Home / News

Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:45 WIB

Bupati Etik Suryani Bantah Izinkan Hajatan Selama PPKM Level 4

Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM. (Foto: Humas Kab Sukoharjo)

Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM. (Foto: Humas Kab Sukoharjo)

NYATANYA.COM, Sukoharjo – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM meluruskan beredarnya potongan berita yang menyebutkan penyelenggaraan hajatan sudah diperbolehkan.

Bupati menegaskan saat ini hajatan belum diperbolehkan. Bupati juga menbantah telah mengeluarkan statament yang membolehkan hajatan selama pelaksanaan PPKM Darurat hingga PPKM Level 4.

“Masyarakar jangan mudah mudah percaya berita hoax yang beredar di media sosial. Saya juga kaget kok ada statement saya beredar di media sosial seperti itu. Prinsipnya, saya tidak pernah memberikan statement seperti itu,” tandas Bupati, Selasa (24/8/2021).

Menurut Bupati, saat ini Sukoharjo masih dalam situasi sangat prihatin terkait pandemi corona. Selama pelaksanaan PPKM Level 4, hajatan pernikahan belum dibolehkan karena aturan masih sama.

Baca juga   Wkwkwk, Anggota Paskibraka Ini Curhat ke Ganjar Tak Bisa Cuci Baju

Yang dibolehkan hanya acara ijab kabul dengan peserta maksimal 10 orang dengan disertai hasil negatif tes swab antigen. Selama pelaksanan ijab kabul dengan prokes ketat serta tidak menyediakan makan di tempat.

“Begitu juga dengan acara hiburan juga belum boleh. Saya meluruskan jangan sampai termakan berita hoax. Kasihan masyarakat jadi terombang-ambing luar biasa. Munculnya informasi tersebut justru menjadikan masyarakat bingung,” tegas Bupati.

Bupati mengajak masyarakat bersatu padu dan bergotong royong agar Sukoharjo segera lepas dari Level 4 dengan cara menegakkan prokes dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

“Insya Allah kalau masyarakat semuanya nurut aturan pemrintah pusat dan daerah corona segera selesai,” ujarnya.

Baca juga   Masih Gratis Sampai 16 September, Wawali Jajal KA Bandara

Bupati kembali menegaskan, saat ini acara hajatan belum diperbolehkan dan berlaku sama untuk masyarakat Sukoharjo tidak membeda-bedakaan antara satu wilayah dengan wilayah lain. Jika ada perbedaan aturan antar wilayah dikhawatirkan justru membuat “meri” wulayah lainnya.

Saat ini, ujarnya, kelonggaran baru ada untuk tempat ibadah dengan kapasitas 50% dan warung makan diberi kelonggaran waktu makan 30 menit untuk tiga orang pengunjung. Terkait operasional mal juga belum dibuka karena Sukoharjo masih melaksanakan PPKM Level 4 belum boleh buka.

“Daerah itu ikut aturan pemerintah pusat. Kalau pusat ngomong A daerah juga A, kalau ngomong B daerah juga B. Kita tidak mau mengambil resiko,” tambah Bupati. (*)

Share :

Baca Juga

Kepala Desa Tegalgiri Ngateman (kanan) di sela kegiatan vaksinasi bagi 200 warganya. (Foto: Foto: Diskominfo Boyolali)

News

Percepatan Vaksinasi, Pemkab Boyolali Mulai Sasar Warga Desa
Sri Sultan saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-76 RI di Istana Kepresidenan Yogyakarta. (Foto: Humas Pemda DIY)

News

HUT ke-76 RI di Yogya Digelar Sederhana, Sri Sultan Ajak Warga Berbesar Hati
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menggelar pertemuan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemda DIY)

News

55 RT di DIY Masih Merah, Sri Sultan: Kepatuhan Prokes Kunci Strategis Perangi Covid-19
Vaksinasi dosis ketiga untuk nakes di Jawa Tengah sudah mencapai 31,36 persen. (Foto: Humas Jateng)

News

Vaksinasi Booster untuk Nakes Jateng Capai 31,36 Persen
Pemkot Yogyakarta memfasilitasi kelompok rentan administrasi kependudukan (adminduk) untuk memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik. (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

News

Di Yogya Transpuan Difasilitasi Bikin KTP-el
Sejumlah pekerja hiburan turut menggelar aksi agar diberi kelonggaran untuk bisa kembali bekerja. (Foto: dokumentasi koes gapplek)

News

Pekerja Hiburan Turun ke Jalan Tolak Perpanjangan PPKM
Ilustrasi: nyatanya.com

News

Corona DIY Kembali Melonjak, Positif Covid-19 Tambah 892 Kasus
Ganjar Pranowo saat mengunjungi Desa Kecis, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo yang jadi klaster hajatan. (Foto:nyatanya.com/Humas Jateng)

News

Klaster Hajatan, Satu Desa di Wonosobo Jalani Isoman