Home / Panggung

Jumat, 23 September 2022 - 17:06 WIB

Berlangsung Hingga 25 September 2022, Ini Ragam Kemeriahan FKY 2022 di Taman Kuliner Condongcatur

Foto: Dok.FKY 2022

Foto: Dok.FKY 2022

NYATANYA.COM, Sleman – Program FKY 2022 hadir di berbagai lokasi berbeda, salah satunya berada di Taman Kuliner Condongcatur, yaitu pasar FKY, aneka pertunjukan, wicara, dan kompetisi.

Seluruh rangkaian program ini akan berlangsung selama 4 hari sejak 22 September 2022 hingga 25 September 2022. Setiap harinya, masyarakat dapat berkunjung dari pukul 15.00 WIB sampai 22.00 WIB selama acara berlangsung.

Hari pertama pembukaan pasar FKY, pengunjung mulai berdatangan sejak sore dan semakin ramai selepas pukul 18.00 WIB.

Pasar FKY tahun ini terdiri dari 36 stan produk kreatif dan 25 stan kuliner. Aktivasi pasar FKY mengambil konsep mempertemukan UMKM yang tersebar di wilayah DIY.

Pasar produk kreatif terbagi menjadi 5 kategori termasuk fashion, utilities, DIY healthy products, alat musik, dan barang antik.

Terletak di sisi utara area Taman Kuliner Condongcatur, beragam produk kain batik, tenun, bahan eco print, dan berbagai jenis aksesoris siap dipilih.

Terdapat pula barang-barang ramah lingkungan yang dijajakan seperti sabun organik, alat makan dari kayu, serta tanaman hias. Penjual barang antik seperti mainan dan buku lawas juga ikut meramaikan.

Sementara itu, pasar kuliner terletak di area sebelah selatan Taman Kuliner Condongcatur menawarkan beragam menu makanan berat dan ringan. Aneka jajanan yang dijual seperti aneka makanan jadul (kue cucur, jamu, jenang), mi pedas, salad, susu rempah, dan masih banyak lainnya.

Baca juga   YK48 Film Dokumenter Sejarah Perfilman Yogya Mulai Diproduksi

Di sekitar area ini juga disediakan tempat duduk untuk para pengunjung menikmati jajanan yang mereka beli.

“Aneka pertunjukan juga dihadirkan untuk melengkapi kemeriahan FKY 2022 di Taman Kuliner Condongcatur. Para penampil berasal dari grup/sanggar/komunitas baik yang diundang maupun yang telah mendaftar dan lolos seleksi,” jelas Ketua FKY 2022, Doni Maulistya.

Lokasi pertunjukan tersebar di berbagai titik area Taman Kuliner Condongcatur. Terdapat 3 panggung yaitu Panggung FKY sebagai panggung utama, Panggung Kicau, Panggung Rekah, dan Arena FKY.

Panggung pertunjukan mulai aktif sejak pukul 15.30 WIB setiap harinya. Para penampil untuk pertunjukan di Panggung FKY hari pertama diantaranya Tayub Rinengga, Bima Harseno, Kidang Alit (Kontingen Kabupaten Sleman), Lengger Tepeng (Kontingen Kulon Progo), The Half Season, Maya Nilam, dan Heroic Karaoke.

Panggung Rekah di sisi paling selatan area Taman Kuliner Condongcatur menemani dengan penampilan Reza Dien, REUMINA, Tsu no Kuro, alurmaju, dan NARA.

“Sedangkan di Arena FKY ada penampilan dari Edo Davinci, Permata Banyuanyar, dan Mr. Imz Pantomim,” imbuh Doni.

Khusus untuk kompetisi E-Sport: Minecraft yang diadakan langsung di panggung Kicau ini hadir atas kerja sama FKY 2022 dengan komunitas Minecraft Indonesia dan diikuti total 13 peserta.

Selain kompetisi Minecraft yang dilaksanakan langsung ini, FKY 2022 juga mengadakan program kompetisi lain yang sedang melewati proses penjurian, yaitu Kompetisi Catatan Warga Podcast Cerita Misteri, Foto Cerita Air dan Tanah, Sketsa Masa Depan Air dan Tanah, Video Tutorial Mengelola Tanaman Pangan, dan Cipta Lagu Anak.

Baca juga   Kolaborasi Prancis dan Komunitas Gayam16 Suguhkan Opera Legenda Godogan Kungkum Kodok di #YGF27

Tak terlewat Kompetisi Teka-teki Silang Kebudayaan yang masih bisa diikuti sampai 23 September 2022. Khusus untuk Cipta Lagu Anak, 10 finalis akan menampilkan hasil karyanya secara langsung di panggung FKY pada Sabtu, 24 September 2022 pukul 15.30 WIB.

Pengumuman para pemenang Kompetisi Catatan Warga akan dilaksanakan pada penutupan FKY di tanggal 25 September 2022.

Selain itu, bersamaan dengan pembukaan pasar sore tadi, diadakan Tur wicara bertema Susur Kali Golek Iwak lan Memedi di Sungai Gajah Wong mulai pukul 15.00 WIB.

Tur wicara ini menghadirkan 3 pemandu yaitu R.Purwito (pegiat budaya), Sabari (pegiat budaya), dan komunitas Mancing Mania Jogja.

Hari kedua, akan ada program wicara berupa diskusi publik dengan tema ‘Bermain dengan Dokumentasi dan Interpretasi’ yang diadakan pada Jumat, 23 September 2022 pukul 18.00 WIB sampai 19.00 WIB di panggung Rekah.

Narasumber untuk diskusi ini yaitu Gerry Apriryan (Irama Nusantara) bersama Hilman Fathoni (Perpustaxaan), dengan moderator Pelonggia Suparman (Peneliti Semasa Youth Studies and Forum).

Performance Lecture juga akan hadir pada Sabtu, 24 September 2022 pukul 18.00 WIB sampai 19.00 WIB. Tema yang diangkat yaitu ‘Menyusun Narasi dari Pinggir’ sebagai praktik pengarsipan album memorabilia keluarga oleh Unhistoried.

(Aja)

Share :

Baca Juga

Pemerintah Kota Yogyakarta dan Pemkot Surakarta menjalin kerjasama di bidang pariwisata. Kerjasama itu diwujudkan dalam Calendar of Event yang dilaunching pada Sabtu (11/12/2021) malam di Grand Inna Malioboro, Yogyakarta. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Panggung

Yogyakarta dan Surakarta Launching Bersama Calendar of Event 2022
Ndarboy Genk. (Foto: Instagram @ndaboy_genk)

Panggung

Ini Lirik Lagu “Ojo Nangis” Ndarboy Genk yang Menangi AMI Awards 2021
Media gathereing Jogja Festivals Forum & Expo yang digelar daring dan luring di Nol Kilometer Coffee & Tea Yogyakarta, Senin (8/11/2021). (Foto: Dok Jogja Festivals)

Panggung

JFFE 2021: Kuatkan Kehadiran dan Jaringan Festival Pascapandemi Covid-19
Suasana penerimaan karya dan persiapan display pameran Taman Bunga Felitik Kecil #2n. Foto: Ist

Panggung

Lintas Batas Komunitas Gelar Pameran Taman Bunga Geletik Kecil #2 di Cafe Macan
Steven 'Coconut Treez', AM. Kuncoro, dan Tege. Foto: nyatanya.com/Ignatius Anto

Panggung

Prima Founder Record Kenalkan OST Mimi Mintuno ‘The Story of Tresno’
Ganjar Pranowo. Foto: Humas Jateng

Panggung

DCF 2022 Mulai Mendunia, Ganjar Ingin Ada Kolaborasi Artis Mancanegara
Zinidin Zidan dan Tri Suaka. (Foto: Instagram @xdjtrisuaka)

Panggung

Keruh Tri Suaka dan Zinidin Zidan, Sejumlah Job Batal dan Terancam Bayar Royalti Hingga Digugat Rp10 Miliar
Penampilan Taksu Project di panggung Jazz Syuhada. Foto: Agoes Jumianto

Panggung

Jazz Syuhada “Sayuk Rukun”, Bebarengan Merajut Kebersamaan Tanpa Perbedaan