Home / Peristiwa

Senin, 20 Desember 2021 - 14:13 WIB

BMKG Resmikan Shelter dan Sensor Pemantauan Gempa Baru di Kabupaten Sleman

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Dwikorita Karnawati, meresmikan sensor seismograp dengan kode SYJI di Candi Abang, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (18/12/2021). (Foto: MC Kab Sleman)

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Dwikorita Karnawati, meresmikan sensor seismograp dengan kode SYJI di Candi Abang, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (18/12/2021). (Foto: MC Kab Sleman)

NYATANYA.COM, Sleman – Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Dwikorita Karnawati, meresmikan sensor seismograp dengan kode SYJI di Candi Abang, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (18/12/2021).

Peresmian juga diikuti dengan live streaming bekerja sama dengan BMKG pusat secara langsung dari ruang operasional Pusat Gempa Nasional dengan tujuan untuk memastikan data seismograp dengan kode SYJI telah masuk dengan baik dalam sistem Indonesia Tsunami Early Warning Sistem (TEWS). Peresmian juga dihadiri langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Dalam kesempatan tersebut, Kustini memberikan apresiasi atas terpasangnya shelter dan sensor pemantauan gempa ini.

Menurutnya, hal ini penting karena Kabupaten Sleman merupakan daerah yang memiliki risiko multi bencana.

“Setidaknya ada 7 bencana yang bisa mengancam di antarnya erupsi, banjir, kekeringan, tanah longsor, cuaca ekstrem, angin dan gempa,” ujar Kustini.

Ia juga mengatakan bahwa dalam kajian yang dilakukan, Kabupaten Sleman memiliki tiga kategori risiko bencana, yaitu ringan, sedang, dan tinggi.

Baca juga   Peringatan HPN 2022, Presiden Jokowi: Pers Adalah Lokomitif Kemajuan Bangsa

Dalam upaya penanggulangan dan pengurangan risiko bencana tersebut, Kustini menyebutkan bahwa Pemerintah Sleman terus mendorong keterlibatan masyarakat, di antaranya dengan membentuk desa tangguh bencana yang saat ini sudah berjumlah 69 desa, di 86 kalurahan yang ada di Kabupaten Sleman.
“Selain itu dilakukan pendidikan mitimigasi bencana sejak dini di usia taman kanak-kanak melalui satuan Pendidikan Aman Bencana,” terang Kustini.

Hal senada juga disampaikan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwana X. Menurutnya, pemasangan shelter dan seismograf ini sejalan dengan ilmu Titen yang sudah diaplikasikan oleh para leluhur.

Ilmu Titen sendiri merupakan ilmu yang digunakan untuk memprediksi gempa dengan melakukan pengamatan secara berulang kali terhadap retakan tanah dan perubahan kondisi air dalam waktu lama.

“Patut diapresiasi, dilestarikan, dan disesuaikan dengan perkembangan pengetahuan,” ujar Sri Sultan.

Baca juga   Operasi Zebra Candi 2021, Polres Blora Buka Gerai Masker dan Baksos

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Dwikorita Karnawati mengatakan Shelter dan sensor sendiri dipasang di Candi Abang disebabkan beberapa alasan.

Alasan pertama adalah lokasi tersebut terletak jauh dari aliran air. Lokasi tersbut juga berada jauh dari keramaian, baik kendaraan maupun manusia, serta strukturnya berada di atas bebatuan yang kokoh.

Selain itu, lanjut Dwikorita, pemasangan shelter dan sensor ini juga digunakan untuk merapatkan jaringan guna meningkatkan performa kecepatan dan akurasi informasi peringatan dini gempa besar dan Tsunami kepada masyarakat.

“Pembangunan Shelter dan instalasi seismograp dapat berhasil berkat dukungan berbagai pihak khususnya dari pemerintah kota/kabupaten diseluruh wilayah Indonesia yang telah mengizinkan penggunaan lahan untuk pembangunan shelter dan sensor,” ujar Dwikorita.

Sehingga ia meminta kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus menjaga keamanan sensor yang telah terpasang.

(*/N1)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Para tersangka pengoplos tabung gas melon dihadirkan dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya. Foto: Humas Polda Metro Jaya/Tribratanews

Peristiwa

Polda Metro Jaya Berhasil Amankan 16 Tersangka Pengoplos Tabung Gas Melon
Video viral dua pria menyeret anjing menggunakan motor di Badung Bali. Foto: ist/tribratanews

Peristiwa

Polisi Ungkap Alasan Sebenarnya Dua Pria di Badung Seret Anjing Menggunakan Motor
Puncak Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-57 Kabupaten Wonogiri, di Pendapa Rumah Dinas, Jumat (12/11/2021). (Foto: Humas Pemkab Wonogiri)

Peristiwa

Ngebut! Capaian Vaksinasi Kabupaten Wonogiri Lampaui 90 Persen
Sebelum penegakan hukum, pihak KPHL Unit II Batam telah memberikan peringatan kepada PT PMB untuk menghentikan seluruh kegiatan ilegal mereka. Namun peringatan tersebut tidak diindahkan oleh PT PMB, dengan tetap membangun kavling dalam kawasan hutan tanpa izin tersebut. (Foto: Biro Humas KLHK)

Peristiwa

Rusak Hutan Lindung di Batam, Direktur PT PMB Divonis 7 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar
Sapi bantuan Gubernur DIY untuk Pemkot Yogyakarta. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Pemkot Yogya Salurkan Hewan Kurban Bantuan Gubernur
Gebyar Sumpah Pemuda, dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-94 Tahun 2022, pada Jumat (28/10/2022), digelar di kawasan pedestrian Jalan Malioboro. Foto: Humas Pemkot Yogya

Peristiwa

Gebyar Sumpah Pemuda, Beri Ruang Kreasi dan Apresiasi Pemuda Kota Yogya
Ilustrasi: nyatanya.com

Peristiwa

Berseragam PGRI, Komplotan Pencopet Ini Beraksi di Acara Hari Guru Nasional yang Dihadiri Presiden
Polres Metro Jakarta Barat memusnahkan barang bukti pengungkapan kasus narkoba sebanyak 650 kg narkoba jenis ganja dan 4,8 kilogram narkoba jenis sabu di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (10/11/2022). Foto: Ist/Tribratamews

Peristiwa

Polres Metro Jakbar Musnahkan Barang Bukti Narkoba Senilai Rp11 Miliar