Home / News

Senin, 16 Agustus 2021 - 21:20 WIB

BPPTKG Imbau Warga Tidak Beraktivitas di Alur Sungai Merapi

Kepala BPPTKG Hanik Humaida di PGM Babadan Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang. (Foto:humas/beritamagelang)

Kepala BPPTKG Hanik Humaida di PGM Babadan Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang. (Foto:humas/beritamagelang)

NYATANYA.COM, Magelang – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memastikan warga untuk menjauh dari zona bahaya awan panas Gunung Merapi.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan awan panas Merapi pada Senin (16/8/2021) pagi jarak luncurnya masih sama dengan guguran 27 Januari 2021 lalu yakni sejauh 3.500 meter ke barat daya.

“Kali ini jarak luncur sama yang mana pada Merapi masuk fase erupsi. Dampak pada vegetasi kita belum melihatnya,” ucap Hanik saat berkunjung di Pos Pengamatan Babadan Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, Senin (16/8/2021).

Menurutnya, sebaran abu vulkanik erupsi kali ini cenderung ke arah barat. Meski demikian sebaran abu vulkanik itu tidak bisa dijadikan indikator besar kecilnya awan panas karena tergantung kecepatan arah angin.

Guna mengetahui komposisi yang terkandung dalam abu vulkanik tersebut petugas BPPTKG kemudian melakukan pengambilan sampel abu vulkanik di Pos Babadan.

Baca juga   Turun, Hari Ini 9 Pasien Covid-19 di DIY Meninggal Dunia

Sementara itu, berdasar data BPBD Kabupaten Magelang hujan abu vulkanik menerpa sedikitnya 26 desa yang tersebar di 8 kecamatan.

“Butiran abu mengandung silica atau komponen butiran kaca lembut sehingga warga harus memakai masker, kacamata dan memakai baju lengan panjang untuk melindungi diri saat beraktivitas di luar,” ungkapnya.

Hanik mengungkapkan, untuk erupsi Merapi yang lebih besar lagi BPPTKG hingga kini belum dapat memprediksi. Meski demikian, Hanik berharap kemungkinan tidak terjadi karena hingga saat ini tidak ada indikasi erupsi lebih besar karena kondisi kubah lava masih relatif stabil.

Tidak ada perkembangan yang signifikan. Deformasi (penggelembungan tubuh gunung) juga cenderung menurun sejak 7 Agustus kemarin. Di samping itu Gempa Multiphase dan Vulkanik dangkal juga menurun.

Baca juga   Kundha Kabudayan Luncurkan "Yogya Kota Hanacaraka"

“Sedangkan untuk guguran dan awan panas meningkat, itu indikasi merupakan fase keluarnya magma,” jelas Hanik.

Hanik juga memastikan status Gunung Merapi masih sama yakni di level Siaga dengan rekomendasi untuk keselamatan warga tetap 5 km dari puncak Merapi.

Demi menjaga keselamatan, Hanik mengimbau agar warga tetap mengikuti rekomendasi dari BPPTKG diantaranya tidak beraktivitas di alur sungai yang sudah dientukan, yakni Boyong, Gendol (Provinsi Yogyakarta), Kali Putih Krasak dan Bebeng (Kabupaten Magelang) sejauh lima kilometer.

“Itu mutlak tidak boleh ada aktivitas di alur sungai ini. Karena awan panas saat ini lebih jauh 2-3,5 km. Artinya itu sudah sesuai dengan yang sudah kami sampaikan, rekomendasi kita,” tegasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Rakor Penerapan Protkes pada Industri Sektor Esensial yang diikuti secara daring oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X didampingi Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji dari Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. (Foto: Humas Pemda DIY)

News

Ini 6 Perusahaan di DIY yang Boleh Beroperasi Penuh Selama Perpanjangan PPKM
Foto: nyatanya.com/istimewa

News

Dalam Sehari Sudah 13 Kali Gempa Guncang Banten
(Ilustrasi:nyatanya.com)

News

Kasus Naik Signifikan, Mulai Hari Ini Solo Penyemprotan Masal Disenfektan
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyaksikan secara langsung proses vaksinasi bagi ibu hamil di Auditorium Grha Sabha Pramana. (Foto: Humas Pemda DIY)

News

1.110 Ibu Hamil Ikuti Vaksinasi Covid-19 di UGM
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi. (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

News

Balai Kota Yogya Jadi Kawasan Wajib Masker dan Vaksin
Ilustrasi: nyatanya.com

News

Meroket Lagi, Hari Ini 638 Positif Covid-19 di DIY
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Foto: Humas Jateng)

News

Pemkot Magelang Dorong Percepatan Vaksinasi Covid-19 bagi Lansia
(Ilustrasi:nyatanya.com)

News

Tingkat Kesembuhan Covid-19 di DIY Hari Ini 94,02%