Home / News

Sabtu, 2 Oktober 2021 - 12:25 WIB

Bupati Sleman Minta Tambahan Vaksin Covid-19 untuk Mahasiswa Luar Daerah

Kegiatan vaksinasi yang masih terus dilakukan di sejumlah tempat di Sleman untuk mempercepat tebentuknya herd imunity. (Foto: Humas Sleman)

Kegiatan vaksinasi yang masih terus dilakukan di sejumlah tempat di Sleman untuk mempercepat tebentuknya herd imunity. (Foto: Humas Sleman)

NYATANYA.COM, Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo meminta tambahan 300 ribu dosis vaksin COVID-19 kepada pemerintah pusat, guna mencukupi kebutuhan vaksinasi mahasiswa dari luar daerah Sleman.

Kustini menyampaikan, sejumlah mahasiswa luar daerah diperkirakan akan segera memasuki Sleman. Hal ini seiring dengan akan dimulainya pembelajaran tatap muka yang sudah direncanakan sejumlah perguruan tinggi pada Oktober ini.

“Kemarin (1 Oktober 2021), melalui rapat koordinasi dengan pemerintah pusat, kami melalui Bapak Gubernur meminta tambahan vaksin sekitar 300 ribuan dosis. Langkah ini sebagai persiapan (dari) kedatangan mahasiswa ke Sleman dalam waktu dekat,” ungkap Kustini, Sabtu (2/10/2021).

Baca juga   5 Wilayah Ini Mulai Kekurangan Air, BPBD Temanggung Droping Air

Kustini menyebut jumlah 300 ribu dosis vaksin yang diajukan hanyalah angka perkiraan berdasarkan jumlah pelajar maupun mahasiswa luar daerah yang mengenyam pendidikan di Kabupaten Sleman.

Di Kabupaten Sleman sendiri terdapat lebih dari 40 perguruan tinggi dengan berbagai kategori mulai dari akademik, politeknik, sekolah tinggi, institut dan universitas. Upaya penambahan dosis vaksin itu juga sekaligus untuk mempercepat pembentukan herd imunity di lingkungan civitas akademika.

“Kita (pemerintah) sangat hati-hati dalam membuka kuliah tatap muka. Pak Gubernur juga sudah menyampaikan minimal 80 persen sudah divaksin. Tentu ini harus kita kejar,” terang Kustini.

Baca juga   Tiga Tahun Ganjar-Yasin Mengabdi, Digitalisasi UMKM Jadi Fokus Genjot Perekonomian Rakyat

Dilanjutkan Kustini, untuk mencapai target vaksinasi, Pemkab Sleman akan mempermudah persyaratan. Calon penerima vaksin tidak hanya menyasar pada Nomor Induk Kependudukan (NIK) Sleman. Target penerima diperluas termasuk untuk kalangan pelajar dan mahasiswa.

Pemkab Sleman juga bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam melakukan pendataan nama dan jumlah mahasiswa. Data kemudian disaring bagi yang belum mendapatkan suntik vaksin Covid-19.

“Nanti pihak kampus akan menyisir. Berapa jumlah mahasiswa yang belum vaksin. Semoga rencana pada pertengahan atau akhir bulan ini bisa mulai tatap muka,” harap Kustini. (*)

Share :

Baca Juga

News

Skrining Digital Melalui Aplikasi Peduli Lindungi, Butuh Sosialisasi
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo yang meninjau langsung vaksinasi yang digelar Baznas untuk Kyai dan Santri di MTs Pamulangan. (Foto: MC Sleman)

News

Baznas Sleman Gelar Vaksinasi untuk 1.000 Kyai dan Santri
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mendampingi Menkomarvest Luhut Binsar Pandjaitan, soft launching Kereta Bandara Yogyakarta International Airport. (Foto: Humas Pemda DIY)

News

Kereta Bandara YIA Beroperasi, Yogya-YIA Hanya 40 Menit
Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya di DIY, melihat langsung pelaksanaan vaksinasi di sejumlah tempat. (Foto: Penrem 072/Pamungkas)

News

Kunjungan Kerja ke DIY, Presiden Ingin Pastikan Vaksinasi Terus Bergulir
Paku Alam X saat meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di Desa Karangsewu, Kecamatan Galur, Kulonprogo. (Foto: Humas Pemda DIY)

News

Wagub DIY: Partisipasi Perempuan untuk Vaksin Masih Kurang
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate. (Foto:MC Kominfo PON XX)

News

Temuan Kasus Covid-19 Bukti Ketatnya Tracing dan Tracking PON XX
(ilustrasi: nyatanya.com)

News

Belasan Karyawan Bandara YIA Positif Corona, Aktivitas Tak Terdampak
Pemerintah Kabupaten Temanggung dan Kementerian Pertanian siapkan lahan seluas 300 hektare sebagai lumbung pangan hortikultura. (Foto: Diskominfo Temanggung)

News

Antisipasi Anjloknya Harga Cabai, Temanggung Siapkan Lumbung Pangan Hortikultura