Home / News

Senin, 17 Januari 2022 - 13:03 WIB

BMKG Jawab Keterkaitan Gempa Banten dengan Potensi Gempa Besar di Selat Sunda

Kondisi kerusakan rumah warga paska gempabumi M 6,7 di Banten, Jumat (14/1/2022). (Foto: BPBD Kabupaten Pandeglang)

Kondisi kerusakan rumah warga paska gempabumi M 6,7 di Banten, Jumat (14/1/2022). (Foto: BPBD Kabupaten Pandeglang)

NYATANYA.COM, Jakarta – Kejadian gempa dengan magnitudo 6,7 yang terjadi di wilayah Banten pada Jumat (14/1/2022) sore lalu memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran dari sejumlah masyarakat akan keterkaitan dengan potensi ancaman gempa besar patahan megathrust di Selat Sunda yang telah lama diteliti oleh sejumlah pihak.

Menjawab kekhawatiran tersebut, peneliti Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Pepen Supendi, menjelaskan bahwa untuk menuju keseimbangan energi yang baru, maka gempa besar yang terjadi harus diikuti gempa-gempa susulan, atau yang dikenal Aftershock yang hanya terjadi disekitar area gempa utama saja, dan data BMKG menunjukkan bahwa sampai dengan Minggu (16/1/2022) tercatat sudah terjadi 39 kali gempa susulan dengan Magnitudo terbesarnya 5,7 dan terkecilnya 2,5 dimana empat diantaranya itu dirasakan.

“Berdasarkan grafik frekuensi gempa susulan tersebut mulai dari hari pertama kejadian gempa sampai dengan Minggu (16/1/2022) kekuatan gempa susulan ini terus mengalami penurunan,” ujar Pepen Supendi sebagaimana yang dikutip InfoPublik pada Senin (17/1/2022) dari tayangan kanal YouTube tvOneNews.

Lebih lanjut terkait adanya pernyataan BMKG soal potensi gempa megathrust dengan kekuatan hingga mencapai Magnitudo 9, Pepen Supendi menjelaskan bahwa perlu diketahui bahwa hampir seluruh wilayah Indonesia memiliki potensi bencana yang diakibatkan oleh gempa bumi maupun tsunami.

“Gempa bumi di Indonesia dipengaruhi oleh lempeng tektonik utama, yakni lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, lempeng Pasifik, dan lempeng Filipina yang menyebabkan adanya zona subduksi dan sesar aktif. Pada zona subduksi ini ada bagian yang kita kenal dengan zona megathrust yaitu pada bidang kotak pada lempeng sampai kedalaman sekitar 50 km, dan salah satunya adalah megathrust Selat Sunda,” urai Pepen Supendi.

Baca juga   Cuaca Super Panas Hingga 36.1 Derajat Celsius, Begini Penjelasan dan Imbauan BMKG

Di Indonesia sendiri terdapat 13 zona megathrust yang sudah di identifikasi oleh para ahli, mulai dari pantai barat Sumatera kemudian selatan Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Papua. Pada zona-zona megathrust ini sudah diidentifikasi magnitudo terbesarnya yang kemungkinan dapat terjadi di megathrust tersebut rata-rata diatas Magnitudo 8.

“Berdasarkan posisi Hypocenter dan kedalaman dari gempa yang terjadi kemarin di Banten, ini sebenarnya terjadi di sumber yang berbeda. Kalau gempa kemarin terjadi di zona yang kita kenal dengan badan lempengnya bukan terjadi di bidang kotaknya, jadi bukan pada megathrustnya.

Nah tipikal dari gempa megaslide ini biasanya dia memiliki slidestruk (perbedaan stres) yang tinggi sebelum-setelah yang kemudian diakomodir oleh bromotion yang kuat, itulah kenapa getarannya bisa dirasakan sampai ke Jakarta, bahkan beberapa wilayah di Jawa Barat lainnya,” kata Pepen Supendi.

Sementara itu, Pakar kegempaan dari Badan Riset dan Teknologi Nasional, Danny Hilman menegaskan bahwa tidak ada satupun baik dari pihaknya, BMKG, maupun pihak manapun yang menyatakan bahwa gempa yang terjadi kemarin kemudian akan memicu gempa megathrust.

Baca juga   Longsor yang Tutup Akses Jalan Magelang-Boyolali Sudah Bisa Dilewati

“Kami lebih mengingatkan agar pemerintah maupun masyarakat agar jangan lupa mempersiapkan mitigasi, apabila gempa megathrust ini terjadi, sebab ini adalah isu yang sudah lama beredar, sejak 10 tahun lalu yang efeknya rame, kemudian lupa, rame lagi dan kemudian lupa. Jadi jangan seperti ini, hendaknya kita lebih serius lagi dalam mitigasi bencana gempa ini,” imbuh Danny.

Oleh karena itu, untuk tujuan mitigasi, BMKG sejak beberapa waktu belakangan telah melakukan pemodelan gempa dengan skenario terburuk yang berasal dari gempa megathrust yang telah di identifikasi oleh para ahli yang kemudian data yang diperoleh disimulasikan untuk menghitung waktu tiba gelombang tsunami di pantai, ketinggian tsunami, serta sebaran rendaman di daratan.

“Dari data dampak tersebut kemudian dapat di gunakan untuk menentukan jalur dan tempat yang aman untuk evakuasi, dan kemudian untuk pemasangan rambu-rambu,” urai Pepen Supendi.

Namun Pepen Supendi mengingatkan bahwa disetiap daerah memiliki kapasitas yang berbeda dalam hal ini. Sehingga ia berharap agar masing-masing daerah dapat meningkatkan kapasitasnya, mulai dari masyarakatnya kemudian pemerintah daerahnya bersinergi dengan pemerintah pusat dan lain sebagainya.

(*/N1)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Kabar penyebab wabah Omicron melalui chemtrails beredar di media sosial masyarakat. Salah satunya video yang menampilkan awan mirip sisa pesawat yang direkam warganet di Buah Batu, Kota Bandung, Jawa Barat, pada 7 Februari 2022. (Foto:BMKG/shutter stock)

News

Isu Fenomena Chemtrails yang Akibatkan Mewabahnya Omicron, Begini Penjelasan Lengkap BMKG
Kondisi kerusakan rumah warga paska gempabumi M 6,7 di Banten, Jumat (14/1/2022). (Foto: BPBD Kabupaten Pandeglang)

News

Update! 257 Rumah Rusak Terdampak Gempa Bumi M 6,7 Banten
Penampakan awan panas guguran Gunung Merapi pada Selasa (9/11/2021) pukul 23:45 WIB. (Foto: BPPTKG)

News

Waspada Bahaya Lahar, Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas
Presiden Joko Widodo ketika memberikan sambutan kepada Milad Muhammadiyah ke-109 yang ditayangkan secara virtual pada Kamis (18/11/2021). (Foto: Tangkapan Layar BPMI Sekretariat Presiden)

News

Presiden Berharap Muhammadiyah Terus Perkokoh Umat Muslim
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melepas keberangkatan kloter pertama calon jemaah haji asal Jawa Tengah, Jumat (3/6/2022). Foto: Humas Jateng

News

Lepas Jemaah Haji, Ganjar Terharu Kisah Penjual Pecel Asal Pati
Presiden Jokowi menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja atau Perppu Cipta Kerja. Langkah itu merupakan antisipasi terhadap kondisi global. Foto: BPMI Setpres

News

Pemerintah Terbitkan Perppu Cipta Kerja, Ketidakpastian Global Jadi Alasan
Berdasarkan data Our World in Data per 4 Januari 2022, Indonesia sudah menyuntikkan vaksin Covid-19 sebanyak 283.554.361 dosis. Dan menempati Indonesia menempati urutan keempat setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat, kemudian diikuti Brazil di peringkat kelima. (Foto: Kemenkes)

News

Capaian Vaksinasi Covid-19 Indonesia Masuk Lima Besar Dunia
Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. (Foto: Istimewa)

News

Survei INES: Airlangga-Ganjar Dipasangkan, Pilpres 2024 Cukup Satu Putaran