Home / News

Kamis, 17 Juni 2021 - 22:34 WIB

Bersama Grab dan Good Doctor, Pemda DIY Kembali Gelar Vaksinasi Massal

Foto: Ilustrasi/Kominfo

Foto: Ilustrasi/Kominfo

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Vaksinasi bukanlah akhir dari upaya mencegah meluasnya pandemi. Maka dari itu, budaya 5M harus tetap dilaksanakan. Jangan sampai kerja keras dan upaya mencegah meluasnya pagebluk Covid-19 menjadi kurang bermanfaat, hanya karena kita tidak disiplin atau lengah.

“Mari, saiyeg saekpraya, mengawal upaya recovery sosial dan ekonomi dengan budaya hidup sehat, kapan dan di manapun berada,” demikian dijelaskan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, Kamis (17/6/2021) pagi di GOR UNY, Sleman saat membacakan sambutan Gubernur DIY pada agenda peninjauan vaksinasi Covid-19 massal gelombang pertama yang digelar Pemda DIY bersama Grab dan Good Doctor.

Pada agenda vaksinasi yang digelar sejak Senin (14/6/2021) hingga Kamis (17/6/2021) ini, ditargetkan sebanyak 10.000 orang divaksin, dimana 630 diantaranya adalah disabilitas.

Selain itu, penyandang disabilitas juga bisa mendapatkan pendampingan dari Difabel Tanggap Bencana (DIFAGANA) dan penerjemah khusus, hingga armada antar jemput khusus penyandang disabilitas ke pusat vaksinasi.

Selain disabilitas, gelaran vaksinasi ini juga diikuti oleh pelaku wisata, lansia, ASN, lansia, Abdi Dalem Keraton Yogyakarta, serta pekerja publik sektor transportasi selaku mitra Grab. Lebih lanjut, KGPAA Paku Alam X menuturkan bahwa vaksinasi merupakan upaya preventif untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

Baca juga   Kudus Akhirnya Keluar dari Zona Merah

“Vaksinasi Covid-19 adalah program Pemerintah Pusat, yang penyelenggaraannya didukung oleh Pemerintah Daerah demi percepatan tercapainya tataran herd immunity di negara tercinta ini,” ungkap KGPAA Paku Alam X.

KGPAA Paku Alam X juga berharap kegiatan vaksinasi massal ini bisa menjadi contoh gerakan kolaboratif yang baik melalui pola kerjasama multi helix lintas sektor.

Foto: Ilustrasi/Kominfo

“Saya mendengar bahwa khusus peserta dari penyandang disabilitas mampu melampaui target yang ditentukan panitia. Kami mendorong agar kegiatan vaksinasi masal yang melibatkan kelompok rentan dan penyandang disabilitas dapat dilakukan lagi pada waktu yang dekat,” harap KGPAA Paku Alam X.

Pusat vaksin di GOR UNY ini juga menggunakan pendekatan yang mengedepankan teknologi untuk memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi penerima vaksin mulai dari proses pra-registrasi, jadwal vaksinasi, pra-skrining serta penerapan pendaftaran melalui layanan GrabHealth yang didukung oleh infrastruktur digital Good Doctor, yang bekerja sama dengan Pemerintah Daerah DIY untuk pelaksanaan vaksinasi yang lebih efisien.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, drg. Oscar Primadi mewakili Menteri Kesehatan RI, menyampaikan bahwa sejatinya vaksinasi disabilitas telah dilakukan serentak pada tanggal 2 Juni 2021.
“Para penyandang disabilitas menjadi prioritas penerima vaksin karena sangat penting untuk memberikan perlindungan kepada mereka yang rentan terpapar dengan virus Covid-19,” jelasnya.

Baca juga   Gunung Merapi Kembali Muntahkan Awan Panas

Oscar berharap agar kerjasama dan komitmen yang dilakukan Grab bersama Good Doctor dapat atas komitmen yang berkelanjutan untuk mendukung Program Vaksinasi Nasional melalui Grab Vaccine Center dengan pendekatan teknologi dan juga ramah bagi penyandang disabilitas dan turut mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Di samping itu, Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan jika pandemi Covid-19 mendorong peran kolaboratif dari sektor swasta dalam pendistribusian vaksin.

“Kami bangga dapat berkontribusi melalui teknologi dan sumber daya kami untuk mempercepat program vaksinasi di tanah air. Di Yogyakarta, kami bersyukur tidak hanya dapat melindungi para mitra pengemudi lewat pemberian vaksin, tetapi juga dapat turut mempercepat vaksinasi bagi para penyandang disabilitas dan memberikan fasilitas terbaik dalam pusat vaksinasi ini,” jelas Neneng.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengurus Cabang Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia Wilayah Sleman, Sukamto, mengutarakan rasa syukurnya karena pemerintah mengikutsertakan penyandang disabilitas sebagai prioritas penerima vaksin. (*)

Share :

Baca Juga

(ilustrasi: nyatanya.com)

News

336 Positif Covid-19 di Magelang Sembuh
Ganjar Pranowo saat mengunjungi Desa Kecis, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo yang jadi klaster hajatan. (Foto:nyatanya.com/Humas Jateng)

News

Klaster Hajatan, Satu Desa di Wonosobo Jalani Isoman
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X pada rapat terbatas dengan Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan secara daring, Rabu (21/7/2021). (Foto:nyatanya.com/Humas DIY)

News

Pemprov DIY Sediakan Shelter Isoter untuk OTG
Sejumlah pekerja hiburan turut menggelar aksi agar diberi kelonggaran untuk bisa kembali bekerja. (Foto: dokumentasi koes gapplek)

News

Pekerja Hiburan Turun ke Jalan Tolak Perpanjangan PPKM
Penampakan visual awan panas guguran Gunung Merapi yang terjadi pukul 20.21 WIB. (nyatanya.com/BPPTKG)

News

Gunung Merapi Kembali Muntahkan Awan Panas Guguran ke Arah Tenggara
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto dalam Rapat Penanganan Covid-19. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

News

Perketat Perizinan, Pemkab Kebumen Bentuk 6 Tim Khusus
(ilustrasi:nyatanya.com)

News

Hari Ini 1.027 Pasien Sembuh, Positif Covid-19 DIY Tambah 2.706 Kasus
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

338 Pasien Covid-19 di Magelang Sembuh, Terbanyak dari Mertoyudan