Home / Plus

Sabtu, 2 Oktober 2021 - 10:02 WIB

Cahyo Sukses Meraup Rupiah dari Kreasi Lampu Neon Elwire

Cahyo Yusuf Hermawan dan kreasi lampunya banyak diminati pasar hingga luar daerah. (Foto:Mc.Kota Malang)

Cahyo Yusuf Hermawan dan kreasi lampunya banyak diminati pasar hingga luar daerah. (Foto:Mc.Kota Malang)

NYATANYA.COM, Malang – Dari hobi membawa rezeki. Ya, kata itulah yang mungkin pantas disematkan kepada anak muda yang tinggal di Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Cahyo Yusuf Hermawan.

Berawal dari kegemarannya mengotak-atik jaringan kelistrikan dan belajar otodidak, sejak bulan Juli lalu Cahyo berhasil membuat kreasi lampu warna-warni dari lampu neon elwire yang disusun apik di atas media kaca akrilik.

Proses pembuatannya pun relatif mudah. Sebuah pola digambar di atas kertas putih lalu kemudian pola ini ditempel di atas kaca akrelik dan dari pola gambar itu ditempeli neon elwire menggunakan perekat khusus.
Saat ini Cahyo baru menemukan sembilan warga neon elwire, seperti merah, hijau stabile, kuning, hijau, biru dan putih yang dibeli dari Bandung, Jawa Barat.

Beberapa model lampu seperti menyerupai dedaunan, gambar percikan petir, kepala tengkorak dan bohlam lampu pijar yang dijual mulai Rp75 ribu hingga ratusan ribu rupiah, banyak diminati masyarakat.

Baca juga   Susi Sukses Olah Mijel Menjadi Sabun Cuci

Tak hanya dari Kota Malang, peminat kreasi lampu yang biasanya di pasang di ruang kerja, ruang tamu dan di kafe ini juga diminati warga dari beberapa daerah di Jawa Timur. Misalnya dari Sidoarjo, Surabaya, Pasuruan, Lumajang dan Banyuwangi.

Kreasi ini pun mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Muhammad Sailendra.

Dia pun mengaku siap membantu, apa yang menjadi kebutuhan Cahyo. Seperti halnya untuk memperoleh bahan baku neon dan pemasaran produknya secara daring maupun konvensional.

“Saat ini kendala yang dihadapi Cahyo kan untuk membeli atau pengadaan yang harus dari luar Kota Malang. Maka nantinya sebisa mungkin kita akan membantu dia untuk mendapatkan neon elwire itu dari kota-kota terdekat dari Malang dan bahkan jka dimungkinkan ada di Kota Malang,” sambung Sailendra.

Baca juga   Setahun Berhenti Total, Kini Subranto Kembali Bangkit Produksi Blangkon

Untuk menyelesaikan satu desain atau pesanan dibutuhkan waktu dua hingga lima hari dan untuk harga disesuaikan dengan besarnya motif, serta tingkat kesulitan pembuatannya.

Dari hasil kreativitasnya ini, Cahyo dapat meraup rupiah hingga jutaan setiap bulan. Untuk memenuhi permintaan pasar, Cahyo berencana akan mengajak pemuda kampung untuk membantu produksi, terutama pemuda yang tidak mempunyai pekerjaan.

Dengan demikian, dari kreasi ini dapat turut mengurangi angka pengangguran serta berdampak positif bagi lingkungan sekitar. Untuk lebih memperluas pemasaran produknya, Cahyo pun menggencarkan promosi melalui media sosial. (*)

Share :

Baca Juga

Anggota kelompok Lilin Kecil Club foto bersama ibu-ibu usai pelatihan. (Foto: Agoes Jumianto)

Plus

Begini Cara ‘Lilin Kecil Club’ Berbagi di Tengah Pandemi
Hafidz Sirojul Munir dengan sepatu heels buatannya yang mengangkat salah satu ikon budaya di Banyuwangi Jawa Timur dengan brand Gandrung Shoes. (Foto: Dokumentasi)

Plus

Gandrung Shoes Karya Mahasiswa Undika Masuk Nominasi Good Design
Selain banyak diminati konsumen di Indonesia, batik ciprat ini mulai diminati para konsumen dari Malaysia dan Irlandia. (Foto:Diskominfo Kabupaten Temanggung)

Plus

Batik Ciprat Difabel Diminati Pasar Malaysia dan Irlandia
Kelompok Tani Dewasa (KTD) Pelangi menyulap lahan tidur yang tidak terawat menjadi lahan produktif dengan cara budidaya berbagai tanaman sayuran. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Plus

KTD Pelangi Mendungan Sulap Lahan Tidur Jadi Kebun Sayur
Ganjar Pranowo saat mampir ke salah satu toko roti di Pati. (Foto: Humas Jateng)

Plus

Omset Jatuh Selama PPKM, Tri Isnaeni Kembali Bersemangat Dikunjungi Pak Ganjar
Ukiran kayu suku Kamoro hanya boleh dibuat oleh orang asli suku tersebut. Itulah sebabnya relatif susah menemukannya selain di daerah Papua, terutama Mimika.(Foto: Ryiadhy/InfoPublik)

Plus

Mengenal Seni Pahat Kayu Suku Kamoro yang Tak Sembarang Orang Boleh Membuat
Kreativitas warga Balirejo tak berhenti disitu, mereka juga berinovasi dengan hasil panen strawberry. Strawberry tersebut diolah oleh ibu-ibu PKK kampung Muja muju menjadi berbagai camilan. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Plus

Warga Balirejo Sulap Gang Gersang Jadi Kebun Strawberry
(Foto:kratonjogja.id)

Plus

Yuk, Kenali Macam Wadah Sesaji Daun Pisang dalam Upacara Tradisi Keraton