Home / Peristiwa

Rabu, 4 Agustus 2021 - 09:41 WIB

Bergejala Covid Tapi Tidak Tes, Jadi Kendala Donor Plasma Konvalesen

Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen saat mengecek pemenuhan kebutuhan donor plasma di PMI Banyumas. (Foto: Humas Jateng)

Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen saat mengecek pemenuhan kebutuhan donor plasma di PMI Banyumas. (Foto: Humas Jateng)

NYATANYA.COM, Banyumas – Tidak sedikit masyarakat yang bergejala Covid-19 tetapi tidak mau melakukan tes antigen atau PCR. Hal ini menjadikan salah satu kendala bagi PMI untuk menghimpun pendonor plasma konvalesen.

Keluhan ini disampaikan Kepala Unit Donor Darah Banyumas dr Ivone Rusyandari, saat Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengecek pemenuhan kebutuhan donor plasma di PMI Banyumas, Senin (3/8/2021).

“Banyak yang tidak mengecek PCR maupun antigen, tapi gejalanya Covid. Kan banyak. Anosmia, demam, batuk tapi mereka tidak mau PCR, dan mereka tidak mau antigen. Mereka hanya isoman di rumah,” tuturnya.

Kondisi itu, kata Ivone, membuat mereka tidak terdata, dan ketika ingin berdonor, PMI tidak bisa memberi izin. Sebab, tidak ada bukti yang bisa ditunjukkan jika mereka betul-betul terpapar Covid-19. Padahal, di sisi lain, kebutuhan plasma konvalesen terhitung tinggi.

Baca juga   "Tamba Gela", Petani Gagal Panen Dapat Bantuan Beras

Ivone menyebut, untuk Juni 2021, dari kebutuhan 812 kantong, baru terpenuhi 319 kantong. Sementara pada Juli 2021, kebutuhannya lebih tinggi lagi, yakni 923 kantong, dan hanya terpenuhi 435 kantong.

Ditambahkan, UDD PMI Banyumas sudah melakukan upaya-upaya untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Antara lain, gencar memberikan sosialisasi melalui media sosial, menyelenggarakan webminar dan bekerja sama dengan berbagai institusi. Seperti pondok pesantren, kepolisian, dan BUMN.

Wakil Gubernur Taj Yasin sepakat, keengganan masyarakat untuk melapor ketika terpapar Covid, memang menjadi kendala. Itu pula yang membuat data kasus Covid terkesan rendah. Padahal, angkanya lebih tinggi ketika mereka mau jujur.

“Ini saya berharap nanti kalau memang kita terpapar Covid, lebih baik kita ungkap. Karena data semakin tinggi ungkapan masyarakat atau (ada) keterbukaan masyarakat, semakin mudah kami mendapat plasma,” kata Wagub.

Gus Yasin, sapaan wagub, berpandangan, saat ini kalangan masyarakat yang paling mudah didorong untuk berdonor adalah Aparatur Sipil Negara. Sebab, mereka wajib lapor kepada pimpinan ketika terkena Covid, sehingga datanya sudah pasti ada.

Baca juga   Bupati Pastikan Pos Aju Siap Beroperasi

“Di pemerintah, saya meminta untuk didata. Siapa saja yang sudah terpapar, mereka harus kita dorong untuk melakukan donor, sehingga memberikan contoh kepada masyarakat,” jelasnya.

Wagub meyakini, adanya contoh nyata menumbuhkan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk berdonor. Berdasarkan pengalaman dan pengamatannya, setelah dirinya melakukan donor plasma konvalesen yang pertama sekitar tiga pekan lalu di UDD PMI Kota Semarang, jumlah pendonor mengalami kenaikan.

“Kita sampaikan kepada bupati/wali kota untuk memberikan contoh. Kita bersama-sama menjadi lakon. Jadi kalau lakon ya kita ini penyintas. Termasuk saya. Saya ingin menjadi lakon. Saya ingin jadi peran utama menyelamatkan warga kami,” pungkasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Komandan Kodim (Dandim) 0735/Surakarta, Letkol Inf Wiyata Sempana Aji dan Wakil Walikota Surakarta Teguh Prakosa. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Surakarta)

Peristiwa

TMMD Reguler ke-111 Selesai, Teguh Prakosa Berpesan Agar Dirawat dan Dipelihara dengan Baik

Peristiwa

Kembali Digelar, Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2021 ‘Semangat dan Harapan’
Logo Kabupaten Sukoharjo. (ilustrasi:nyatanya.com)

Peristiwa

Gerakan ASN Peduli Dampak Corona, ASN Sukoharjo Donasi Sembako Senilai Rp200 Ribu
Penandatanganan kerjasama Dekranasda Jateng dengan Bank Jateng yang mendukung pengadaan ruang pamer tersendiri di Yogyakarta Internasional Airport. (Foto: Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Angkat Produk UKM Kriya, Dekranasda Jateng Buka Ruang Pamer di YIA
Acara audiensi diakhiri dengan penyerahan buku panduan pelaksanaan Sekolah Penggerak dari LPMP DIY dan BP PAUD pada Walikota Yogyakarta. (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

Peristiwa

Pemkot Yogya Dukung Inovasi Sekolah Penggerak
Bupati Demak Eisti’anah saat melantik kepala desa antarwaktu Desa Tlogorejo. Foto:nyatanya.com/Kominfo Demak

Peristiwa

Kades Diimbau Lakukan Lockdown Tingkat RT/ RW Jika Terjadi Lonjakan Covid-19
Masyarakat dari FAUIB melakukan audensi di Kemenag DIY terkait haji. FOTO: nyatanya.com/Prastyawan

Peristiwa

Soal Pembatalan Haji, Masyarakat dari Forum Aliansi Umat Islam Bersatu Audensi ke Kemenag DIY
Kudus Bermunajat. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Kudus Bermunajat, Bupati Ingatkan Semua Pihak Tak Kendor