Panti Rahayu ditetapkan sebagai Rumah Sakit Umum Kelas C, yaitu Rumah Sakit yang memiliki fasilitas pelayanan IGD, Rawat Inap, ICU, Kamar Operasi, Rawat Jalan dengan berbagai poli spesialis, Hemodialisa, dan pelayanan penunjang (laboratorium, radiologi, farmasi, fisioterapi, pelayanan gizi, dan homecare).

“Seiring dengan bertambahnya usia RS Panti Rahayu, kebutuhan fasilitas fisik, sarana dan prasarana yang dimiliki tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan para pasien yang terus meningkat. Oleh karenanya, Rumah Sakit Panti Rahayu terus berupaya untuk mengembangkan diri dalam segala aspek,” ungkap Direktur RS Panti Rahayu, dr. Y. Wibowo Soerahjo, MMR dalam rilisnya, Kamis (17/11/2022).

Pada 1 September 2021, saat puncak masa pandemi Covid-19, dimulai pembangunan gedung yang akan dipergunakan sebagai Gedung Medik Sentral untuk perluasan Rawat Jalan, Rawat Inap dan penunjang.

Meski tantangan dan kesulitan dirasakan oleh semua pihak dalam proses pembangunan gedung di masa pendemi, hal ini justru menjadi motivasi yang lebih kuat untuk tetap terus berupaya meningkatkan pelayanan yang berkualitas dengan menyediakan sarana prasarana medis yang lebih unggul, bermartabat dan berbelarasa kepada pasien.

Baca juga   DLHK DIY Gelar Vaksinasi Massal di Tahura Bunder

“Puji Syukur kepada Tuhan, dengan dukungan dari berbagai pihak, dan juga doa-doa yang terus dipanjatkan, maka Gedung Medik Sentral lima lantai dengan nama Gedung Stella Maris Rumah Sakit Panti Rahayu selesai dibangun dalam waktu 420 hari dan siap untuk diresmikan,” imbuh dr. Y. Wibowo Soerahjo.

Gedung Stella Maris Rumah Sakit Panti Rahayu akan diresmikan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta bertepatan dengan HUT ke-9, dengan mengusung tema Semakin Berkembang dalam Pelayanan yang Bermartabat dan Berbelarasa.

Foto: Dok.RS Panti Rahayu

Gedung Stella Maris memiliki lima lantai dengan jenis layanan yang diberikan pada setiap lantai sebagai berikut:

  1. Lantai 1 terdiri atas :
    Lobby Utama, Pendaftaran Pasien Rawat Jalan, Administrasi Rawat Inap, Keuangan, Loket BPJS, Farmasi, Rehabilitasi Medik, Ruang Humas, CSSD (Central Sterile Supply Departement), ATM Center.
  2. Lantai 2 terdiri atas :
    Ruang Laktasi, Klinik Laktasi, Klinik Anak Sehat dan Tumbuh Kembang Anak, Klinik Anak Sakit, Klinik Kebidanan dan Kandungan, Klinik Jantung dan Treadmill, Klinik Gigi, Klinik Penyakit Dalam, Klinik Syaraf, Klinik THT, Klinik Kulit dan Kelamin, Klinik Bedah Tulang, Klinik Bedah Urologi, Klinik Bedah Umum, Ruang Bermain Anak.
  3. Lantai 3 terdiri atas :
    Ruang Tindakan Persalinan dan Ruang Rawat Inap Persalinan.
  4. Lantai 4 terdiri atas :
    Ruang Rawat Inap
  5. Lantai 5 terdiri atas :
    Ruang Operasi, Ruang Tunggu Operasi, ICU

Rangkaian acara Peresmian Gedung Stella Maris Rumah Sakit Panti Rahayu diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Uskup Agung Semarang yang dilanjutkan dengan pemberkatan gedung.

Sedangkan Peresmian Gedung Stella Maris dilakukan oleh Bapak Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (Sri Sultan Hamengkubuwono X) yang dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti.

(*/N1)

Share :

Baca Juga

Ayunee by Melati Soedjarwo merupakan usaha fesyen yang berbasis di Klaten, Jawa Tengah. Ayunee memproduksi busana dengan bahan dasar kain tradisional Indonesia, terutama kain lurik dari alat tenun bukan mesin (ATBM) dengan pewarnaan alam yang menjadi ciri khas. (Foto: TWC Media)

Plus

PT TWC Dorong Mitra Binaan Masuk Market Place Taraf Internasional
Christanti Handayani Zaenal Arifin saat mendampingi putranya pada kelulusan SMA Taruna Nusantara angkatan Ke-30 di Gedung Balirung. (Foto: Ist/beritamagelang)

Plus

Angkatan Ke-30 SMA Taruna Nusantara Lulus 100 Persen
Maxim meluncurkan layanan Delivery Xpress di Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Padang, Jakarta, Manado, dan beberapa kota lainnya di Indonesia. (Istimewa)

Plus

Maxim Luncurkan Layanan Delivery Xpress, Solusi Baru untuk Pengantaran Barang yang Lebih Cepat
Event pergelaran busana tahunan AIRA Fashion On The Spot (AFOTS) akan digelar di Jogja City Mall Yogyakarta, 17-20 November 2022. Foto: Ist

Plus

AIRA Fashion on The Spot Digelar di JCM, 17 – 20 November 2022
Foto: Dok.Mafindo

Plus

Kampayekan Perdamaian, Mafindo Gelar Kompetisi Konten #SocialMedia4Peace dan Periksa Fakta
Sekitar 3.000 perempuan dari seluruh Indonesia tumplek-blek di Jalan Slamet Riyadi Surakarta mengenakan kebaya daerah masing-masing, Minggu (2/10/20222). Foto: Diskominfo Jateng

Plus

Pecahkan Rekor Muri, 3.000 Perempuan Parade Berkebaya Bersama Ibu Negara

Plus

Persiapkan International Symposium 2023, Keraton Yogyakarta Buka Call For Paper Hingga Desember 2022
Seorang muslim sedang mengikuti program Ramadan Euphoria di aplikasi KESAN. (Foto: Dok.KESAN)

Plus

Sambut Ramadan, Aplikasi KESAN Rilis Program Ramadan Euphoria