Home / Wisata

Senin, 24 Mei 2021 - 00:02 WIB

Borobudur Highland Siap Menjadi Kawasan Wisata Terpadu

Jip Off Road, salah satu daya tarik wisata di kawasan Borobudur Highland. Foto: nyatanya.com/Instagram

Jip Off Road, salah satu daya tarik wisata di kawasan Borobudur Highland. Foto: nyatanya.com/Instagram

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Borobudur Highland yang akan dikembangkan di Perbukitan Menoreh, bakal menjadi sebuah kawasan pariwisata terpadu yang diharapkan bisa menjadi lokomotif ekonomi untuk daerah sekitarnya. Dimana kawasan ini letaknya berbatasan langsung dengan 3 Desa di 2 Kabupaten dari 2 Provinsi, yakni Desa Nglinggo, Kelurahan Pagerharjo, Kepanewon Samigaluh di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Desa Sedayu dan Desa Benowo di Kabupaten Purworejo Jawa Tengah.

“Di dalam roadmap pengembangan kawasan ini, ada strategi peningkatan kapasitas SDM, baik itu perseorangan maupun bidang usaha,” jelas Indah Juanita, Direktur Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) dalam siaran persnya yang dirilis di Instagram Badan Otorita Borobudur, Minggu (23/5/2021).

“Peningkatan kapasitas ini telah dilaksanakan sejak 2019, namun karena 2020 terjadi awal pandemi Covid-19, jadi kegiatan pelatihan dan pendampingan kami tunda dahulu hingga awal 2021,” imbuh Bisma Jatmika selaku Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan.

Baca juga   Wabup Sleman Dorong Museum Terus Berinovasi dan Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Pada 2020 lalu, BPOB bekerjasama dengan Universitas Gadjah Mada melakukan kajian analisis dampak ekonomi sosial serta merumuskan langkah-langkah strategis dan praktis agar masyarakat bisa mendapatkan manfaat dari pengembangan Borobudur Highland.

Beberapa kali BPOB juga mengadakan event kegiatan yang melibatkan masyarakat.

“Kami melakukan tes tour dengan Jip Off Road yang dikelola Mas Melky dari Borobudur Highland ke Candi Borobudur melewati beberapa desa. Potensinya luar biasa, dan kami akan mengupayakan ini menjadi travel package ke depannya,” sambung Agus Rochiyardi, Direktur Pemasaran BPOB.

Di sisi lain, pembangunan kawasan pariwisata terpadu bukanlah sesuatu yang mudah. Dari mulai aksebilitas dan mobilisasi alat berat, serta meyakinkan masyarakat tetap aman dalam beraktivitas, juga menjadi perhatian serius.

“Kami sebagai pihak pemerintah pusat berkoordinasi dengan Kelurahan dan Desa sebagai pemerintah terkecil untuk mengayomi ribuah masyarakatnya. Di dalam kawasan kami, selain ada Off Road, ada juga yang mengambil Nira, pakan ternak, getah pinus, dan kayu bakar, yang termasuk kearifan lokal yang harus dikelola menjadi atraksi wisata edukatif,” papar Indah Juanita.

Baca juga   Candi Borobudur Gelar Simulasi Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi

Untuk mewujudkan hal tersebut, dalam rapat tingkat menteri di Manohara, Borobudur pada 20 Mei 2021 lalu, dipastikan bahwa aksebilitas ke Borobudur Highland akan ditingkatkan oleh Kementerian PUPR melalui Kepres.

Sementara itu, menyikapi adanya pemberitaan tentang penghentian kegiatan masyarakat seperti Off Road dan berkebuh di Zona Otorita, Indah Juanita menjelaskan bahwa hal tersebut adalah keliru.

“Kami mengupayakan agar pembangunan Borobudur Highland ini tidak merugikan pihak manapun, tetapi justru memberikan kesempatan baru bagi masyarakat di sekitarnya, dengan menyediakan lapangan kerja dan kesempatan berusaha,” imbuh Indah Juanita.

Pengembangan Borobudur sebagai destinasi pariwisata super prioritas ini diharapkan akan memberikan sumber pertumbuhan ekonomi skala regional dan juga nasional. (N1)

Share :

Baca Juga

Foto: Ist

Wisata

Nepal Larang Penggunaan TikTok di Sejumlah Destinasi Wisata, Ini Alasannya
Seorang warga memegang bagian miniatur kincir air yang dipajang di obyek wisata pemandian air hangat Desa Nglobo, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Minggu (10/10/2021). Miniatur kincir air dibuat perajin setempat dari bahan bambu dan diminati pengunjung sebagai suvenir dan hiasan rumah dengan harga miniatur kincir air Rp150.000,00/buah. (Foto: MC Kab. Blora/Teguh)

Wisata

Miniatur Kincir Air Jadi Souvenir Apik Wisata Pemandian Air Hangat Nglobo
Sebanyak 36 Mas dan Mbak Kamwis dari 18 kampung wisata di Kota Yogya telah terpilih, setelah melalui tahap seleksi pada 11 dan 12 November lalu. Foto: Humas Pemkot Yogya

Wisata

Terpilih 36 Mas dan Mbak Kamwis Kota Yogya, Siap Promosikan Wisata dengan Cara Kreatif
Jemparingan merupakan olahraga panahan yang telah ada sejak zaman Kerajaan Mataram. Permainan ini berasal dari kata jemparing atau anak panah. Foto: Diskominfo Jateng

Wisata

Olahrasa Lewat Olahraga Tradisional Jemparingan, Mau Coba?
Saat mengikuti ajang Borobudur Marathon, Minggu (28/11/2021), Ganjar memberikan bantuan pada masyarakat Nepal Van Java. Untuk mempercantik daerah itu, Ganjar memberikan bantuan dua ton cat yang diserahkan langsung kepada Kadus Butuh, Temanggung, Lilik Setiawan. (Foto: Humas Jateng)

Wisata

Percantik Nepal Van Java, Ganjar Beri Bantuan 2 Ton Cat
Wawan Maryuliono (kiri) bersama pengunjung di taman kebun anggur miliknya yang berada di “RASTI”. (Foto: Zainuri Arifin)

Wisata

Wawan “Bapak Anggur” Jogja, Tinggalkan Gaji Rp 15 Juta, Sukses Jadi Petani Anggur
Foto: kratonjogja.id

Wisata

Mengenal Korps Musik Prajurit Keraton Yogyakarta
Pers Conference Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Paris Fashion Week 2022, Jumat (18/2/2022). (Foto: Biro Komunikasi Kemenparekraf)

Wisata

Mantul, 10 Brand Fesyen Indonesia Tampil di Paris Fashion Week 2022