Home / News

Senin, 18 Oktober 2021 - 09:55 WIB

Data Bermasalah, 42.000 Peserta Bebas Iuran BPJS Wonosobo Dinonaktifkan

Dinsos PMD Wonosobo menyerahkan bantuan dana asistensi dan paket sembako kepada penerima manfaat di wilayahnya. (Foto: Diskominfo Kabupaten Wonosobo)

Dinsos PMD Wonosobo menyerahkan bantuan dana asistensi dan paket sembako kepada penerima manfaat di wilayahnya. (Foto: Diskominfo Kabupaten Wonosobo)

NYATANYA.COM, Wonosobo – Tak kurang dari 42.000 peserta bebas iuran (PBI) BPJS Kesehatan di Kabupaten Wonosobo terpaksa dinonaktifkan, karena masih terdapat ketidaksepadanan pada data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD), Harti mengungkap pihaknya masih berupaya untuk mengatasi persoalan tersebut, dengan memadankan DTKS yang saat ini masih sejumlah 88.557 jiwa.

Permasalahan data ini bukan perkara sepele karenanya kita mohon agar ada dukungan serius dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Pemerintah Kecamatan hingga para kades agar secepatnya dapat kita uraikan.

“Sehingga nantinya tidak lagi muncul persoalan-persoalan serupa,” kata Harti saat menyampaikan laporan penyelenggaraan peringatan hari Ulang Tahun Ke-12 TKSK, di halaman Dinsos PMD, Jumat (15/10/2021).

Kesesuaian data-data warga, menurut Harti dapat dimulai dengan percepatan rekam e-KTP, karena hingga saat ini problema yang muncul pada DTKS masih seputar nama dan alamat yang berbeda, sehingga bantuan berpotensi tidak tepat sasaran.

Baca juga   Ekspor Teh ke Jepang, PT Tambi Wonosobo Kantongi 1,1 Juta Dolar AS

“Ini saya berharap agar perangkat-perangkat daerah terkait bahu-membahu sehingga seluruh warga yang sudah wajib memiliki e-KTP menjalani perekaman,” lanjutnya.

Jajaran Dinsos PMD, melalui potensi-potensi yang ada, seperti TKSK dan PKH diakui Harti juga terus melakukan sinkronisasi data demi mencapai akurasi sasaran penerima bantuan sosial.

Dalam kesempatan ini, kami juga menghadirkan sejumlah warga penyandang masalah kesejahteraan sosial, sebagai perwakilan simbolis penerimaan bantuan dari pemerintah, seperti anak yatim, lansia dan penyandang disabilitas.

Bantuan-bantuan yang disalurkan pada kesempatan tersebut, diurai Harti meliputi paket sembako dari Corporate Social responsibility (CSR) mitra TKSK, kepada 75 kelompok penerima manfaat.

Kemudian 75 paket sembako dari BPJS yang ditujukan kepada para fakir miskin, dan bantuan asistensi penyandang disabilitas berat dari APBD Tahun 2021.

Bagi penyandang disabilitas berat, sebanyak 380 orang menerima bantuan asistensi sebesar Rp1.400.000. Kemudian bagi lansia non potensial, sebanyak 261 orang menerima bantuan asistensi sebesar Rp1.000.000.

Baca juga   1.110 Ibu Hamil Ikuti Vaksinasi Covid-19 di UGM

“Dan sebanyak 30 orang lansia potensial diberikan bantuan dana asistensi sebesar Rp
1.300.000, ” beber Harti.

Menanggapi masih adanya persoalan pada DTKS yang belum sepadan, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengaku akan mendorong seluruh Perangkat Daerah terkait untuk benar-benar membantu.

“Keinginan terwujudnya single data ini juga sama dengan apa yang saat ini tengah kita upayakan bersama, yaitu agar dengan e-KTP seluruh kebutuhan kependudukan dapat terpenuhi,” tutur Afif.

Bahkan, kedepan ia mengaku berharap fungsi e-KTP akan semakin luas, termasuk untuk digunakan sebagai ATM maupun kartu tol.

Pemkab Wonosobo, ditegaskan Afif akan terus berupaya agar problem data terpadu, yang berimbas pada permasalahan penyaluran bantuan dan PBI BPJS ini segera terselesaikan. (*)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Indonesia kembali kedatangan 4 juta vaksin Covid-19 berbentuk jadi merek Sinovac, Selasa (9/11/2021). (Foto: Amiriyandi/InfoPublik)

News

Indonesia Kembali Menerima 4 Juta Dosis Vaksin Sinovac
nyatanya.com

News

Hajatan dan Perpisahan Sekolah Ditiadakan
Mobil vaksinasi Pemkot Yogyakarta siap layani warga hingga tingkat RT/RW. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

News

Jangkau RT/RW, Pemkot Yogya Siapkan Mobil Layanan Vaksinasi
Logo Provinsi Jawa Tengah. (Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Rp1,2 M Pagu Anggaran 9 Parpol di Purbalingga Diserahkan
Pemkab Blora menargetkan pada November 2021 nanti capaian vaksinasi di wilayahnya mencakup 50 persen. (Foto: MC Kab Blora/Teguh)

News

Rangkul Komunitas dan Ormas, Blora Kejar Target Vaksinasi 50 Persen
Acara Fasilitasi Implementasi Kebijakan Germas Tingkat Provinsi, di Balairung UPGRIS, Jalan Gajah Raya Semarang. (Foto: Diskominfo Jateng)

News

Cegah Gelombang Ketiga Covid-19, Hati-hati tapi Jangan Paranoid
Rapat koordinasi lintas sektor membahas penanganan anak tidak sekolah (ATS) di Wonosobo. Diketahui ada sebanyak 27.181 anak dalam rentang usia 7-18 tahun di 15 Kecamatan masuk kategori belum pernah sekolah dan tidak sekolah lagi. (Foto: Mc DisKominfo Kab Wonosobo)

News

Butuh Perhatian Serius, 27 Ribu Anak di Wonosobo Tidak Sekolah
(Ilustrasi/nyatanya.com)

News

Rekor, Hari Ini DIY 665 Positif Covid-19