Home / News

Sabtu, 2 Oktober 2021 - 10:16 WIB

Buron Kasus 1.003 Ha Kebun Ilegal Kawasan Hutan Sambas Ditangkap di Jakarta

Tersangka MS, buronan terpidana kasus kebun ilegal dikawasan hutan, seluas 1.003 hektare (Ha) di Kabupaten Sambas dihadirkan pada jumpa pers.(Foto: Biro Humas KLHK)

Tersangka MS, buronan terpidana kasus kebun ilegal dikawasan hutan, seluas 1.003 hektare (Ha) di Kabupaten Sambas dihadirkan pada jumpa pers.(Foto: Biro Humas KLHK)

NYATANYA.COM, Sambas – MS, Buronan terpidana kasus kebun ilegal dikawasan hutan, seluas 1.003 hektare (Ha) di Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat ditangkap di Kawasan Pondok Indah, Jakarta oleh Tim Tangkap Buronan Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Dirjen Gakkum KLHK) Rasio Ridho Sani mengatakan, Direktur PT Kaliau Mas Perkasa (KMP) ini ditangkap setelah menjadi buron selama empat tahun dan kemudian ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pontianak.

“Tidak boleh ada ruang bagi pelaku kejahatan yang sudah merugikan negara, merusak hutan dan lingkungan, serta mengancam keselamatan masyarakat, mereka harus dihukum seberat-beratnya,” tegas Dirjen Gakkum KLHK dalam keterangan resminya, Jumat (1/9/2021) malam.

Baca juga   Kasus Corona Melonjak, Magelang Tambah Kamar Isolasi

Lebih lanjut Dirjen Gakkum KLHK menjelaskan, bahwa penangkapan buronan ini menunjukkan keseriusan dan komitmen pemerintah dalam menindak pelaku kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan.

Dia juga mengapresiasi kinernja tim intel dari Kejaksaan Agung dan Kejati Kalbar yang telah bekerja keras dengan penuh dedikasi mengejar buronan sehingga berhasil menangkap MS.

“Tim Gakkum KLHK bersama dengan Kejati Kalbar akan mempelajari dan mendalami kembali kasus kebun illegal dengan terpidana MS terkait dengan kejahatan lainnya, serta pelaku lainnya. Penanganan kasus ini tidak berhenti dengan tertangkapnya MS,” tutur dia.

Baca juga   Pemerintah Terima Bantuan 500 Ton Oksigen Cair dari Tanoto Foundation

Sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Sambas sudah menetapkan PT. KMP terbukti merambah lahan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Melintang seluas 1.003 Ha sejak 24 Maret 2016.

PN Sambas memvonis MS dengan pidana penjara tiga tahun dan denda Rp750 juta dan putusan yang sama ditetapkan oleh Mahkamah Agung setelah menolak kasasi terpidana itu pada 21 Juni 2017.

MS lalu melarikan diri dan menjadi DPO Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat sebelum sempat dieksekusi. (*)

Share :

Baca Juga

Vaksinasi dosis ketiga untuk nakes di Jawa Tengah sudah mencapai 31,36 persen. (Foto: Humas Jateng)

News

Vaksinasi Booster untuk Nakes Jateng Capai 31,36 Persen
Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan, pemerintah akan mulai melakukan uji coba PPKM level satu (new normal) di Kota Blitar, Jawa Timur. (Foto: Humas Kemenko Marves/Istimewa)

News

Pemerintah akan Uji Coba PPKM Level Satu di Blitar
Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih bersama Kepala OJK DIY, Parjiman melakukan peninjauan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo. (Foto: Humas Bantul)

News

OJK DIY Gelar Vaksinasi untuk 4.000 Warga Bantul
Sri Sultan Hamengku Buwono X. (Foto: Humas Pemda DIY)

News

Tangani Covid-19, Pemda DIY Alokasikan Danais Rp50 Juta Per Kelurahan
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mengikuti rapat paripurna tentang pembentukan susunan perangkat daerah di DPRD Jawa Tengah. (Foto: Humas Jateng)

News

Dibahas DPRD, Jateng Akan Jadi Provinsi Pertama yang Miliki Brinda
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. (Foto: Puspen TNI)

News

Panglima TNI Tinjau Kesiapan Keamanan dan Gladi Pembukaan PON Papua
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X secara daring menerima penghargaan dari Menteri Dalam Negeri RI sebagai provinsi yang Tepat Waktu dalam Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan. (Foto: Humas Pemda DIY)

News

Untuk Kedua Kalinya, DIY Terima Penghargaan Tepat Waktu TLHP
Logo Pemerintah Kabupaten Sleman. (nyatanya.com)

News

Bupati Sleman: Di Rumah Saja untuk Memutus Rantai Penyebaran Covid-19