Home / Peristiwa

Kamis, 29 Juli 2021 - 07:45 WIB

Bupati Klaten Instruksikan ASN Beli Beras Rojolele Petani

Bupati Klaten mengeluarkan instruksi, agar ASN jajarannya membeli beras Rojolele petani sendiri. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Klaten)

Bupati Klaten mengeluarkan instruksi, agar ASN jajarannya membeli beras Rojolele petani sendiri. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Klaten)

NYATANYA.COM, Klaten – Kabar gembira bagi para petani beras rojolele di Klaten. Pasalnya, Bupati Klaten Sri Mulyani menginstruksikan aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkungan Kabupaten Klaten untuk membeli beras rojolele milik petani.

“Perlu saya sampaikan bahwa hari ini saya sudah menandatangani surat instruksi bagi seluruh ASN Klaten agar membeli beras petani, khusus beras rojolele Srinar dan Srinuk. Nanti untuk teknis akan diatur. Ini adalah bukti kebanggaan kita akan produk pertanian Klaten, khususnya produksi beras, agar rojolele kembali menjadi komoditas unggulan masyarakat petani Klaten,” ungkap Sri Mulyani, usai Upacara Peringatan Hari Jadi ke-217 Kabupaten Klaten, Rabu (28/7/2021).

Baca juga   Polres Magelang Gelar Vaksinasi bagi Pedagang Pasar Tradisional

Ditambahkan, untuk mekanisme pembelian beras rojolele oleh ASN, rencananya bakal diatur melalui Perusahaan Daerah (Perusda) Aneka Usaha. Ketentuan selengkapnya, sudah diatur melalui Instruksi Bupati.

Direktur Perusda Aneka Usaha, Sukardi menyatakan siap mengoordinasikan pembelian dari ASN tersebut. Namun, pemesanan bisa difasilitasi melalui kantor masing-masing.

“Nanti sesuai Surat Intruksi Bupati akan mengatur. Melalui OPD atau kantor masing-masing untuk memesan melalui Perusda Aneka Usaha. Jadi semuanya terkoordinir dengan baik,” jelas Sukardi.

Rifai (35), ASN Klaten siap menjalankan Instruksi Bupati tersebut. Kendati begitu, dia berharap harga beras rojolele yang dibebankan kepada ASN, tak terlalu mahal.

Baca juga   Di Luar RPH Giwangan, Panitia Kurban Diminta Lapor ke Dinas Pertanian dan Pangan

“Saya sendiri penasaran untuk bisa menikmati beras rojolele. Semoga harganya terjangkaulah. Misalnya, harga beras kualitas baik seperti Mentik Wangi itu sekitar Rp12.000/kg. Itu sebagai pembanding,” ungkapnya.

Sebagai informasi, sesuai Instruksi Bupati Klaten Nomor 1 Tahun 2021 tanggal 16 Juni 2021 tentang Gerakan Memasyarakatkan Beras Rojolele Srinar dan Srinuk bagi ASN dan Pegawai BUMD di Lingkungan Kabupaten Klaten, menyebutkan ketentuan tentang pembelian beras rojolele milik petani. Bagi pejabat eselon II di Klaten diminta membeli minimal 20 kg/ bulan dan eselon III minimal 15 kg/ bulan. Sedangkan untuk ASN lainnya dan pegawai BUMD diminta membeli minimal 10 kg/ bulan. (*)

Share :

Baca Juga

Karang Taruna Kota Yogyakarta membentuk tim pemulasaran jenazah Covid-19 khusus wanita yang bernama Srikandi Karang Taruna Jogja. (Foto:Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Srikandi Karang Taruna Jogja Bantu Pemulasaran Jenazah Wanita
Aparat gabungan wilayah Kecamatan Gatak menggelar patroli menyapa warga masyarakat, memberikan imbauan, edukasi dan sosialisasi Prokes. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemkab Sukoharjo)

Peristiwa

Aparat Gabungan Gatak Tak Henti Patroli Prokes
Gibran meninjau tempat isolasi mandiri terpusat di SMP 8 Surakarta. (Foto:nyatanya.com/Humas Surakarta)

Peristiwa

Pastikan Kondisi Warga yang Isolasi Terpusat Tercukupi, Gibran Bawakan Buah-buahan
Pemkot Yogyakarta canangkan PKK Bangga Kencana Kesehatan. (Foto: Humas pemkot Yogyakarta)

Peristiwa

Pemkot Yogya Canangkan PKK Bangga Kencana Kesehatan
Pembangunan RSUD Tangen terus dikebut. Ditargetkan akhir tahun 2021 pembangunan selesai dan siap melayani kebutuhan kesehatan masyarakat. (Foto:Diskominfo Sragen)

Peristiwa

Pembangunan RSUD Tangen Ditarget Selesai Akhir Tahun
Foto: Ilustrasi/Kominfo

Peristiwa

Ribuan Pedagang Pasar Ditarget Vaksinasi Hingga Akhir Juni
Gus Yusuf menerima Bantuan Sosial Dalam Rangka PPKM Darurat dari Pemerintah melalui TNI/Polri. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Magelang)

Peristiwa

Polda Jateng Salurkan Bantuan Beras PPKM Darurat di Ponpes API Tegalrejo

Peristiwa

AKBP Muharomah Fajarini, Kapolres Baru Kulonprogo