Home / Plus

Rabu, 12 Januari 2022 - 22:15 WIB

Bertemu Anak Putus Sekolah Saat Tinjau Rob di Pekalongan, Gus Yasin Tawarkan Masuk Ponpes

Gus Yasin menyambangi rumah salah satu warga korban banjir rob di Pekalongan, Lilis Rohman. Saat masuk ke dalam rumah, dia bertemu dengan anak Lilis bernama Ayu Manis Syafira yang putus sekolah sejak lulus SD, Wagub Jateng ini pun menawarinya untuk melanjutkan sekolah. (Foto: Humas Jateng)

Gus Yasin menyambangi rumah salah satu warga korban banjir rob di Pekalongan, Lilis Rohman. Saat masuk ke dalam rumah, dia bertemu dengan anak Lilis bernama Ayu Manis Syafira yang putus sekolah sejak lulus SD, Wagub Jateng ini pun menawarinya untuk melanjutkan sekolah. (Foto: Humas Jateng)

NYATANYA.COM, Pekalongan – Kondisi banjir rob di Kelurahan Pasir Kramat Kraton, Pekalongan menjadi perhatian Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. Di sela kunjungan kerjanya, Wagub menyempatkan berkunjung ke lokasi banjir rob.

Pria yang akrab disapa Gus Yasin ini menyambangi rumah salah satu warga, Lilis Rohman. Saat masuk ke dalam rumah, dia bertemu dengan anak Lilis bernama Ayu Manis Syafira yang putus sekolah sejak lulus Sekolah Dasar.

Gus Yasin kemudian menanyakan mengapa Ayu tidak melanjutkan sekolah. Tak hanya itu, dia juga menawarkan ke Ayu hendak melanjutkan pendidikan ke mana.

“Kok tidak sekolah lagi kenapa? Lanjut sekolah ya. Itu nanti bisa ikut kejar paket. Atau mau mondok?” tanya Gus Yasin kepada Ayu di hadapan Lilis, Rabu (12/1/2022).

Baca juga   Penjualan Kopi Lesu, Batang Coffee Kembangkan Produk Camilan

Kepada Gus Yasin, Ayu menyatakan kemauannya untuk melanjutkan sekolah. Namun, dia merasa tidak percaya diri karena saat di sekolah dasar sering sakit dan tidak masuk kelas.

Mendengar hal itu, Gus Yasin terus meyakinkan Ayu agar mau melanjutkan pendidikan. Dia bahkan meminta salah satu Santri Gayeng untuk mengantarkan Ayu memilih pondok pesantren yang ada sekolah setingkat SMP.

“Ndak apa-apa, nanti didampingi. Nanti main dulu ke (ponpes) Al Fusha atau Al Mubarok, dilihat dulu. Tolong nanti Dik Ayu ini nanti diajak ke tempatmu, daftar ke (ponpes) Al Fusha, biar sekolah lagi nanti didampingi biar bisa mengikuti pelajaran,” kata Gus Yasin kepada salah satu Santri Gayeng.

Baca juga   Tinjau Vaksinasi di Pekalongan, Ganjar Targetkan 2 Juta Anak Jateng Divaksin

Dalam kunjungannya, Wagub juga melihat kondisi jalan dan air sungai yang sudah melebihi tanggul jembatan. Setelah berdialog dengan warga, dia kemudian berkoodinasi dengan Wakil Wali Kota Pekalongan, Salahudiin, terkait penanganannya.

Dia juga meminta kepada masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai. Selain itu, Gus Yasin meminta kepada Santri Gayeng Kota Pekalongan untuk bersama masyarakat menggelar kerja bakti membersihkan sungai.

“Tadi kita sudah meninjau, dan bicara dengan wakil wali kota, bahwa di sini sudah dianggarkan, tinggal menunggu area di sana. Sudah dibahas dengan BBWS dan Pusdataru juga. Semoga tahun ini nanti bisa dikerjakan,” tandasnya.

Usai berdialog dengan warga, Wagub juga menyerahkan 150 paket sembako kepada masyarakat terdampak banjir rob.

(*/N1)

Share :

Baca Juga

Noken buatan mama-mama Kamoro cukup diminati konsumen. Menurut Emeliana hasil rajutanya lumayan laku selama PON Papua, khususnya di Klaster Mimika. (Foto: Ryiadhy InfoPublik).

Plus

Noken Buatan Mama-mama Kamoro Laris Manis di PON XX Papua
Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih berdialog dengan perajin jamu di Kiringan, Kalurahan Canden, Kapanewon Jetis, Bantul. (Foto: Humas Kab Bantul)

Plus

Wisata Industri Jamu, Potensi yang Menarik untuk Dikembangkan
Ita Syarifah saat menunjukkan Kain Ecoprint Corak Alam miliknya. (Foto: Humas/beritamagelang)

Plus

Ecoprint Corak Alam Digemari Pecinta Fashion
Ukiran kayu suku Kamoro hanya boleh dibuat oleh orang asli suku tersebut. Itulah sebabnya relatif susah menemukannya selain di daerah Papua, terutama Mimika.(Foto: Ryiadhy/InfoPublik)

Plus

Mengenal Seni Pahat Kayu Suku Kamoro yang Tak Sembarang Orang Boleh Membuat
Febri Aminanto menunjukkan wayang kulit mini karyanya. Febri berhasil mengembangkan usaha wayang kulit mini meski belajar secara otodidak. (Foto: MC Kota Malang)

Plus

Meski Belajar Otodidak, Pemuda Ini Sukses Rintis Usaha Wayang Kulit Mini
Itur Yuliastik dan wedang bledeg produksinya. (Foto: Humas/beritamagelang)

Plus

Wedang Bledeg, Ramuan Herbal yang Diburu Konsumen Saat Pandemi
Basnendar Herry Prilosadoso, S,Sn., M.Ds selaku co founder Komunikotavisual yang juga dosen Prodi DKV FSRD ISI Surakarta memberikan paparan materi seputar branding dan packaging. (Foto: Istimewa)

Plus

Dosen DKV ISI Surakarta Beri Materi Packaging untuk UMKM Kampung Batik Kauman
Hafidz Sirojul Munir dengan sepatu heels buatannya yang mengangkat salah satu ikon budaya di Banyuwangi Jawa Timur dengan brand Gandrung Shoes. (Foto: Dokumentasi)

Plus

Gandrung Shoes Karya Mahasiswa Undika Masuk Nominasi Good Design