Home / News

Rabu, 30 Juni 2021 - 22:29 WIB

Bisa Ditiru Nih, Vaksinasi dengan Bus Keliling di Solo

Cara Pemkot Solo melakukan percepatan vaksinasi menggunakan layanan bus keliling. (Foto: nyatanya.com/Humas Jateng)

Cara Pemkot Solo melakukan percepatan vaksinasi menggunakan layanan bus keliling. (Foto: nyatanya.com/Humas Jateng)

NYATANYA.COM, Surakarta – Kota Solo menjadi salah satu daerah dengan capaian vaksinasi tertinggi di Jawa Tengah. Mau tau rahasianya? Ternyata di kota ini, vaksinasi tidak hanya dilakukan di layanan-layanan kesehatan, tetapi juga dilakukan secara mobile atau keliling menggunakan bus vaksinasi.

Bus milik Pemkot Surakarta yang biasanya digunakan untuk IVA Tes itu dikonversi menjadi bus vaksinasi, yang berkeliling untuk memberikan vaksinasi ke sejumlah lokasi. Tak hanya lokasi strategis, tempat keramaian seperti warung juga jadi sasaran.

Seperti Rabu (30/6/2021) ini, bus tersebut melayani vaksinasi pada masyarakat di Warung Wedangan Pak Basuki di Laweyan, Solo. Di tempat itu, para lansia dengan rapi antre menunggu giliran mendapatkan vaksin.

Baca juga   Pemkot Gencarkan Penyisiran Data, 111.000 Warga NIK Yogya Belum Divaksin

“Ini menarik ya, Pemkot Solo menggunakan bus yang dulu untuk IVA Test, kemudian dikonversi untuk vaksin. Dan ini go show, sehingga bisa mempercepat vaksinasi dan lebih banyak masyarakat yang terlindungi,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat berkesempatan meninjau bus vaksinasi itu.

Ganjar Pranowo: Saya kira ini bagus, semua daerah saya minta meniru untuk melakukan kreasi dan akselerasi semacam ini. (Foto: nyatanya.com/ Humas Jateng)

Ganjar mengatakan, cara itu menarik karena bisa menyentuh masyarakat sampai ke tingkat bawah. Dengan keliling ke titik-titik keramaian, maka vaksinasi bisa berjalan sesuai harapan.

Baca juga   Pemda DIY Salurkan Dana Hibah Rp16,45 M untuk Koperasi

“Solo ini vaksinasinya tertinggi di Jateng. Saya sempat heran, rumusnya apa ya. Ternyata masyarakat punya kesadaran dan Pemkotnya punya inovasi dengan layanan bus vaksinasi ini. Saya kira ini bagus, dan semua daerah saya minta meniru untuk melakukan kreasi dan akselerasi semacam ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut Ganjar menerangkan, vaksinasi merupakan salah satu cara yang digunakan pemerintah untuk menangkal penyebaran Covid-19. Program ini, lanjut dia, harus terus ditingkatkan di tengah lonjakan kasus Covid-19 akhir-akhir ini.(*)

Share :

Baca Juga

Gubernur DIY Sri Sultan HB X dan Wakil Gubernur KGPAA Paku Alm X. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemda DIY)

News

Jatah Oksigen DIY Ditambah 47,6 Ton Setiap Hari
Logo Pemda DIY. (nyatanya.com)

News

Pemda DIY Realokasi Belanja Rp418,35 M untuk Tangani Covid-19
Ilustrasi aktivitas PKL dan pertokoan di Malioboro mulai bergeliat, meski masih sepi. Foto diambil hari pertama PPKM Darurat diberlakukan 3 Juli 2021. (Foto:nyatanya.com/Agoes Jumianto)

News

Hari Pertama PPKM Darurat Positif Covid-19 DIY Meroket, Tambah 1.358 Kasus
Ganjar Pranowo. (Foto:Humas Jateng)

News

Cegah Klaster Baru, Bubarkan PTM yang Digelar Tanpa Izin
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Pasien Sembuh Covid-19 di Magelang Tambah 236 Orang
Yogyakarta sebagai kota pariwisata dan kota pendidikan, dua hal ini menjadi perhatian dalam Penerapan PPKM Level 3 DIY. (Foto: Agoes Jumianto)

News

Penerapan PPKM Level 3 DIY, Sektor Wisata dan Pendidikan Jadi Perhatian
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mendampingi Menkomarvest Luhut Binsar Pandjaitan, soft launching Kereta Bandara Yogyakarta International Airport. (Foto: Humas Pemda DIY)

News

Kereta Bandara YIA Beroperasi, Yogya-YIA Hanya 40 Menit
Para pelanggar yang terjaring pengawasan protokol kesehatan langsung mendapat peringatan dari petugas Satpol PP Kota Yogyakarta. (Foto: nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

News

Ratusan Pelanggar Prokes Dirazia Satpol PP