Home / Peristiwa

Minggu, 26 September 2021 - 21:05 WIB

BPR MSA Gelar Webinar Nasional Peran Milenial Bangkitkan UMKM

Webinar Nasional bertajuk 'Peran Milenial dalam Membangkitkan Ekonomi UMKM' yang  Akumandiri dan BPR MSA. (Foto: tangkapan layar webinar)

Webinar Nasional bertajuk 'Peran Milenial dalam Membangkitkan Ekonomi UMKM' yang Akumandiri dan BPR MSA. (Foto: tangkapan layar webinar)

NYATANYA.COM, Yogyakarta –  Pandemi Covid-19 sudah melahirkan kesenjangan baru di masyarakat. Ada yang terpuruk, namun ada juga yang tak terpengaruh. Bahkan ada sebagian masyarakat yang tidak terlalu terpengaruh, karena posisi, jenis pekerjaan dan profesinya.

Tidak sedikit pula kaum pekerja yang terpukul karena pemutusan hubungan kerja (PHK). Akibatnya, melahirkan kesenjangan di tengah masyarakat yang berimbas pada ketidak mampuan dan ketidak berdayaan sebagian masyarakat terdampak yang tak lagi mampu berbuat banyak.

Direktur Utama BPR MSA Y Tri Agung Pujiantoro mengatakan hal itu dalam Webinar Nasional bertajuk ‘Peran Milenial dalam Membangkitkan Ekonomi UMKM’, Kamis (23/9/2021) dengan menghadirkan nara sumber Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki.

Webinar Webinar Nasional Kolaborasi Akumandiri dan BPR MSA digelar dalam rangka HUT BPR MSA ke 16 yang melibatkan kaum milenial dan pelaku usaha.

Melihat pandemi Covid-19 seperti ini, lanjut Tri Agung Pujiantoro, sektor informal dan UMKM menjadi pilihan paling masuk akal bagi sebagian besar lapisan masayarakat demi mempertahankan kehidupan.

Baca juga   Patroli Malam dan Penegakan PPKM Terus Diintensifkan di Tawangsari

Untuk itu, UMKM berperan besar sebagai solusi perekonomian perlu diperkuat keberadaannya. Berbagai kesulitan dan hambatan yang dihadapai UMKM harus dipecahkan.

Karena berbagai keterbatasan yang dimiliki, maka UMKM akan kesulitan menyelesaikan segala permasalahannya. Mengingat peran besar UMKM dan agar tidak sekedar menjadi usaha yang subsiten, maka perlu ada enabler yang cocok.

Untuk mengembangkan UMKM justru bukan penguatan modal yang pertama dilakukan, tapi perlu dibangkitkan rasa percaya dirinya, supaya muncul aneka kreativitas dan inovasi yang lebih cemerlang.

Sementara menyinggung soal kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Yang diharapkan mahasiswa, diberi kesempatan belajar di luar kampusnya untuk mendapatkan bekal pengalaman yang lebih nyata.

”Di sinilah terdapat titik pertemuan, antara kebutuhan enabler bagi UMKM dan kebutuhan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman nyata,” ujarnya.

Mahasiswa sangat potensial berperan sebagai enabler ini. Milenial yang identik dengan dunia digital, akan mempercepat UMKM melakukan digitalisasi, selain penguatan-penguatan berbisnis kekinian lainnya.

“Kolaborasi UMKM dan Milenial menjadi kemungkinan pilihan strategis yang dapat diambil. Oleh karena itu, langkah konkrit menyambungkan atau mempertemukan UMKM dan mahasiswa perlu segera dilakukan,”  imbuh Tri Agung.

Baca juga   Produk UMKM Sleman Kini Dijual di Indomaret

Program kolaborasi ini, menurutnya, akan menghasilkan manfaat ganda (double benefit) bagi bangsa Indonesia. Pertama, meningkatnya daya saing UMKM, dan kedua mempersiapkan mahasiswa, generasi muda dalam menyongsong bonus demografi.

Untuk itu, webinar  ini memiliki target peserta Kaum Milenial dan Pelaku UMKM diharapkan bisa mengajak seluruh pemangku kepentingan UMKM dan Perguruan Tinggi mulai melakukan gerakan nasional kolaborasi UMKM dan Milenial.

Model orkestrasi kolaboratif ini diharapkan akan mempercepat Bangsa Indonesia bangkit dari keterpurukan dan pesimisme. Sebaliknya, dengan gerakan ini ingin menunjukkan ada secercah cahaya di ujung terowongan gelap. UMKM akan memiliki harapan baru, semangat baru, dan inovasi.

Dari sisi para mahasiswa (milenial), mereka akan memiliki pengalaman konkrit yang berharga bagi pembentukan kepribadiannya.  Dalam diri mahasiswa akan muncul jiwa kepemimpinan, solidaritas, dan tentu saja kompetensi lain yang akan menunjang kariernya kelak. (*)

Share :

Baca Juga

Seorang petani di Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang membersihkan abu vulkanik Merapi pada daun tembakau. (Foto: Humas/beritamagelang)

Peristiwa

Distan Pangan Antisipasi Dampak Hujan Abu Vulkanik Merapi
Provinsi DIY memperoleh penghargaan Provinsi Layak Anak Provilia 2021. (Foto: Humas Pemda DIY)

Peristiwa

DIY Kembali Raih Penghargaan Provinsi Layak Anak Provilia 2021
Kepala BPN Kabupaten Semarang Arya Widya Wasista saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) RI di Bandungan. (Foto: Diskominfo Kab Semarang)

Peristiwa

Setelah Menunggu 21 Tahun, Ratusan Petani P3TR Bakal Miliki Sertifikat Tanah
Normalisasi sungai Mampir yang dilakukan relawan Sorban Wali Putih bersama Pemerintah Desa Kepuh, Forkopimcam Limpung dan Masyarakat. (Foto: MC Batang)

Peristiwa

Relawan Sorban Wali Putih Normalisasi Sungai Mampir
Relawan RAPI melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan Balai Desa Danurejo Mertoyudan Magelang.(Foto:nyatanya.com/Humas Magelang)

Peristiwa

RAPI 51 55 Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Mertoyudan
Pasien Covid-19 asal Kudus sudah dipulangkan dari Asrama Haji Donohudan Boyolali. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Kudus)

Peristiwa

Sudah Negatif, Semua Pasien Covid-19 Asal Kudus Dipulangkan
Haryadi Suyuti saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di BPD DIY. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Pemkot Yogya Tambah Gerai Vaksin di Kantor Pusat BPD DIY
Satgas Covid-19 di beberbagai wilayah di Kabupaten Sukoharjo terus gencar lakukan patroli protokol kesehatan. (Foto: Humas Pemkab Sukobarjo)

Peristiwa

Sukoharjo Terus Gencarkan Patroli Prokes