Home / News

Rabu, 6 Oktober 2021 - 13:26 WIB

Cegah Gelombang Ketiga Covid-19, Hati-hati tapi Jangan Paranoid

Acara Fasilitasi Implementasi Kebijakan Germas Tingkat Provinsi, di Balairung UPGRIS, Jalan Gajah Raya Semarang. (Foto: Diskominfo Jateng)

Acara Fasilitasi Implementasi Kebijakan Germas Tingkat Provinsi, di Balairung UPGRIS, Jalan Gajah Raya Semarang. (Foto: Diskominfo Jateng)

NYATANYA.COM, Semarang – Gelombang kedua kasus Covid-19 yang pernah melanda pertengahan tahun lalu, diharapkan menjadi pelajaran penting yang tidak boleh terulang. Karenanya, masyarakat diminta tidak abai menerapkan protokol kesehatan agar tidak terjadi gelombang ketiga Covid-19.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Wahyu Setianingsih, saat membuka Fasilitasi Implementasi Kebijakan Germas Tingkat Provinsi, di Balairung UPGRIS, Jalan Gajah Raya Semarang, Rabu (6/10/2021).

Diakui, pandemi Covid-19 sudah berlangsung lama, lebih dari 19 bulan. Kondisi tersebut membuat masyarakat lelah dan bosan. Terlebih, dengan dampak perekonomian yang dialami. Namun, kondisi tersebut jangan membuat masyarakat abai menerapkan protokol kesehatan.

“Kita kapok menghadapi gelombang dua (Covid-19), di mana rumah sakit penuh, bahkan menambah tenda (pelayanan), antrean di IGD 50-60 orang. Ada juga yang tidak kebagian tempat. Agar suasana mencekam ini tidak terjadi lagi, terus lakukan protokol kesehatan meskipun kasus mulai melandai,” tegas Wahyu.

Untuk itu, dia meminta warga bersabar, meskipun kondisi saat ini masih memberatkan. Tunggu kekebalan kelompok atau herd immunity terbentuk, dengan vaksinasi yang melebihi 70 persen.

Baca juga   Pasien Sembuh Covid-19 di DIY Tambah 2.089 Orang

Wahyu menambahkan, deteksi dini penyakit tidak menular mesti terus dilakukan. Sehingga dapat menekan komorbid pemberat pada Covid-19, seperti diabetes mellitus, hipertensi, dan sebagainya, melalui pola hidup bersih sehat (PHBS) dengan Germas.

Ketua Tim Ahli Satgas Covid Jawa Tengah Anung Sugihantono menambahkan, saat ini kabupaten/ kota di provinsi ini sudah masuk PPKM level 2 dan 3. Namun, dia memprediksi hingga awal Januari 2022 mendatang kasus Covid-19 masih ada. Penyebabnya, vaksinasi belum tuntas dan sifat virus yang masih berubah-ubah.

“Masyarakat harus hati-hati, tapi tidak paranoid. Sebab, Covid-19 belum bisa diprediksi kapan berakhir. Yang jelas, masyarakat memastikan pencegahannya, terutama vaksinasi,” tegasnya.

Tak hanya itu, Anung juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan. Tidak sekadar sehat fisik, tapi juga mental, spiritual, maupun sosial, yang memungkinkan setiap orang hidup produktif.

Caranya, dengan membiasakan hidup CERDIK, yakni cek kesehatan berkala, enyahkan asap, rutin berolahraga, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres.

Baca juga   Top Markotop! Akad Nikah di Klaten, Langsung Dapat KK dan KTP Baru

“Usia Harapan Hidup masyarakat Jateng makin tinggi. Saat ini 73,6 tahun, tertinggi se-Indonesia. Tapi usia sehatnya 64 tahun, ataubdengan kata lain 10 tahun terakhir usia orang Jateng itu (mengalami) sakit, akibat perilaku di masa lalu. Ini harus diwaspadai,” katanya.

Ditambahkan, agar di usia lanjut orang tidak sakit, perlu dilakukan deteksi dini penyakit tidak menular (PTM). Kemudian, mengelola faktor risiko untuk mencegah kesakitan atau memperparah sakit yang dialami.

Karenanya, Anung mendorong upaya kesehatan berbasis masyarakat, salah satunya melalui Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM, untuk usia 15 tahun ke atas. Posbindu bisa diintentegrasikan dengan konsep Jogo Tonggo maupun Posyandu lansia.

Di Posbindu, bebernya, tidak hanya deteksi dini risiko PTM, tapi juga intervensi dini melalui edukasi perubahan gaya hidup sehat, dan melakukan monitoring. Bahkan jika diperlukan bisa melakukan rujukan dini untuk mengurangi risiko dan kecacatan. (*)

Share :

Baca Juga

Bupati Kudus HM Hartopo, saat meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di SDIT Al-Islam Kudus. (Foto: Diskomindo Kudus)

News

Sekolah Harus Punya SOP Protokol Kesehatan
(Foto: citilink.co.id)

News

Akhir Oktober 2021, Citilink Buka Penerbangan di Bandara Ngloram Cepu
Bank Indonesia mendorong penggunaan QRIS untuk memfasilitasi transaksi pembayaran selama ajang PON Papua XX. (Foto:InfoPublik)

News

BI Dorong Penggunaan QRIS di PON XX Papua
(nyatanya.com/istimewa)

News

Indofarma Siap Produksi Ivermectin, HET Rp7.885 per Tablet
Yogyakarta sebagai kota pariwisata dan kota pendidikan, dua hal ini menjadi perhatian dalam Penerapan PPKM Level 3 DIY. (Foto: Agoes Jumianto)

News

Penerapan PPKM Level 3 DIY, Sektor Wisata dan Pendidikan Jadi Perhatian
Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid. (Foto: Diskominfo Pekalongan)

News

Turun Level 2, Pemulihan Ekonomi Jadi Fokus Pemkot Pekalongan
Ganjar Pranowo meminta pelaksaan pembelajaran tatap muka (PTM), baik uji coba maupun terbatas, untuk melakukan laporan harian. (Foto: Humas Jateng)

News

Ganjar Minta Pelaksanaan PTM Lakukan Laporan Harian
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko. (Foto:nyatanya.com/jatimprov.go.id)

News

Posko Penyekatan di Suramadu Dibongkar